-->

Kronik Toggle

Bom Buku untuk Ulil

JAKARTA — Ulil Abshar Abdalla menduga ada motif politik di balik pengirim paket berisi bom untuk dirinya. Dugaan itu didasari keaktifan dirinya selama setahun di Partai Demokrat. Selama di Demokrat, salah satu Ketua DPP Partai Demokrat itu termasuk orang yang bersuara keras agar Presiden Yudhoyono melalukan reshuffle di kabinet.

“Selama 10 tahun saya bergerak di bidang pemikiran Islam di Jaringan Islam Liberal (JIL), tidak pernah ada kejadian seperti ini,” kata Ulil Abshar Abdalla saat diwawancarai Lucia Saharui dari Metro TV melalui saluran telepon, Selasa (15/3). Sebuah paket bom yang diduga berisi bom untuk Ulil meledak di Kantor Berita Radio 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (15/3) sekitar pukul 16.10 WIB. Empat korban terluka, salah satunya Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur.

Ulil menjelaskan, sebelum bom meledak ia mendapatkan kabar dari koleganya di JIL bahwa ada kiriman paket. Namun, karena isinya mencurigakan ia meminta agar menghubungi polisi. Saat dibuka, paket itu meledak. Ulil menjelaskan, dalam paket itu tertera pengirim dari Bogor. Ada pula nomor telepon seluler yang bisa dihubungi. Ulil tidak berinisiatif mengontak nomor telepon itu. “Biar itu menjadi urusan polisi,” kata Ulil.

Ulil memuji polisi yang tanggap bergerak. Ia mengucapkan bela sungkawa kepada korban. Menurut Ulil, ia tidak kenal dengan pengirim paket itu. Dalam paket itu ada sebuah buku berjudul “Mereka Harus Dibunuh” yang ditulis Sulaiman Azhar Lc. Di dalam buku itu ada daftar nama-nama orang di Indonesia yang layak dibunuh. Ulil mengaku tidak pernah dihubungi terkait permintaan membuat kata pengantar buat buku tersebut.

Meskipun mendapatkan ancaman, Ulil menegaskan, ia tidak merasa terancam. “Buat saya tidak terlalu penting, biar ini jadi tugas polisi. Kalau isu politik, setelah isunya habis ancaman akan hilang. Saya tidak merasa terancam,” kata Ulil. a berharap ancaman ini tidak berlanjut. Terkait ledakan itu, Ulil juga tidak ada rencana khusus. Hari ini ia tetap berkativitas seperti biasa. “Masih ada banyak acara. Tidak ada pengaruh sedikitpun dengan peristiwa itu,” kata Ulil.

Sumber: Metro TV News

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan