-->

Kronik Toggle

Cerita 'Buku Harian' Adjie Massaid

Jakarta – Adjie Massaid atau Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1967. Aktor berdarah Jawa-Madura-Belanda itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara keluarga Raden Pandji Sujono Tjondro Adiningrat.

Ketika menginjak usia 10 tahun, saat duduk di bangku kelas 4 SD, Adjie dan keluarganya pindah ke Belanda. Di Negeri Kincir Angin itu, Adjie sempat bergabung dengan klub sepak bola Ajax Amsterdam Junior. Karier Adjie di dunia hiburan diawali dengan kegiatannya di bidang fashion. Di tahun 1980-an, Adjie aktif sebagai fotomodel.

Melalui film Cinta Dalam Sepotong Roti karya Garin Nugroho, Adjie memulai debutnya di dunia perfilman. Sejumlah film yang pernah dimainkan Adjie adalah Rini Tomboy, Asmara, dan Pengantin Cinta. Sedangkan beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Buku Harian I, Buku Harian II, Buku Harian III, Janji Hati, dan Merah Hitam Cinta.

Pada 9 Februari 1999, Adjie menikah dengan penyanyi Reza Arthamevia. Dari pernikahan itu, Adjie dan Reza dikaruniai dua orang anak, Zahwa dan Aaliya. Memasuki usia penikahan ke-6 tahun, Adjie bercerai dengan Reza dan mendapat hak asuh kedua anaknya.

Setelah bergabung dengan Partai Demokrat pada 2004, Adjie pun terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI periode 2004-2009. Dengan berlanjutnya pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang berasal dari Demokrat, berlanjut pula karier Adjie sebagai anggota Dewan pada periode 2009-2014.

Tanggal 29 April 2009, Adjie menikah dengan model sekaligus politisi, Angelina Sondakh. Dari pernikahan itu, Adjie mendapat seorang anak bernama Keanu Jabaar Massaid.

Selain aktif sebagai anggota Dewan, Adjie juga sibuk di Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia sebagai manajer tim nasional usia di bawah 23 tahun yang akan berlaga di SEA Games dan Pra-Olimpiade. Kecintaannya terhadap sepak bola ditunjukkan Adjie dalam kesehariannya. Bahkan Adjie kerap meluangkan waktu bermain futsal dengan teman-temannya.

Namun usai bermain futsal, Jumat, 4 Februari 2011, Adjie mendadak sesak napas. Dia pun mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati pada Sabtu, 5 Februari, dini hari. Rencananya, jenazah Adjie akan disemayamkan dulu di gedung Dewan sebelum dimakamkan di taman makan Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Selamat jalan Adjie.

CORNILA DESYANA | Berbagai sumber

*) Tempointeraktif, 5 Februari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan