-->

Kronik Toggle

Koin Sastra Sudah Bergerak di Semarang

SEMARANG–Keberlangsungan operasional Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin yang tengah terancam, mengundang simpati dan aksi para seniman muda Semarang.

Senin (21/3), mereka menggelar aksi mengumpulkan koin dari masyarakat untuk membantu menyelamatkan PDS HB Jassin itu, di bundaran Universitas Diponegoro Semarang.

Anton Soedibyo, koordinator acara menyebutkan bahwa langkah pemerintah baik pemerintah pusat maupun Pemda DKI yang tak mau membantu beaya operasional Pusat Dokumentasi Sastra satu-satunya itu, menunjukkan bahwa pemerintah memang tak pernah memperhatikan kesenian.

“Kami menggelar acara ini, bukan semata-mata mengumpulkan koin dari masyarakat. Namun lebih dari itu, untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa negara abai terhadap dokumentasi sastra dan seni budaya,” kata Anton.

Dalam aksi yang berlangsung di tengah panas yang menyengat dengan suhu udara mencapai 36 derajat ini, para peserta aksi membacakan biografi HB Jasisn secara bergantian dengan gaya berpuisi.

Mereka juga membacakan karya-karya HB Jassin. “Harus diakui, tanpa HB Jassin, sastra kita mungkin hilang dan tak bisa dipetakan. Namun HB Jassin yang intens mendokumentasikan karya-karya seniman se-indonesia tanpa membedakan yang sudah terkenal atau tidak, maka dunia sastra Indonesia masuk dalam peta sastra dunia,” kata Anton.

Kegiatan pengumpulan koin sastra ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari sosialisasi keberadaan PDSHJ yang tengah terancam.

*) Oase Kompas, 21 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan