-->

Kronik Toggle

Bepe Terbitkan Buku karena Terpaksa

Jakarta — Pemain sepak bola Persija Jakarta dan tim nasional Indonesia, Bambang Pamungkas, menerbitkan buku perdananya, Bepe20: Ketika Jemariku Menari. Kumpulan goresan pena karya pemain yang akrab dipanggil Bepe itu diluncurkan di kantor tabloid Bola, Palmerah, Jakarta, kemarin.


“Saya menulis karena terpaksa. Saya kadang tidak puas dengan interview wartawan, jadi saya menulis,” kata Bambang, menjelaskan awal mula tertarik menulis. Dia mengakui tidak mudah memulai kebiasaan menulis. “Awalnya tulisan saya jelek,” ia melanjutkan.

Bepe, 31 tahun, mengaku awalnya tak percaya diri membukukan tulisan yang selama ini muncul di situsnya, www.bambangpamungkas20.com, itu. Ada tujuh penerbit telah menghubunginya untuk menerbitkan kumpulan tulisannya menjadi buku, tapi ia menolak. “Awalnya saya tidak yakin,” katanya.

Wartawan tabloid Bola, Yudhi F. Oktaviandhi, akhirnya bisa meyakinkan mantan kapten tim nasional itu. “Bepe mempunyai sesuatu yang luar biasa. Ia mempunyai talenta dan kepribadian luar biasa,” kata Yudhi, yang mengaku mengenal Bepe satu setengah tahun lalu dari tulisannya.

Menurut Bepe, ada tiga hal yang membuat bukunya menarik. Pertama, pembaca akan melihat sosok pemain yang terkenal tidak bersahabat dengan awak media ini secara jernih dan utuh. Kedua, memberi referensi bagi para orang tua yang mempunyai anak ingin menjadi pemain sepak bola. Terakhir, dengan membeli buku ini berarti ikut menyumbang dua yayasan kemanusiaan, yaitu syair.org (yayasan peduli anak-anak penderita AIDS) dan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (yayasan untuk anak penderita kanker).

Buku Bepe20 berisi 36 artikel tulisan setebal 383 halaman dan dijual Rp 60 ribu setiap eksemplar. “Dengan kelebihan dan kekurangannya, saya puas dengan hasil buku pertama ini,” ujar pemain yang telah memperkuat tim nasional sejak 1999 itu.

RINA WIDIASTUTI

*) Tempointeraktif, 17 April 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan