-->

Kronik Toggle

Paket Buku Diduga Bom Juga Dikirim ke Samarinda

SAMARINDASebuah paket kiriman seberat 13 kilogram dicurigai sebagai bom di  Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa 15 Maret 2011 malam.

Puluhan personil Brimob Polda Kalimantan Timur dan Polres Samarinda tiba di lokasi pada Selasa malam sekitar pukul 21. 00 WITA langsung meminta warga menjauh dari sebuah rumah yang  menerima paket kiriman yang dicurigai sebagai  bom tersebut.

Polisi juga memasang garis polisi di rumah Meis Pribadi, Blok C1 No 30. RT. 13 Perumahan Bukit Pinang Batara Indah, Kacamatan Samarinda Ulu.

Tim Jihandak Gegana Brimob Polda Kaltim juga terlihat melakukan proses penanganan bom dengan menggunakan baju anti-bom.

Dua personil tim Jihandak kemudian memasuki rumah milik Meis Pribadi dan tak berselang lama setelah mereka keluar, beberapa personil Tim Gegana Brimob Polda Kaltim lainnya menarik sebuah paket yang dibungkus dus berlakban putih menggunakan tali.

Setelah berhasil mengevakuasi paket buku diduga bom hingga ke halaman rumah Meis Pribadi, personil Tim Jihandak Brimob Polda Kaltim kemudian mengamankan paket tersebut ke tong bom di mobil Gegana.

Kasubden I Pelopor Detasemen B Brimob Polda Kaltim di Samarinda, Ajun Komisaris Sandy Sultan kepada wartawan, usai proses evakuasi berlangsung mengatakan, belum bisa memastikan apakah paket buku itu berisi bom atau tidak.

“Paket buku itu masih kita curiga sebagai bom dan setelah kami evakuasi akan kami bawa ke markas Brimob untuk diteliti,” ungkap Sandy Sultan.

Tim Gegana brimob Polda Kaltim kata dia baru menerima laporan terkait adanya paket buku yang dicurigai bom tersebut pada Selasa malam.

“Setelah menerima informasi dari Kasat Reskrim Polresta Samarinda, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan prosedur penanganan teror bom,” kata Kasubden I Pelopor Detasemen B Brimob Polda Kaltim itu.

Paket kiriman buku yang berasal dari Jakarta itu diterima oleh Bariyem, istri Meis Pribadi, pada Senin sore (15/3) sekitar pukul 15. 00 WITA.

“Paket buku itu diantar dua orang petugas dari sebuah jasa pengiriman kemarin (Senin) sore. Awalnya, saya kira hanya paket buku biasa namun saya tidak berani membukanya karena nama pengirim dan tujuan tidak ada sehingga saya menduga paket buku itu bukan milik suami saya,” ungkap Bariyem.

Namun, Bariyem dan Meis pribadi akhirnya melaporkan paket buku mencurigakan tersebut ke Polresta Samarinda pada Selasa petang, sekitar pukul 18. 30 WITA setelah menyaksikan terjadinya ledakan bom pada paket sebuah buku di Jakarta.

“Awalnya, paket buku itu saya letakkan di ruang tamu. Namun, saat melihat ada ledakan bom paket buku di Jakarta, kami langsung ketakukan sehingga segera melaporkannya ke polisi,” katanya.

“Alamat tujuan paket itu sesuai dengan alamat rumah saya, tetapi pada paket buku itu hanya tertulis nomer telepon genggam suami saya dan tidak tercantum namanya. Begitupula dengan pengirim hanya tertera sebuah nomer telepon di Jakarta,” ungkap Bariyem.

Sementara itu, Meis Pribadi mengaku tidak pernah memesan buku ataupun mengenal nomer telepon yang tertera pada paket kiriman buku dicurigai bom itu.

“Saya tidak pernah memesan buku dari Jakarta sehingga paket kiriman itu bukan milik saya,” ungkap Meis Pribadi.

WDA | ANT

*) Tempointeraktif, 16 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan