-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Pertama Maret 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

membumikanMembumikan Al Quran Jilid 2: Memfungsikan Wahyu dalam Kehidupan

karya M Quraish Shihab (Lentera Hati, 2011)

Dimuat REPUBLIKA, 6 Maret 2011

Buku ini bertujuan untuk menjawab masalah bangsa yang penuh dengan ketidaknyamanan, kebingungan, dan problem yang mengimpit umat. Pesan khusus buku ini ditujukan kepada kepala Negara yang keblinger dengan jabatannya,  Melalui tulisan-tulisan Quraish Shihab, selain menyampaikan pesan kepada kepala Negara, buku ini mengupas berbagai persoalan yang ditinjau dari sudut pandang Al-Quran. Bab pertama membahas tuntutan keberagaman yang menggali dari konsep dasar keislaman, agama dan rasa aman, serta mengulas apa yang salah dalam beragama di Indonesia, buku ini memuat pula tuntutan Alquran berkaitan dengan perubahan dan tantangan zaman, termasuk apa hukumnya kloning, serta bagaimana dunia kedokteran dalam pandangan teologi Islam dijelaskan rinci oleh pakar tafsir quran ini.

Secangkir kopi untuk relawan karya Mohammad al-Azhir (Semesta Pro-U Media, 2011)

Resensi ditulis oleh Sururudin

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 6 Maret 2011

Buku ini mengisahkan perjuangan seorang relawan di aceh  pada saat terkena bencana tsunami. Dalam kisahnya Wahid Nugroho pemeran utama novel ini sedang mengerjakan skripsinya tentang konflik di Aceh, dan pada saat bersamaan terjadi bencana tsunami di Aceh. Berbagai hal dialami oleh tokoh utama mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan posko pengungsian hingga pertemuannya dengan GAM. Ikhlas membantu sesama merupakan misi dari kisah inspiratif ini.

Abal-abal Produk Cina karya Paul Midler (Ufuk Press, Jakarta, 2011)

Resensi ditulis oleh Benni Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 6 Maret 2011

Buku ini menungkap aksi tipu-tipu atau memalsu berbagai macam produk yang dilakukan oleh warga cina,  budaya memalsu di cina sudah berlangsung sejak dinasti Qing pada abad ke-18, berkat budaya memalsu, sejarah membuktikan, cina menjadi Naga Asia. Cina menjadi pengekspor dan produknya telah membanjiri seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Aku Jatuh Cinta Lagi pada Istriku

karya Mardi Luhung (Komodo Books, 2011)

Resensi ditulis oleh: Salamet Wahedi

Dimuat JAWA POS, 6 Maret 2011

Kumpulan cerpen ini menyuguhkan kekuatan metarealitas dan daya kritis mampu menghadirkan ruang-bangun cerita: liar, memukau sekaligus penuh magis. Jalinan suasana yang dibangun benar-benar menciptakan dunia keberadaan yang menawarkan ruang tafsir atas realitas dan sekitarnya. Lebih jauh, persoalan metarealitas Mardi tak sekedar menghadirkan dunia baru. Dunia yang penuh keliaran penghuninya, diluar itu Mardi juga melakukan dialog akan rentang waktu dan cinta.

Anda Jago Kandang atau Kelas Dunia?

karya Imam Supriyono (SNF Consulting, Surabaya, 2010)

Resensi ditulis oleh J. Sumardianta

Dimuat JAWA POS, 6 Maret 2011

Buku yang ditulis managing director SNF Consulting ini tidak sedang mengutuki lorong gelap. Dia mengobarkan obor harapan di ujung terowongan. Mengubah mentalitas pengusaha di Indonesia, yang hanya jago kandang sekelas ayam, menjadi elang yang mendunia. Selain itu penulisnya melaporkan produk, merek dagang, dan korporasi bisnis international bergentayangan di sekujur belahan dunia, tanpa kecuali bangsa Indonesia,  karena para CEO-nya memiliki segudang keberanian.

Adat dalam Politik Indonesia editor Jamie D. Davidson, David Henley, Sandra Moniaga  (KITLV-Pustaka Obor, Jakarta, 2010)

Resensi ditulis oleh Munawir Aziz

Dimuat SUARA MERDEKA, 6 Maret 2011

Buku ini merupakan ulasan komperhensif tentang muasal, muatan politis ideologis, maupun kritik terhadap bangkitnya masyarakat adat di Indonesia. Lima belas tulisan panjang dalam buku ini merupakan riset substansial untuk membaca maupun menafsir ulang identitas masyarakat adat Nusantara.

Perempuan-Perempuan Kramat Tunggak karya Endang R Sedyaningsih (Kepustakan Populer Gramedia, 2010)

Resensi ditulis oleh Veven Sp Wardhana

Dimuat KOMPAS, 6 Maret 2011

Buku ini menjadikan Kramat Tunggak sebagai ”maksiatur” bagi kompleks prostitusi sejenis di kawasan mana pun di negeri ini. Penulisnya, Endang R Sedyaningsih-Mamahit yang sejak Oktober 2009 menjadi Menteri Kesehatan, membeberkan bahwa janda muda menduduki jumlah terbanyak sebagai penghuni kompleks. Secara tersirat pernikahan dini sangat rentan dengan konflik tak teruraikan karena belum matangnya psikologi, mental, dan rohani pasangan sehingga perceraian menjadi menu cepat saji, secepat jalan keluar yang menyertainya—salah satunya: menjadi PSK. Karakteristik PSK dalam buku ini ditulis sedemikian rinci, serinci penulisan perihal karakteristik para germo, manajemen germo, ragam rumah bordil dalam lingkungan kompleks, serta karakteristik tamu yang bertandang, serta menyangkut empat ragam motivasi menjadi PSK: terpaksa karena keadaan, ikut arus, terdorong frustrasi, dan sekadar mencari nafkah. (Disusun: Teta Fathiyah)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan