-->

Kronik Toggle

Buku SEK Siap Dampingi Wisatawan Keliling Surabaya

Surabaya – Hadirnya tempat wisata menjadi penting karena mampu membantu menambah pendapatan masyarakat. Begitu pula Kota Surabaya yang sejatinya mendapat ikon sebagai Kota Pahlawan.

Untuk itu, buku pendamping wisata perlu dihadirkan untuk jadi pedoman bagi wisatawan maupun warga Surabaya supaya lebih mengenal titik-titik lokasi pariwisata.

Begitu juga tujuan Yusak Anshori dan Adi Kusrianto saat merangkum buku SEK (Surabaya Enaknya Kemana). Keduanya ingin warga Surabaya mampu menjadi PR (Public Relation) atau humas kotanya sendiri.

Dalam buku yang dicetak sebanyak 4.000 eksemplar ini pun Yusak dan Adi memaparkan berbagai fasilitas pariwisata mulai dari ujung utara ke selatan dan timur ke barat Surabaya.

“Kami ingin warga Surabaya mengenal potensi kotanya. Dengan begitu bisa menjadi humas untuk menjelaskan kepada sanak keluarga atau bahkan teman-teman yang berasal dari luar kota, luar pulau hingga luar negeri,” kata Yusak Anshori saat meluncurkan buku SEK di Cafe Kartini Surabaya Plaza Hotel, Senin (18/4/2011).

Pria yang pernah menjabat sebagai advisor Surabaya Tourism Promotion Board ini mengaku juga ingin melatih moral pendidikan pihak tempat wisata. Misalnya lokasi wisata monumen bahari Jalasveva Jayamahe, lanjut Yusak, harus mampu konsisten memfasilitasi pengunjung saat lokasi wisatanya telah kami angkat dalam buku SEK ini.

“Adanya buku ini juga turut memupuk moral pendidikan pihak lokasi wisata. Ayo kita sama-sama membangun potensi kota kita,” terangnya.

Buku yang dibandrol harga Rp 49.800 ini cukup lengkap dengan peta lokasi wisatanya. Rencananya, buku ini juga akan diterbitkan dalam bahasa Inggris, Mandarin, Perancis dan Jepang.

Namun berbeda jenis bahasa, berbeda pula sajiannya. Untuk cetakan yang berbahasa Indonesia, info wisata yang ditonjolkan adalah info belanja dan kuliner. Sementara untuk yang berbahasa Inggris dan Jepang, sajian infonya meliputi info budaya dan kuliner. Khusus untuk cetakan berbahasa Mandarin, Yusak mengaku lebih mengutamakan info bisnis dan belanja di Kota Surabaya.

(nrm/fat)

*) Detiksurabaya, 18 April 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan