-->

Kronik Toggle

Sofjan, Pengusaha Aktivis dan Nasionalis

Jakarta-Pengusaha Sofjan Wanandi, yang kini lebih dikenal dengan kiprahnya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, merayakan ulang tahun ke-70 pada Sabtu (5/3) malam. Perayaan itu juga ditandai dengan peluncuran buku Sofjan Wanandi: Aktivis Sejati, yang diterbitkan Kelompok Kompas Gramedia.

”Saya berterima kasih atas dukungan banyak teman dan sahabat atas kiprah saya selama ini. Terkadang, saya ingin beristirahat karena merasa sudah tua. Namun, teman-teman terus mendorong saya untuk mengerjakan banyak hal,” kata Sofjan Wanandi, Sabtu, dalam perayaan ulang tahunnya di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakob Oetama, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, serta sejumlah pengusaha papan atas.

Para menteri era Orde Baru, yakni Ali Wardhana, Hartarto, Wiranto, dan Daoed Joesoef, juga hadir. Demikian pula jajaran advokat seperti Albert Hasibuan, Adnan Buyung Nasution, dan Todung Mulya Lubis. Semua itu menunjukkan luasnya pergaulan Sofjan, kakek 10 cucu itu.

Sofjan Wanandi adalah mantan pemimpin pergerakan mahasiswa tahun 1966. Kemudian ia menjadi anggota parlemen, lantas bertransformasi menjadi sosok pengusaha sukses yang memimpin Grup Gemala.

Di dalam buku yang diluncurkan itu, ditulis kesan-kesan sahabat Sofjan, mulai dari Wakil Presiden Taiwan, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, orang terkaya di Indonesia Budi Hartono, serta rekan-rekan sesama aktivis 66, seperti Cosmas Batubara, Albert Hasibuan, dan Firdaus Wadjdi.

”Pak Jakob Oetama yang meminta saya untuk membuat buku itu 12 tahun silam. Tujuannya, supaya saya dapat berbagi pengalaman hidup ini, untuk anak cucu saya, juga untuk generasi selanjutnya di negara ini,” kata Sofjan.

Menurut Sofjan, ia juga akan membuat buku otobiografi setelah buku pertama yang lebih berisi soal pendapat dari sahabat-sahabatnya. ”Mudah-mudahan buku itu tak selesai 10 tahun lagi,” kata Sofjan berkelakar.

Dalam tulisannya di buku Sofjan, Adnan Buyung Nasution juga meminta Sofjan menuliskan secara khusus dan mendalam tentang peristiwa pada tahun 1966.

Fahmi Idris, mantan Menteri Perindustrian, mengakui bahwa relasinya dengan Sofjan penuh dinamika. Mereka berjuang bersama saat mahasiswa menyerukan Tiga Tuntutan Rakyat pada pemerintahan Orde Lama, lalu renggang karena beda pandangan terkait konsepsi membangun negara, dan bersama mengusung Jusuf Kalla berduet dengan Susilo Bambang Yudhoyono. (RYO/MAS)

*) Kompas, 6 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan