-->

Kronik Toggle

Buku 'Mereka Harus Dibunuh' Mulai Diburu di Bandung

Bandung – Buku berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin’, mulai diburu konsumen di Sentra Buku Palasari Bandung. Buku yang menghebohkan karena disisipkan bom itu mengundang rasa penasaran.

Sejumlah pedagang di Sentra Buku Palasari, Jalan Pasari, Kota Bandung, mengaku sudah didatangi para konsumen yang menanyakan buku tersebut.

“Baru buka saja, tadi sudah dua orang yang mencari buku ‘Mereka Harus Dibunuh’. Tapi bukunya belum ada. Saya juga penasaran,” ujar salah satu penjual buku, Agung Mulya (42), saat ditemui di tokonya, Rabu (16/3/2011).

Ia mengaku belum tahu apakah buku itu bakal beredar di pasaran atau tidak. Namun, menurut Agung, biasanya buku heboh yang mengundang perhatian masyarakat bakal ramai dijual.

“Biasanya, seminggu setelah buku itu jadi perbincangan orang, maka akan muncul dan beredar luas,” papar Agung.

Senada diungkapkan Yana Supriatna (45), penjual buku di Palasari. Menurut dia, buku yang bikin geger kemarin itu belum terlihat dijual di toko-toko buku.

“Kalau yang menanyakan sih ada. Hari ini saja sudah ada dua orang yang mencari buku itu. Ya, mungkin banyak konsumen yang sekarang penasaran,” jelas Yana.

Meski begitu, Yana tidak bisa memastikan apakah buku yang kini jadi perbincangan oleh masyarakat bakal terpampang di tokonya. “Saya masih ragu, apakah buku itu benar ada atau tidak. Maksudnya, diterbitkan secara resmi oleh penerbit,” terangnya.

Pantauan detikbandung, seluruh toko buku yang berada di Sentra Buku Palasari Bandung belum ada yang menjual buku tersebut.

Pada hari Selasa (15/3/2011) lalu ditemukan tiga paket buku berisi bom di Jakarta. Bom pertama ditujukan kepada tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla. Bom in sempat meledak di Utan Kayu dan melukai 5 orang. Bom itu disisipkan pada buku berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin’. Buku itu memiliki tebal setebal 412 halaman.

Bom kedua ditujukan kepada Kalakhar BNN Gories Mere, bom ini berhasil diamankan Tim Gegana. Sementara bom ketiga ditujukan kepada Japto S Soerjosoemarno, bom ini berhasil dijinakkan tim Gegana Mabes Polri.

(bbn/bbn)

*) Detik bandung, 16 Maret 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan