-->

Lainnya Toggle

Trilogi Kabar Tuhan Pelacur Adam

IMG_5887

(1) Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur: Memoar Luka Seorang Muslimah

Penulis: Muhidin M Dahlan | Penerbit: ScriptaManent | Cet. 1 (2003), Cet. 17 (2010) | Tebal: 261 hlm | ISBN: 978-979-99461-1-9 | Ukuran: 12×19 cm | Harga: Rp 34.000 (SOFTCOVER) | Rabat: 30 % (belum termasuk ongkos kirim)

Dia seorang muslimah yang taat. Tubuhnya dihijabi oleh jubah dan jilbab besar. Hampir semua waktunya dihabiskan untuk sholat, baca al-qur’an dan berdzikir. Dia memilih hidup yang sufistik yang demi ghirah kezuhudannya kerap dia hanya mengkonsumsi roti ala kadarnya di sebuah pesantren mahasiswa. Cita-citanya hanya satu : untuk menjadi muslimah yang beragama secara kaffah.

Tapi di tengah jalan ia diterpa badai kekecewaan. Organisasi garis keras yang mencita-citakan tegaknya syariat islam di Indonesia yang di idealkannya bisa mengantarkannya berislam secara kaffah ternyata malah merampas nalar kritis sekaligus imannya. Setiap tanya yang dia ajukan dijawab dengan dogma yang tertutup. Berkali-kali di gugatnya kondisi itu tapi hanya kehampaan yang hadir. Bahkan Tuhan yang selama ini dia agung-agungkan seperti “lari dari tanggung jawab” dan “emoh” menjawab keluhannya.

Dalam keadaan kosong itulah dia terjerembab dalam dunia hitam. Ia lampiaskan frustasinya dengan free sex dan mengkonsumsi obat-obat terlarang. “Aku hanya ingin Tuhan melihatku. Lihat aku Tuhan! Kan kutuntaskan pemberontakanku pada-Mu!” katanya setiap kali usai bercinta yang dilakukannya tanpa ada secuilpun rasa sesal. Dari petualangan seksnya itu tersingkap topeng-topeng kemunafikan dari para aktivis yang meniduri dan ditidurinya – baik aktivis sayap kiri maupun sayap kanan (islam) – yang selama ini lantang meneriakkan tegaknya moralitas. Bahkan terkuak pula sisi gelap seorang dosen kampus Matahari terbit Yogyakarta yang bersedia menjadi germonya dalam dunia remang pelacuran yang ternyata anggota DPRD dari fraksi yang selama ini bersikukuh memperjuangkan tegaknya syariat islam di Indonesia.

Lihat review novel ini: DIANA AV SASA (KLIK)

Lihat review novel ini: WIDYOHARJONO (KLIK)

Lihat review novel ini: ELSA NUR S FARUK (KLIK)

Lihat review novel ini: MUHAMMAD SHIDDIQ AL-JAWI (KLIK)

* * * * * * * * * * * *

(2) Kabar Buruk dari Langit: Luka Cinta Pencari Tuhan

Penulis: Muhidin M Dahlan | Penerbit: ScriptaManent | Cet. 1 (2005) | Tebal: 562 hlm | ISBN: 978-979-99461-0-7 | Ukuran: 12×19 cm | Harga: Rp 55.000 (SOFTCOVER) | Rabat: 30 % (belum termasuk ongkos kirim)/JIKA MASIH ADA STOK

Di helai-helai halaman novel ini, sejarah penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara dimampatkan. Tapi bukan sejarah penyebaran Islam yang lurus dan adem ayem seperti yang biasa kita dengar, melainkan kilasan sejarah yang penuh intrik, pertarungan, dan tentu saja berdarah-darah, antara dua model pemahaman Islam yang bertumpu pada syari’ah dan fiqih dengan sebuah model pemahaman Islam yang lebih bertopang pada laku ibadat yang personal dan penuh mistik: ajaran wahdatul wujud (manunggaling kawulo lan Gusti).

Tokoh utama novel ini adalah seorang yang pernah menjadi wakil Kota Kudus untuk belajar agama di tanah Arab. Sepuluh tahun kemudian dia kembali ke Kota Kudus. Dalam sekejap, karena kefasihan dan luasnya wawasan, dia segera menjadi salah seorang ulama muda yang disegani. Khotbah-khotbahnya selalu dikerumuni banyak jemaat. Bahkan ada yang menganggapnya Nabi rasa Jawa.

Tapi semenjak peristiwa Nuzulul Ganja, dia mulai berubah. Dia seperti terobsesi untuk mencari dan menemukan Jibril. Dia pun diusir dari Kota Kudus oleh Abu Suja’i, anggota terkuat Dewan Sembilan Kota Kudus, karena nekat masuk ke masjid dengan menuntun seekor anjing yang diklaimnya sebagai jelmaan Jibril yang kalah bertarung dengan Kurawa dan Pandawa dari dunia pewayangan.

Dia pun terus mencari Jibril. Pencariannya berujung hingga Pulau Rempah (Maluku). Setelah berhasil menikahi seorang biarawati lewat syarat (1) masuk ke dalam agama Nasrani, (2) membakar al-Qur’an dan (3) memelihara babi selama setahun, dia kembali ke Jawa. Sesampainya di sana, dia ditangkap Tentara Tuhan atas perintah Dewan Sembilan Kota Kudus. Tanpa perlawanan dia ditangkap dengan tuduhan penyebar bid’ah dan ajaran sesat. Dan seperti al-Hallaj, dia tewas di meja eksekusi setelah disiksa habis-habisan.

Lihat review novel ini: ZEN RS (KLIK)

Lihat review novel ini: AN ISMANTO (KLIK)

Lihat review novel ini: M SAFRINAL (KLIK)

* * * * * * * * * * * *

(3) Adam Hawa: Hawa Bukan Perempuan Pertama

Penulis: Muhidin M Dahlan | Penerbit: ScriptaManent | Cet. 1 (2005) | Tebal: 156 hlm | ISBN: 978-979-99461-2-3 | Ukuran: 12×19 cm | Harga: Rp 22.500 (SOFTCOVER) | Rabat: 30 % (belum termasuk ongkos kirim)/JIKA MASIH ADA STOK

Buku ini pernah mendapat somasi dari Majelis Mujahidin Indonesia (KLIK DI SINI SURAT SOMASINYA). Pemicunya adalah ketika resensi Chavchay Syaifullah (KLIK DI SINI) dimuat di Harian Media Indonesia, 6 November 2005. Berkisah tentang Adam Hawa yang tak ada dalam Kitab Suci.

Dalam resensi Endah Sulwesi (KLIK DI SINI) dituliskan: “penulisnya menyajikan dua versi “unik” mengenai penciptaan Adam. Versi pertama, ia mengartikan secara harfiah Adam yang dibuat dari tanah. Versi kedua, Tuhanlah yang “melahirkan Adam”. Karena Tuhan tak memiliki rahim dan vagina, maka Adam lalu dikisahkan lahir lewat ketiak Tuhan yang dipenuhi bulu. Sungguh imajinasi yang, hmm, nakal. Saya bisa paham jika ada pembaca yang tidak berkenan dan misuh-misuh. Saya tidak tahu deh bagaimana reaksi FPI kalau membaca novel tipis ini.”

Lihat review novel ini: ZEN RS (KLIK)

Lihat review novel ini: DAMHURI MUHAMMAD (KLIK)

———-

KECUALI BUKU PERTAMA, DUA BUKU YANG LAIN SUDAH SANGAT SULIT DIDAPATKAN DI TOKO BUKU. BILA TERTARIK? BEGINI CARA PEMESANANNYA:

1. Bagi yang tinggal di Yogyakarta bisa datang sendiri ke kios buku Gelaran Ibuku yang beralamat sama dengan Indonesia Buku. (Jl Patehan Wetan No 3, Pojok Alun-Alun Kidul, Kraton Yogyakarta)
2. Bagi yang memesan via ponsel 087839137459 (MBAK NURUL HIDAYAH), 085643553241 (KHOTIM), dan/atau surel (iboekoe@gmail.com), mohon menyebutkan judul dan jumlah eksemplar yang diinginkan. Buku langsung dikirim ke alamat pemesan jika pembayaran sudah ditransfer ke rekening Indonesia Buku.
3. Rekening I:BOEKOE: BCA 4450813791 atau BNI 0116544928 atas nama Nurul Hidayah.

2 Comments

Jovan Bayu - 02. Mei, 2011 -

Kalau buku Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur: Memoar Luka Seorang Muslimah cetakan 1 (2003) masih bisa di pesan ? Saya cari2 tapi tidak ada yang cetakan pertama.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan