-->

Kronik Toggle

Fadli Zon: "Puisi Malloch tak pernah diklaim puisi Taufiq Ismail"

JAKARTA–Ramainya dugaan plagiarisme puisi oleh penyair Taufiq Ismail di jejaring sosial mengundang Ketua Panitia 55 Tahun Taufiq Ismail, Fadli Zon, memberikan klarifikasi.

Di dinding Facebook Bramantyo Prijosusilo Fadli Zon menulis (31/3) bahwa setahunya Taufiq memang menerjemahkan puisi 160 penyair Amerika yang dikumpulkan dalam “Rerumputan Dedaunan” yang belum diterbitkan.

“Paling banyak puisi Walt Whitman. Tapi puisi Malloch tak pernah diklaim puisi TI. Jika ada referensi mohon bisa ditunjukkan di buku mana TI mengaku puisi itu adalah miliknya. Puisi Malloch itu paling sering dikutip oleh Martin Luther King (MLK) dalam pidato-pidatonya. Malah orang menyebutnya puisi itu karya MLK,” jelas Fadli.

Sebagaimana diketahui, panitia yang diketuai Fadli Zon telah menerbitkan 4 buku besar karya-karya Taufiq Ismail, yakni “Mengakar ke Bumi Menggapai Langit”. Buku pertama adalah buku puisi setebal 1076 halaman. Itu semua adalah kumpulan puisi Taufiq dari tahun 1953-2008.

“Saya sudah menelpon TI dan menyampaikan masalah ini. Jawabannya, ia tak pernah mengklaim puisi ‘Kerendahan Hati’. Ia juga sedang cari di file, sementara belum ada. Jadi TI belum tahu puisi yang mana. Ia bilang rasanya pernah membahas puisi itu atau menerjemahkan puisi itu dalam kegiatan SBSB atau MMAS di sekolah-sekolah. Kalau itu puisi terbaiknya, tentu ada di buku yang saya terbitkan,” lanjut Fadli.

Menurut aktivis partai politik ini dari Gerindra ini, tuduhan plagiat adalah tuduhan serius dan bisa menjadi kematian perdata bagi penulis. Karena itu harus dibuktikan di mana plagiatnya.

“Jika memang punya bukti kuat, kenapa tak diluncurkan saja? Sampai saat ini saya yakin 100% dalam hal berkarya, TI jujur. Soal sikap kesenian dan kebudayaan, tentu bisa berbeda-beda,” tantang fadli Zon. (GM/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan