-->

Kronik Toggle

Mahasiswa UM Galang Koin untuk Pusat Dokumentasi Sastra

Surabaya – Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menggelar aksi penggalangan koin di depan kampus. Aksi ini dilakukan terkait rencana penutupan Gedung Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Yasin Jakarta karena kurangnya dana operasional.

Penutupan Gedung Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Yasin menyusul keluarnya SK Gubernur DKI 16 Februari lalu, berisi keputusan untuk memangkas dana bantuan pengelolaan gedung PDS yang semula Rp 500 juta menjadi Rp 50 juta per tahun. Angka tersebut dinilai tidak mencukupi untuk membayar pegawai dan perawatan barang.

“Sungguh sangat disayangkan, apabila gedung PDS ini benar-benar jadi ditutup hanya lantaran kurangnya dana operasional,” kata PheniCahya Kartika, Koordinasi aksi kepada wartawan, Rabu (23/3/2011).

Padahal menurut Kartika, bangunan yang telah berdiri sejak 34 tahun itu merupakan salah satu pusat dokumentasi sastra terbesar di dunia. Di dalamnya terkumpul lebih dari 50 ribu sejarah dan hasil karya sastrawan besar Indonesia.

“Oleh karena itu, aksi penggalangan koin ini bertujuan untuk membantu biaya operasional PDS HB Yasin,” ujarnya.

Dalam aksi ini, mahasiswa memakai berbagai buku sebagai tutup kepala. Hal ini sebagai ungkapan keprihatinan para mahasiswa atas ironisnya penghargaan bangsa ini terhadap buku.

“Ini sangat miris, terlebih sekarang oleh oknum tak bertanggung jawab, buku dijadikan alat untuk membuat bom,” ujar salah seorang anggota aksi.

(bdh/bdh)

*) Detik Surabayaya, 23 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan