-->

Kronik Toggle

DKI Klaim Hibah ke PDS HB Jassin Sebesar Rp 200 juta

JAKARTA-DINAS Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta memastikan tidak memangkas dana hibah yang tiap tahun diberikan kepada Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang berada di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Kepala Disparbud DKI, Arie Budiman saat dihubungi Jurnal Nasional, Sabtu (19/3), mengatakan, anggaran hibah yang diberikan Pemprov DKI sebesar Rp 200 juta untuk tahun 2011 dari usulan sebesar Rp 950 juta.

Arie membantah bila ada yang mengatakan anggaran ke PDS tersebut hanya Rp 50 juta. Kabar pemangkasan anggaran tersebut muncul dari beberapa kalangan sastrawan di dunia maya seperti twitter dan facebook. Mereka memprihatinkan adanya pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemprov DKI, bahkan mereka  sampai membentuk gerakan peduli koin sastra.

Arie yang baru pulang dari Berlin, Jerman terkejut mendapat telepon dari beberapa media yang menanyakan soal pemotongan anggaran tersebut. Ia memahami keluh kesah para sastrawan yang peduli terhadap keberadaan PDS. Namun begitu, kata Arie, tidak tepat bila pihaknya dianggap tidak peduli terhadap PDS.

“Kita pastikan, tidak akan ditutup. Komitmen Pemprov tinggi karena memang ada wewenang dinas,” kata dia, di Jakarta.  Tahun kemarin, Pemprov memberikan dana hibah sebesar Rp 300 juta.

Arie mengatakan, meskipun PDS HB tidak secara struktural di bawah pengelolaan Disparbud DKI, secara fungsional PDS termasuk bagian dari kebudayaan. Maka dari itu, pihaknya memiliki komitmen untuk ikut membantu dan melestarikan.

“Makanya menjadi tugas saya sebagai institusi untuk mengkoordinasikan keberadaan PDS HB Jassin. Sebetulnya tidak ada garis komando ke situ,” katanya.

Menyangkut dana hibah, kata Arie, sebetulnya hal itu ada aturan mekanismenya. Pemprov DKI tak bisa memberikan dana hibah ke suatu instansi dalam jangka waktu dua tahun berturut-turut. “Tapi  karena komitmen kami, mereka sudah belasan tahun masih diberi. Kalau kemudian seolah-olah kami dianggap yang bersalah, sepertinya salah alamat,” katanya.

Sebab, menurut dia, dana hibah tersebut nilainya bisa naik turun menyesuaikan nilai APBD. Dari jumlah pengajuan pihak pengelola PDS, pihaknya kemudian menyampaikan ke tim anggaran yang mengurus APBD di pihak eksekutif.

“Beberapa pun usulan, kami sampaikan. Persoalan pengambilan hibah itu bukan di dinas. Ini kan seolah-olah ada di kami. Padahal soal anggaran hibah itu adanya di BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah),” kata dia.

Kepala Perpustakaan PDS HB Jassin, Endo Senggono mengaku belum tahu menahu ada pemberitaan tentang anggaran subsidi dari Pemprov dipotong. “Saya malah belum tahu. Soal jumlah anggarannya saya belum baca SK-nya, kemarin Jumat (18/3) saya pulang lebih awal,” katanya saat dihubungi Jurnal Nasional.

Endo mengatakan, pihaknya memang merasa kekurangan dalam soal anggaran untuk perawatan dan operasional. Anggaran yang ada terbilang kecil tiap tahunnya. Apalagi ke depan ada rencana proses dokumentasi menggunakan sistem digital.

“Anggaran rendah tapi kan kebutuhan selalu banyak. Kami mengerti dengan kondisi Pemda,” katanya. Menurutnya, dengan jumlah dana hibah yang selama ini diberikan memang bisa berjalan untuk operasional. “Tapi ya dicukup-cukupin,” katanya.

Selama ini, PDS menyangkut anggaran kegiatan berasal dari subsidi Pemprov DKI, sumbangan dan donatur. Endo tidak bisa memastikan berapa sebetulnya anggaran yang ideal, karena tidak pernah menghitungnya.

Sementara itu, untuk mengkonfirmasi proses penggaran dana hibah tersebut Jurnal Nasional mencoba menghubungi Kepala BPKD, Sukri Bei. Namun, hingga berita ini ditulis, pihaknya tidak menjawab telepon dari Jurnal Nasional.

PDS H.B. Jassin awal mulanya dokumentasi pribadi H.B. Jassin. HB Jassin populer dengan julukan sebagai Paus Sastra Indonesia. Sejak tahun 1930-an, ia melakukan proses dokumentasi sastra.

Tapi kemudian, sejak tahun anggaran 1977/1978 baru ada perhatian dari Pemprov DKI untuk ikut mendukung keberadaan PDS. Makanya, Pemprov selalu memberikan dana hibah ke Yayasan Dokumentasi Sastra HB Jassin.

*) Jurnal Nasional 19 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan