-->

Kronik Toggle

Dekanat UI Larang Diskusi Dua Novel Okky

JAKARTA–Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Indonesia, Depok  menyelenggarakan diskusi novel “Entrok” karya jurnalis Okky Madasari pada 28 Maret 2011. Tampil sebagai pembicara Dosen FIB Donnny Gahral dan Ibnu Wahyudi.

Sementara 29 Maret diskusi novel 86 dari penulis yang sama menghadirkan pembicara Prof Tommy F Awuy dan sastrawan Damhuri Muhammad.

Publikasi untuk dua acara bedah buku itu sudah lama. Dua baliho besar dipasang di kampus. Satu di depan stasiun UI dan satunya di FIB. Selain diskusi, ada bazaar buku murah.

“Senin kemarin, tempat sudah siap. Bazaar sudah digelar. Peserta sudah pada datang. Tidak hanya dari UI, tapi dari kampus-kampus lain seperti UNJ dan UIN. Pembicara juga sudah siap. Perwakilan Dekanat datang, katanya diskusi tidak bisa dilaksanakan karena sedang UTS. Panitia sudah mohon-mohon tetap gak bisa. Diancam dibekukan kala melawan,” jelas Okky menceritakan pembatalan diskusi dua novelnya

Menurut Okky, dosen-dosen yang jadi pembicara juga merasa heran. Mereka bertanya, sejak kapan ada aturan UTS tak boleh ada kegiatan. Faktanya, pada hari yang sama ada dua kegiatan diadakan di kampus.

Larangan bedah novel ini kemudian menjadi perbincangan ramai di microblogging Twitter. Seperti di Retweet Gus Sholah, Fadjroel, Indra Pilliang, dan lain-lain.

“Ada alasan baru muncul lagi. Katanya, panitia terlambaat mengurus izin ruangan. Faktanya, pagi sebelum diskusi panitia sudah mengantongi izin, lalu dicabut lagi pas diskusi mau dimulai. Faktanya juga, pada Senin itu, peserta dan pembicara termasuk panitia boleh nongkrong-nongkrong di ruangan, asal tidak diskusi,” tutur Okky. (GM/IBOEKOE)

2 Comments

Amang Suramang - 31. Mar, 2011 -

Memalukan! Institusi berpendidikan sekelas UI memberi alasan yang tidak masuk akal untuk melarang diskusi buku. Larangan tidak boleh ada kegiatan selama UTS itu sama sekali tidak masuk akal.

Bima Putra - 01. Apr, 2011 -

Memang memalukan, pihak dekanat mencari-cari alasan melarang diskusi buku yang tidak masuk akal. Memberi ijin lalu dicabut, melarang sebuah kegiatan sambil membiarkan kegiatan di lokasi lain tetap berjalan. Pihak dekanat ingin membodohi. Ironis.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan