-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Keempat Februari 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

KelilingKeliling Indonesia: Dari Era Bung Karno sampai SBY, Catatan Perjalanan Wartawan Nekat

karya Gerson Poyk (Libri, 2010)

Dimuat MEDIA INDONESIA, 26 Februari 2011

Buku ini menggambarkan wajah Indonesia yang gamblang. Melalui tulisan-tulisan Gerson, Indonesia tampil sebagai kemajemukan, keragaman pandangan yang hidup berdampingan. Di buku ini, naluri jurnalistk pencatat fakta berpadu dengan jiwa sastra penyelisik makna. Dengan demikian, makna tentang Indonesia perlahan-lahan tampil dalam kesadaran pembaca. Indonesia yang degil, yang sama sekali belum berubah, adalah salah satu kutub pemaknaan dari 56 cerita tentang perjalanan jurnalistik si wartawan nekat ini.

Dosa-Dosa Nurdin Halid karya Erwiyantoro (Galangpress, Yogyakarta, 2011)

Resensi ditulis oleh Baskoro Yudho

Dimuat JAWA POS, 27 Februari 2011

Demonstrasi menuntut Nurdin Halid mundur dari kursi ketua umum PSSI terus mengalir. Mengapa gelombang anti Nurdin itu begitu massif dan merata di seluruh tanah air? Sebagian besar jawaban dari pertanyaan itu bisa ditemukan di buku ini. Buku karya jurnalis senior ini mengurai sejumlah kontroversi yang dilakukan Nurdin selama memimpin organisasi yang berdiri sejak 1930 tersebut. Kontroversi itu bermuara pada karut-marutnya kompetisi dan nihilnya prestasi timnas.

Our Choice: Rencana untuk Memecahkan Krisis Iklim karya Al Gore (Kanisius, Yogyakarta, 2010)

Resensi ditulis oleh Benni Setiawan

Dimuat JAWA POS, 27 Februari 2011

Buku ini merupakan pengembangan dari buku Al Gore sebelumnya dengan misi mendorong penghentian bahan bakar fosil dan segera beralih ke energi yang dapat diperbarui. Mantan wakil presiden AS ini menegaskan krisis yang kita alami saat ini akibat manusia menggunakan terlalu banyak sumber energi yang berbahan bakar fosil. Tak mudah mengatasi krisis ini. Tapi jika kita semua memilih untuk mengatasinya, apa yang tak bisa diubah.

Justin Bieber: Never Say Never

karya Chas Newkey-Burden (Ufuk Press, 2010)

Justin Bieber: First Step 2 Forever: My Story

karya Justin Bieber (Kaifa, 2011)

Resensi ditulis oleh Tessa Febiani

Dimuat KORAN TEMPO 27 Februari 2011

Wajah penyanyi remaja yang imut ini menjadi idola yang paling digilai oleh ramaja di dunia. Karena itu tak salah dua penerbit di Indonesia menjual kisah tentang Justin. Wajah yang imut itu tak pelak menjadi sampul yang memang jualan menggiurkan. Secara substansi, dua buku ini tak ada bedanya. Cuma, teknik penulisan Never Say Never dibuat bergaya novel, sementara First Step 2 Forever bergaya buku harian yang oleh sebab itu diklaim sebagai otobiografi.

Tuhfat

karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Resensi ditulis oleh Heri Ruslan

Dimuat REPUBLIKA, 27 Februari 2011

Kitab atau buku yang terdiri dari 17 bab itu merupakan kitab klasik ihwal pendidikan anak. Juga disertai hukum-hukum fikih hingga kiat-kiat praktis mendidik anak. Lebih jauh, Ibnu Qayyim mengupas ragam argumentasi yang memperkuat perintah memperbanyak keturunan dan dasar filosofis di balik amar tersebut.

Six Suspects karya Vikas Swarup  (Bentang, Yogyakarta, 2010)

Resensi ditulis oleh Satmoko Budi Santoso

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 27 Februari 2011

Novel terjemahan ini memberikan pembelajaran memikat soal kompleksitas cerita. Bagai tumpang tindih, banyak persoalan berkelindan dalam satu buku novel. Sesuai judulnya, novel ini bercerita tentang 6 tersangka dalam pembunuhan seseorang yang bernama Vicky Ray. Vicky seorang play boy kaya raya yang membangun imperium industri dari nol. Ia terlibat dalam insider trading di bursa saham. Sampai-sampai ia juga menggelapkan pajak, menyuap pejabat dan mengakali pajak perusahaan. Perbuatan ala mafioso semacam itu masih dipersering dengan melakukan pelecehan dan pembunuhan terhadap orang-orang kecil. Anehnya, ia tak pernah tertangkap, selalu berhasil menemukan celah keluar dari jangkauan hukum.

Self Publishing: Kupas Tuntas Rahasia Menerbitkan Buku Sendiri karya Miftachul Huda (Samudra Biru, 2010)

Resensi ditulis oleh Siti Khulashoh

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 27 Februari 2011

Buku bergenre PANDUAN atau HOW TO ini mengajak pembaca yang memulai menulis buku untuk menerbitkannya sendiri. Bisa? Ya, tentu. Setelah menjelaskan serba-serbi self publishing, penulis meloncat bagaimana mencari jalan pemasaran. Semuanya diramu dengan bahasa yang luwes. Buku ini membuat profesi kepenulisan tiba-tiba menjadi begitu gampang.

Buku-Buku Biografi Pasca G 30 S

Resensi ditulis oleh oleh Bonnie Triyana

Dimuat TEMPO, 28 Februari 2011

Setelah kejatuhan Soeharto, paling tidak lebih dari sepuluh kesaksian dalam bentuk memoar, biografi, dan aotobiografi dari mereka yang selamat (survivor) dalam pergolakan politik 1965-1969 telah diterbitkan. Beberapa di antaranya Memoar Pulau Buru karya Hersri Setiawan, Dari Salemba ke Pulau Buru karya Kresno Saroso, Dari Gontor ke Pulau Buru karya H Achmadi Moestahal, Pergulatan Muslim Komunis karya Hasan Raid, serta Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Esai-esai Sejarah Lisan yang disunting John Roosa, Ayu Ratih, dan Hilmar Farid. Buku-buku tersebut mengisahkan pengalaman kolektif survivor yang bertahan hidup dari genggaman zaman yang penuh teror, kesewenangan penguasa, penindasan, dan ketidakpastian hukum atas mereka yang dituduh terlibat dalam G-30-S 1965.

Dikumpulkan Muhidin M Dahlan

1 Comment

Baron Chaniago - 01. Mar, 2011 -

Terimakasih, resensi buku memang membantu agar konsumen selektif untuk tujuan apa ia membeli buku, informasi ini bermanfaat

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan