-->

Kronik Toggle

Cine Book Club: Film Buku Penuh Cinta (Februari)

Setiap Sabtu, pukul 19:00 (sepanjang Februari) | Studio 1 Gelaran Indonesia Buku | Jalan Patehan Wetan no. 3, Alun-Alun Kidul, Keraton Yogyakarta, Indonesia

ShakespeareBulan Februari oleh banyak pihak dianggap sebagai bulan lekat dengan simbol cinta. Tak terhitung lagi perusahaan yang memanfaatkan momen khas bulan Februari, Hari Valentin, untuk mendongkrak citra Februari sebagai bulan cinta, sekaligus produk mereka pastinya. Cine Book Club Yogya tidak berpretensi untuk menyesuaikan diri dengan strategi marketing manapun, sungguh!

Apabila kami bersama dengan Indonesia Buku mengemas konsep acara pemutaran sebulan ini kental nuansa cinta-cintaan, itu lebih sebagai ajakan bagi setiap insan penikmat buku dan film untuk menyelami makna cinta sedalam-dalamnya, tentu saja melalui medium karya sinematografis pilih tanding. Tema cinta itu bakal tetap selaras dengan misi kami melalui pemutaran film-film yang menempatkan buku dan proses kreatif sebagai poros utama kisahnya. Tak lupa, kami berusaha pula merangkul mereka-mereka yang merasa tersisih saat kawan-kawannya yang lain sibuk bercinta-cintaan. Bila malam minggu anda anggap serupa siksa kesendirian, khususnya selama bulan Februari, jangan sungkan datang!

Berikut jadwal pemutaran kami bulan ini:

FILM SATU: “Shakespeare in Love” – 5 Februari 2011 (123 min – Terj. Bahasa Indonesia)

Sutradara John Madden menampilkan sosok William Shakespeare, sang pujangga kenamaan Inggris itu dalam intepretasi yang menarik. Rupanya daya kreatifnya mencipta karya tidak jatuh dari langit, tapi lebih banyak dihasilkan melalui pengalaman hidup yang mengiris, terutama juga soal cinta. Film ini mengikuti perjalanan sang seniman dalam menghasilkan karya monumental “Romeo & Juliet” saat ia berjumpa dengan Viola de Lesseps, pujaan hati yang mustahil karena satu dan lain hal ia dapatkan cintanya. Peraih piala Oscar untuk kategori film terbaik 1998 (menaklukkan “Saving Private Ryan”) serta membuka cakrawala kita tentang cinta dan selubung proses kreatif penyair yang oleh Harold Bloom ditahbiskan sebagai puncak kanon sastra barat ini, sayang bila dilewatkan.

FILM DUA: “Il Postino” – 12 Februari 2011 (108 min – Terj. Bahasa Inggris*)

Siapa tak kenal Pablo Neruda? Apalagi bagi anda yang mengaku pelahap rakus sastra dunia. Kisah dalam film ini menggambarkan pengalaman seorang pemuda miskin anak nelayan yang bertugas mengantarkan surat-surat bagi sang penyair ketika ia menjalani penahanan politik di pulau terpencil. Seiring waktu, si tukang pos mulai mencintai puisi dan relasinya dengan Neruda makin intens ketika ia jatuh hati pada gadis pujaan hati. Barang tentu, puisi jadi sarana mengungkap perasaan, dan Neruda pakar puisi, tak kurang bekal jadi guru bagi si tukang pos. Namun, tak hanya cinta yang anda dapatkan dalam film ini. Anda juga akan menyaksikan perjuangan seorang manusia mengungkapkan identitasnya secara jujur melalui medium puisi. Film produksi 1994 ini merupakan mahakarya Michael Redford yang hingga sekarang selalu disebut dalam daftar film terbaik sepanjang masa.

FILM TIGA: “The Notebook” – 19 Februari 2011 (123 min – Terj. Bahasa Indonesia)

Kisah cinta ini dituturkan melalui buku catatan yang dibaca dua orang penghuni panti jompo. Kisah arahan Nick Cassavetes berikut merupakan tipikal kisah cinta standar, mengenai dua insan saling cinta bernama Allie Hamilton dan Noah Calhou. Seperti lazimnya pakem Shaksperean, dua insan ini tak dapat bersatu, sebab mereka memiliki perbedaan status, cerita pun bergerak berkat ujian cinta keduanya. Tapi memang yang universal masih tetap punya tenaga untuk menggerakkan kita. Buktikanlah sendiri.

FILM EMPAT: “Atonement” – 26 Februari 2011 (123 min – Terj. Bahasa Indonesia)

Diangkat dari novel luar biasa karangan Ian McEwan oleh sutradara debutan Joe Wright. Hasilnya jauh dari amatir. Jalinan kasih Cecilia dan Robbie Turner di masa Perang Dunia II, tak dianyana, akan sangat terpengaruh tindak tanduk Briony Tallis, penulis amatir penuh semangat, sekaligus adik kandung Cecilia. Salah paham yang ditimbulkan oleh Briony selaku penyampai pesan keduanya, berujung pada tragedi sekaligus aksi penebusan dosa. Pamungkas yang cocok untuk bulan penuh cinta macam Februari.

Setiap pemutaran dimulai pukul 19.00 tepat, tentunya di Gelaran Indonesia Buku Patehan. Ajak kawan, pacar, ayah-ibu, adik, kakak, paman, bibi, siapapun dia. Sebab semua pemutaran gratis, tersedia pula makanan dan minuman, serta tak lupa, beragam hadiah menarik bagi peserta diskusi usai pemutaran yang beruntung.

Mari Menonton Buku, Mari Membaca Film! (Ardyan M Erlangga/Cine Book Club)

2 Comments

Mbooh - 02. Feb, 2011 -

Mantap jaya

mendut - 05. Feb, 2011 -

“Shakespeare in Love”, film favoritku. “Il Postino” mengajariku menulis puisi. “Atonement” mengingatkanku pada cinta yang tak harus diperjuangkan, cinta tak hanya menyangkut soal hati, perasaan, batin, tapi juga pertautan pikiran

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan