-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Keempat Maret 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

PAJAK itu ZAKATPajak Itu Zakat: Uang Allah untuk Kemaslahatan Rakyat

karya Masdar Farid Mas’udi (Mizan, 2010)

Resensi ditulis oleh Deddy Arsya

Dimuat KOMPAS, 27 Maret 2011

Di tengah gelombang ketidakpercayaan terhadap dunia perpajakan, terutama dipicu oleh beberapa kasus pajak yang marak belakangan ini, publikasi Pajak Itu Zakat mungkin patut dibaca sebagai bahan pertimbangan. Menurut buku ini, pajak dan zakat dapat diakomodasikan karena konsep dasar pajak maupun zakat sama-sama untuk kebaikan bersama. Keselarasan prinsip-prinsip dasar antara pajak dan zakat ini menjadi acuan bagaimana menjadikan pajak sebagai zakat atau sebaliknya. Buku ini menawarkan beberapa prinsip sederhana: pertama, kepada wajib pajak cukup dengan berniat zakat ketika membayar pajak, maka pajak yang dibayarkan sudah menjadi zakat. Oleh karena itu, wajib pajak telah berhak mendapatkan pahala berzakat. Kedua, kepada pejabat dan aparat negara anggaplah diri sebagai ‘amil. Kelolalah uang pajak dengan penuh ketakwaan kepada Allah selaku Pemiliknya, sebagaimana layaknya mengelola zakat. Dan, ketiga, kepada semua pihak, langsung maupun wakilnya, awasilah setiap rupiah dari uang pajak itu agar benar-benar dibelanjakan untuk kemaslahatan segenap rakyat, terutama yang lemah.*

7 Tahun Menggali Pemikiran dan Tindakan Pak Harto

karya Wiranto (Citra Kharisma Bunda, 2011)

Resensi ditulis oleh: Dudi Sabil Iskandar

Dimuat KORAN TEMPO, 27 Maret 2011

Buku ini terdiri atas delapan bab, yakni Politik, Perekonomian Nasional, Masalah Kerja Sama Internasional, Industrialisasi dan Penguasaan Teknologi, Pembangunan Pertanian, Masalah Kesejahteraan Rakyat, Lingkungan Hidup, serta Pribadi. Karya ini merupakan hasil dialog Wiranto selama tujuh tahun dengan Soeharto (1991-1997), termasuk tiga tahun ketika menjadi ajudan. Berlawanan dengan buku-buku yang umumnya menghujat, soeharto dalam buku ini ditampilkan sebagai sosok yang sangat arif dan visioner.*

Bahasa, Citra, Media

karya Howard Davis, Paul Walton (ed.) (Jalasutra, 2010)

Resensi ditulis oleh Muhammad Muhlisin

Dimuat SEPUTAR INDONESIA, 27 Maret 2011

Kesemua esai dalam buku ini menarik wawasan dari sejumlah disiplin yang telah mapan maupun yang baru muncul, termasuk sosiolinguistik, analisis wacana, pragmatika, semiotika, dan sosiologi komunikasi. Setelah disatukan, semua esai ini merepresentasikan contoh karya kontemporer terbaik dan paling menarik mengenai topik bahasa, pencitraan, dan kajian media.Analisisnya terikat kuat dengan ilustrasi yang antara lain mencakup bahasa radio, gambar diam dari televisi, kartun, iklan, dan tata letak surat kabar.*

AVIAPEDIA: Ensiklopedia Umum Penerbangan

karya Singgih Handoyo & Dudi Sudibyo

Resensi ditulis oleh Anton Chrisbianto (Kompas, 2011)

Dimuat SEPUTAR INDONESIA, 27 Maret 2011

Angkutan udara Indonesia berkembang pesat pascaderegulasi penerbangan pada 2000. Jumlah maskapai penerbangan berjadwal meningkat lebih dari 15 maskapai (airlines), padahal sebelumnya hanya 5 airlines. Buku ini masuk dalam ceruk yang lain yang belum pernah ada. Yakni buku pintar penerbangan. Kamus Pesawat, sebut saja demikian. Istilah-istilah penerbangan dalam buku ini disajikan secara populer, menggunakan pendekatan/ pola penulisan berita yang mengandung unsur: 5W+1H,yaitu: what (apa), why (kenapa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), dan how (bagaimana). Dengan demikian, istilah-istilah penerbangan menjadi mudah dimengerti dan dipahami pembaca.*

Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi

karya Syaikh Idahram

Resensi ditulis oleh Wildani Hefni

Dimuat JAWA POS, 27 Maret 2011

Kelompok Salafi wahabi adalah pengikut Muhammad ibnu Wahab yang lahir di Uyainah, Najd, Arab saudi. Salafi lahir pada abad 18 atau 1200 tahun setelah masa Rasulullah. Sementara di Indonesian mulai populer pada 1995 bersamaan dengan terbitnya majalah Salafi yang diprakarsai Ja’far Umar Thalib. Di antara faktor diterimanya paham Salafi Wahabi di Indonesia adalah medan dakwah Nusantara yang berhadapan langsung dengan ajaran animisme, dinamisme, dan pengaruh HIndu Budha. Titik kulminasi setelah paham ini menyebar, wabah takfir, tasyrik, tabdi, dan tasykik begitu gampang ditempelkan kepada sesama Muslimin. Mereka kian gampang mencela kaum yang tidak sekelompok, khususnya ulama dan dai, serta menyematkan gelar-gelar buruk dari hasil terkaan “ijtihad” mereka sendiri.*

Mata Air Peradaban: Dua Milenium Wonosobo

karya HA Khloq Arif dan Otto sukatno CR (LKIS, 2010)

Resensi ditulis oleh Husnun N Djuraid

Dimuat JAWA POS, 27 Maret 2011

Sesuai judulnya, buku ini mengisahkan sejarah Wonosobo. Menurut tarikh, Pemerintah Kabupaten ini berdiri pada 24 Juli 1825. Pada tahun yang sama terjadi Perang Diponegoro. Adalah Muh Ngarpah dan Mulya sentika, dua orang anak buah Pangeran diponegoro, bersama pasukannya mencapai kemenangan gemilang dengan memukul mundur pasukan Belanda di darah Legorok (perbatasan Magelang-Wonosobo). Atas prestasi itu, Diponegoro memberi gelar KRT (Kanjeng Raden Tumenggung) Satjanegara kepada muh Ngarpah dan KRT Kertanegara kepada MULYA Sentika. Setelah itu, KRT Setjanegara diangkat menjadi bupati pertama Wonosobo untuk masa jabatan 1825-1832. Sedangkan KRT Kertanegara menjadi bupati Wonosobo periode 1857-1863.*

Musa Versus Firaun

karya Rusydi al-Badrawi (Lentera Hati, Jakarta, 2011)

Resensi ditulis oleh Subroto

Dimuat REPUBLIKA, 27 Maret 2011

Buku ini mengisahkan kisah Firaun berhadapan dengan Musa. Firaun yang dimaksud di sini adalah putra Ramses II yang melakukan penindasan dan pengejaran terhadap orang-orang Israel hingga tenggelam di Laut Merah. Buku enam bab ini mengurai kisah itu dengan mengutip informasi-informasi dalam Al-Quran. Juga menjelaskan ulang lokasi terbelahnya Laut Merah yang informasinya masih simpang siur. Gambaran menjelang ajal Firuan dijelaskan pula dengan ekspresif. Buku ini dilengkapi pula dengan foto-foto dan gambar, walau sayang foto banyak yang kabur.*

Menjadi Guru Idola

karya Ahmad Zuhdi Firdaus (Gen-K Publisher, 2010)

Resensi ditulis oleh: FL Agung Hartono

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 27 Maret 2011

Buku ini memaparkan bagaimana menjadi guru yang mampu menjadi idola bagi anak didiknya dalam lima bab. Seperti guru dalam proses pendidikan dan guru sebagai sahabat. Sebagai sahabat, guru adalah teman siswa ketika siswa ada masalah, tidak konsentrasi, nakal dan usil, serta bagaimana mengelola anak didik yang sok pandai atau terlalu pandai.*

Membangun Kepribadian dan Watak Bangsa Indonesia yang Harmonis dan Integral

karya Ki Fudyartanta (Pustaka Pelajar, 2010)

Resensi ditulis oleh Imam Nawawi

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 27 Maret 2011

Menurut penulis buku ini, pendidikan nasional belum menunjukkan hasil yang signifikan. Pengelola pendidikan masih cenderung setengah hati dalam menunjukkan kinerjanya shingga pendidikan kita masih jauh dari harapan publik, khususnya orang tua murid. Apalagi mampu bersaing secara kompetitif dengan perkemabngan pendidikan di tingkat internasional. Padahal, pendidikanlah sarana membangun kepribadian dan watak kebangsaan.*

Kegalauan Identitas: Agama, Etnisitas dan Kewarganegaraan pada Masa Pasca Orde Baru

karya Martin Ramsted & Fadjar Ibnu Tufail (Grasindo, 2011)

Resensi ditulis oleh Munawir Aziz

Dimuat SUARA MERDEKA, 27 Maret 2011

Buku ini merupakan hasil riset dari sembilan peneliti yang telah bekerja bertahun-tahun di sejumlah kawasan Indonesia. Secara mendasar, buku ini membahas dinamika pergolakan pelbagai masyarakat lokal di Indonesia. Beberapa riset yang terangkum, antara lain membahas perselisihan di Minangkabau, persoalan identitas di Bali, sengketa agama di Papua, kerusuhan di Ambon, perdamaian di Minahasa, dan persoalan hak intelektual.*

(Disusun: Muhidin M Dahlan)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan