-->

Kronik Toggle

Perpustakaan HB Jassin Butuh "Disuntik"

JAKARTA, Pelestarian dokumen-dokumen sastra yang otentik di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin terancam tidak maksimal. Pasalnya, dukungan dana yang didapat dari pemerintah daerah tidak lagi memadai.

“Selama ini kami dapat subsidi dari Pemprov DKI Jakarta. Ada juga donatur swasta, tetapi masih kurang. Soalnya, ruangan yang ada sempit dan biaya untuk mengelola pelestarian dokumen cukup mahal,” kata Husein Umar, Ketua Yayasan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, dalam peluncuran buku berjudul Permainan Nasib karya Dewi Asiah Rais Abin di Jakarta, Kamis (3/2/2011).

Sebagian penjualan buku yang diterbitkan Persatuan Isteri Veteran Republik Indonesia (Piveri) itu akan disumbangkan untuk perpustakaan HB Jassin. Upaya ini dilakukan Piveri untuk berkontribusi melestarikan dokumen-dokumen sastra yang bernilai sejarah tinggi.

Husein menambahkan, koleksi-koleksi di Pusat Dokumentasi HB Jassin yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta bertambah banyak. Namun, tempat penyimpanannya terbatas dan ruangan semakin sempit.

Saat ini, di pusat dokumentasi itu terdapat 20.000 buku fiksi, 12.000 buku nonfiksi, serta referensi sekitar 600 buku. Selain itu, ada juga 800 naskah drama, 16.000 kliping sastra, dan banyak lagi koleksi lainnya seperti rekaman suara, naskah-naskah tulisan tangan, naskah ketik, dan surat-surat pribadi.

“Terutama kami, ingin supaya naskah dan dokumen asli bisa tepelihara dengan baik. Karena itu, kami terus berusaha untuk menggalang dana dari donatur,” ujar Husein.

*) Disalin dari situs berita Kompas, Kamis 3 Februari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan