-->

Kronik Toggle

Novel 'Malam Terakhir Konspirasi Cinta' Di-Launching

Surabaya – Novel ‘Malam Terakhir Konspirasi Cinta’ karya Cakra Mustofa di-launching. Acara launching dibuka dengan pembacaan puisi dari beberapa seniman Komunitas Budaya Matahari yang dipandu oleh Rousdiansyah.

Menurut penulis Cakra Mustofa, novel karyanya ini berlatar belakang situasi dan gejolak politik era reformasi 1998. Dia mengaku bahwa novel yang ditulis itu terinspirasi dari dari teman-teman pergerakan mahasiswa pada waktu itu.

“Novel malam terakhir sebenarnya terinspirasi dari kisah nyata gejolak politik dan roma cinta teman-teman pergerakan mahasiswa pada reformasi 1998, sehingga mendorong aku untuk menulisnya,” kata Cakra Mustofa (40), kepada para tamu di-launching novelnya, di taman Toko Buku Toga Mas Jalan Pucang Anom Timur No 5, Surabaya, Sabtu (26/2/2011).

Sedangkan untuk judul novel Malam Terakhir Konspirasi Cinta setebal 214 halaman, Cakra Mustofa menjelaskan dalam alur cerita novel memang setiap konflik, intrik dan cinta selalu diakhiri pada malam hari.

“Untuk judul novel Malam Terkakhir Konspirasi Cinta, au mengambilnya memang setiap konflik dan intrik cinta, memang selalu diakhiri pada malam hari, memang bukan setiap malam tetapi selalu diakhiri pada setiap malam dari malam pertama hingga malam terakhir,” ujar Cakra Mustofa, yang juga pendiri Komunitas Budaya Matahari.

Sebelumnya, Cakra Mustofa sendiri telah menerbitkan beberapa novel seperti Sang Penyair, Takdir, Demi Cinta Atas Nama Tuhan, dan Malam Terakahir Konspiransi Cinta, yang menurutnya dari novel yang terakhir ini sangat berbeda dari novel-novel sebelumnya.

Dari terbitan novel saya yang kesatu, kedua dan ketiga dan ini adalah terbitan yang keempat, sangat berbeda dan sangat menyimpang dari terbitan yang terdahulu. Karena isinya lebih banyak intrik, cinta, politik militerisme dan kekuatan kita. “Sebelumnya memang saya lebih banyak berisi cinta dan keTuhanan” tambahnya

Selain me-launching novel Malam Terakhir konspirasi Cinta, rencananya novel itu akan ditayangkan dalam bentuk sinetron FTV yang saat ini sedang dalam penggarapan.

“Kita rencananya akan menayangkan juga ke sinetron kisah novel ini, yang saat ini masih dalam penulisan scenario,” ujar Cakra Mustofa, yang mempunyai tanggal lahirnya sama dengan kematian Kahlil Gibran 10 April.
(bdh/bdh)

*) Detik surabaya, 26 Februari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan