-->

Kronik Toggle

Pegiat Sastra Jawa Akan Gelar Kongres Sastra Jawa III

Surabaya – Para pegiat sastra Jawa akan menggelar Kongres Sastra Jawa (KSJ) III pada 11-12 November tahun ini.


Ketua panitia KSJ III Bonari Nabonenar mengatakan, selain pegiat sastra Jawa dari Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah panitia juga akan mengundang guru-guru pengajar bahasa Jawa serta birokrat. “Targetnya 150 peserta,” kata Bonari, Kamis (24/3).

Kendati waktu pelaksanaan sudah ditetapkan, namun panitia masih kesulitan menentukan tempat. Semula, kata Bonari, kegiatan itu akan dilaksanakan di luar Surabaya. Tapi sejumlah calon peserta menghendaki di Surabaya. “Soal tempat kami masih melobi Taman Budaya Jawa Timur agar diperkenankan pinjam,” ujar Ketua Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya ini.

Bonari membantah KSJ III akan menandingi Kongres Bahasa Jawa (KBJ) V yang juga akan digelar di Surabaya pada November. Menurut Bonari, KSJ III bersifat independen sedangkan KBJ V merupakan kegiatan resmi pemerintah. “Kami malah berencana mendahului agar rekomendasi-rekomendasi KSJ bisa dibawa ke forum KBJ,” ujar Bonari.

Berbeda dengan KBJ V yang konon biayanya mencapai Rp 3 miliar, KSJ III hanya dibiayai sendiri oleh peserta dengan cara menarik iuran Rp150 ribu per orang. Kemasan acaranya pun, menurut Bonari, juga jauh lebih sederhana. “Kami hanya berdiskusi soal masa depan sastra Jawa, mementaskan geguritan dan pameran buku tentang sastra Jawa,” ujar dia.

Beberapa tokoh yang akan diundang sebagai narasumber diskusi yaitu Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Yayasan Rancage Ajip Rosidi, pengarang Arswendo Atmowiloto dan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Bidang Budaya Suprawoto.

Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan. KSJ I digelar di Solo pada 2002 dan KSJ II di Semarang pada 2006.

KUKUH S WIBOWO

*) Tempointeraktif, 24 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan