-->

Lainnya Toggle

Kompas Mencabut Cerpen Plagiat Dadang Ari Murtono

Oleh Bamby Cahyadi
Bamby1Minggu, 6 Februari 2011. Malas sekali bangun pagi, hujan mengguyur Jakarta dari tengah malam hingga pagi hari. Dengan mata setengah terbuka aku bangun, loper koran langgananku tengah menggedor-gedor pintu rumah (padahal tersedia bel yang berbunyi ding-dong).

Lantas masih dengan mata sepet akibat belek, aku terima 7 koran minggu. Kompas menjadi pilihan pertama yang kubuka, lalu dengan tergesa membuka halaman cerpen. Cerpen Andrei Aksana (Kain Perca Ibu), sebuah pilihan cerpen yang aman dan adem (setidaknya begitu pendapatku).

Di bawah cerpen Andrei Aksana, terpampang tulisan yang sangat kecil berupa pemberitahuan. Begini isinya:

Pemberitahuan:

Setelah melakukan pengkajian dan menimbang berbagai masukan, cerpen Perempuan Tua dalam Rashomon tulisan Dadang Ari Murtono, yang dimuat Kompas Minggu (30/1), dinyatakan dicabut dan tidak pernah termuat dengan berbagai alasan.

Redaksi.

Di luar rumah, hujan telah berhenti menetes. Aku mengambil laptop dan mulai mengupdate statusku, sebagaimana minggu-minggu kemarin. Kemarin. Dan kemarinnya lagi.

Sumber: Note Facebook Bamby Cahyadi

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan