-->

Kronik Toggle

DPRD Garut Desak Penarikan Buku SBY

Garut – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Garut, Jawa Barat, meminta Dinas Pendidikan setempat untuk menarik buku-buku seri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang menerima dana alokasi khusus dari pemerintah pusat.

“Bila ini dibiarkan bisa masuk dalam kategori kampanye terselubung,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Helmi Budiman, kepada Tempo, Jumat (4/2).

Menurut dia, buku tersebut sarat dengan nuansa politis. Bahkan dia menduga beredarnya buku ke sekolah terkait instruksi dari Kementerian Pendidikan ke tingkat daerah. Soalnya buku ini beredar di sekolah yang menerima dana alokasi khusus saja.

Selain itu, buku berjilid karikatur SBY ini tidak berhubungan dengan peningkatan mutu pendidikan. Karena bila ditinjau dari isi bukunya tidak berkaitan dengan kurikulum pembelajaran siswa SD dan SMP. Bahkan tutur bahasanya pun akan sulit dimengerti siswa.

Karena itu, para anggota Dewan berencana untuk memanggil Dinas Pendidikan setempat terkait beredarnya buku-buku seri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Kami akan menanyakan kenapa ini bisa terjadi. Seharusnya buku yang disalurkan ke sekolah itu berdasarkan kebutuhan sekolah yang bersangkutan,” ujar Helmi.

Helmi juga meminta masyarakat dan aparat penegak hukum untuk mengawasi peredaran buku SBY ini di tiap sekolah. Dia khawatir buku dimanfaatkan untuk kepentingan pemilihan tahun 2014 mendatang.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Eutik Karyana, mengaku belum dapat melakukan penarikan buku serial SBY. Soalnya buku tersebut telah diverifikasi oleh Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional. “Kita akan melakukan kajian positif dan negatifnya buku ini, karena buku ini bukan buku menyesatkan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Garut, sekolah dasar yang mendapatkan dana DAK ini sebanyak 241 sekolah. Tiap sekolah mendapatkan jatah dana sebesar Rp 260 juta yang digunakan untuk pembangunan ruang perpustakaan, pengadaan buku, multimedia dan alat peraga.

Sementara untuk SMP, terdapat 170 sekolah yang mendapatkan DAK. Tiap sekolah mendapatkan jatah sebesar Rp 45 juta. Dana itu diperuntukkan bagi pengadaan buku pembelajaran.

SIGIT ZULMUNIR

*) Tempointeraktif, 4 Februari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan