-->

Kronik Toggle

Penahanan Tersangka Kasus Gratifikasi Rp 500 juta dari PT Balai Pustaka Diperpanjang

Yogyakarta – Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta memperpanjang masa tahanan Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Gendut Sudarto. Sebab masa tahanan itu akan berakhir pada 7 Maret mendatang.

Perpanjangannya pun tidak hanya dua puluh hari seperti masa tahanan yang pertama, melainkan selama 40 hingga 14 April 2011. Tersangka kasus dugaan gratifikasi Rp 500 juta dari PT Balai Pustaka itu saat ini masih menjadi tahanan titipan Kejaksaan di Rumah Tahanan Wirogunan, Kota Yogyakarta.

“Pemeriksaan Gendut masih banyak membutuhkan waktu, maka Kepala Kejaksaan Tinggi memutuskan perpanjangan masa tahanannya,” kata Dadang Darussalam, Asisten Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (3/3).

Saat ini, kata dia, penyidik Kejaksaan Tinggi masih mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam kelengkapan pemberkasan. Seperti penyitaan dokumen-dokumen Gendut dan surat-surat penunjang yang dibutuhkan penyidik dari Pemerintah Kabupaten Bantull. Untuk penyitaan, Kejaksaan juga membutuhkan surat ijin dari Pengadilan Negeri Bantul.

“Untuk mengumpulkan data dan surat-surat penunjang penyidikan tidak cukup atu atau dua hari,” kata Dadang.

Ia menambahkan, Kejaksaan juga tidak ingin berlama-lama dalam penanganan kasus gratifikasi tersebut. Setelah selesai pemberkasan di tingkat penyidikan, penyelesaian di tingkat penuntutan juga dilakukan secepat mungkin, agar kasus tersebut ini segera bisa
disidangkan di pengadilan.

Gendut sudah ditahan Kejaksaan sejak tanggal 6 Februari lalu, begitu ia diperiksa dalam kasus ini untuk pertama kalinya. Ia lalu dititipkan di Rumah Tahanan Wirogunan, Kota Yogyakarta.

Kasus yang membelit Gendut ini terkait dugaan suap dan gratifikasi dalam rencana pengadaan buku ajar PT Balai Pustaka sebesar Rp 500 juta, tahun 2005, semasa Bantul masih dipimpin Bupati Idham Samawi.

Saat itu, Pemkab Bantul berencana mengadakan buku ajar dengan cara penunjukan langsung tanpa lelang buku terbitan PT Balai Pustaka senilai Rp 39 miliar. Untuk melancarakan proyek ini, Kepala Pemasaran PT Balai Pustaka Jawa Tengah- Daerah Istimewa Yogyakarta, Murad Irawan menyetorkan uang Rp 500 juta, yang masuk ke rekening pemerintah Kabupaten Bantul nomor 35028890, pada tanggal 15 April 2005.

Kemudian, uang sejumlah Rp 200 juta dari dana itu ditranfer ke rekening nomor 30113043 atas nama Gendut Sudarto, yang beralamat di Jalan Gedung Kuning No. 26 RT 005/002 Yogyakarta.

Dalam kasus ini, Gendut disangka telah melanggar pasal 5, pasal 11, pasal 12 B dan pasal 12 huruf b UU No 31 Tahun 1999 junto UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman pidana ini adalah hukuman hingga 20 tahun penjara.

Achiel Suyanto, Penasihat Hukum Gendut, mempertanyakan alasan perpanjangan masa tahanan kliennya itu. Sebab, kata dia, selama dalam tahanan, Gendut baru diperiksa satu kali. “Kami masih akan berembug dengan keluarga untuk penangguhan tahanan pak Gendut,” kata Achiel.

MUH SYAIFULLAH

*)Tempointeraktif, 3 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan