-->

Kronik Toggle

Gonjang-Ganjing Facebook soal Plagiarisme Taufiq Ismail

Di halaman facebook, isu plagiarisme penyair Taufiq Ismail mengemuka. Dugaan itu terkait dengan karyanya yang berjudul “Kerendahan Hati” itu mirip dengan puisi berjudul Be the Best of Whatever You Are karya Douglas Malloch.

Menurut pengamat Sastra Indonesia Katrin Bandel, seperti tertulis di dinding Facebook-nya, kedua puisi itu hampir sama. “Jelas tidak sah da tidak etis kalau diakui sebagai karya sendiri. Judul puisi memang tidak sama, mungkin agar tidak mudah ketahuan. Ironisnya, judul puisi Taufiq justru: ‘Kerendahan Hati’. Hahahaha,” jelas Katrin.

Jika benar tuduhan itu, maka penyair Ismail, sebagaimana dituliskan perupa Dadang Christanto, adalah seniman pecundang dan tak mengherankan kreativitas dan tindakannya mencerminkan kepecundangannya itu.

Di dinding Facebook-nya, Bramantyo Prijosusilo mengatakan Ismail bukan sekarang saja njiplak. “Sajak ‘Kerendahan Hati’ banyak dikutip dan didakwahkan ke mana-mana oleh penggemarnya. Seseorang memberitahu aku bahwa dia njiplak dan karena aku sebel dengan kelakuan dia nggencet-nggencet Lekra, bahkan terakhir orang-orang eks Bumi Tarung yang sudah sepuh-sepuh mau dikerjainya. Jadi, kuumumkan sebisaku bahwa Ismail ini memang otak kurap,” tulisnya menggugat.

Sementara budayawan Halim H.D. dengan keras berkomentar di dinding Facebook Katrin Bandel: “Apa yang gak dilakukan oleh Taufiq. Memfitnah saja dikerjakannya. Menista kemanusiaan saja dilakukannya.” (GM/IBOEKOE)

2 Comments

Teja alhabd sang kejora - 02. Apr, 2011 -

‘Kerendahan Hati’.
Taufik Ismail perlu bicara jujur dan lantang jika di sisa umur tidak ingin ternodai.

nassirun purwokartun - 04. Apr, 2011 -

sabar pak taufiq, hal macam ini dah biasa. ingat waktu kasus lekra dulu. mereka suka nuduh plagiat, hanya untuk menghancurkan nama! aku percaya pak taufiq jujur. amin

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan