-->

Kronik Toggle

Penyair Taufik Ismail Enggan Komentari Dugaan Plagiarisme

JAKARTA – Penyair Taufik Ismail tak bersedia memberikan komentar apa pun terkait dugaan plagiarisme terhadap puisinya. “Masih saya pelajari itu. Saya belum bisa berkomentar tentang itu,” ujarnya saat dihubungi Tempo pada Kamis (31/3).

Bahkan, ketika ditanyakan soal proses kreatif bagaimana puisinya, Kerendahan Hati, ditulis, ia berkali-kali menolak memaparkannya. Lagi-lagi Taufik, dengan nada bicaranya yang tergesa, mengelak dan beralasan hendak mempelajari puisinya terlebih dahulu.

Dugaan plagiarisme puisi Taufik Ismail sangat ramai dibahas di jejaring sosial. Karyanya dituduh sangat mirip dengan puisi berjudul Be the Best of Whatever You Are karya Douglas Malloch.

Malloch adalah penyair kelahiran Muskegon, Michigan, Amerika Serikat, pada 1877. Ia menulis puisi untuk pertama kalinya pada usia sepuluh tahun, yang diterbitkan di Detroit News kala itu. Hingga kumpulan puisinya diterbitkan dalam bentuk buku berjudul <I>In Forest Land<I> dan menjadi buku terlaris.

Berikut kita simak puisi karya Douglas Malloch dan Taufik Ismail.

Be the Best of Whatever You Are

By Douglas Malloch

If you can’t be a pine on the top of the hill,
Be a scrub in the valley — but be
The best little scrub by the side of the rill;
Be a bush if you can’t be a tree.

If you can’t be a bush be a bit of the grass,
And some highway happier make;
If you can’t be a muskie then just be a bass —
But the liveliest bass in the lake!

We can’t all be captains, we’ve got to be crew,
There’s something for all of us here,
There’s big work to do, and there’s lesser to do,
And the task you must do is the near.

If you can’t be a highway then just be a trail,
If you can’t be the sun be a star;
It isn’t by size that you win or you fail —
Be the best of whatever you are!

Kerendahan Hati

Oleh Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau.

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yangmemperkuat tanggul pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Sumber: Portal Tempo Interaktif, 31 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan