-->

Kronik Toggle

Buku Tentang SBY Boleh Masuk ke Sekolah di Jawa Barat

Bandung – Dinas Pendidikan Jawa Barat membolehkan buku tentang profil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bahan pengayaan siswa di sekolah. Buku itu bisa dipakai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyudin Zarkasi mengatakan, sejauh ini belum ada sekolah di Jawa Barat yang memakai buku tentang SBY untuk pengayaan materi belajar siswa. Sebelumnya diberitakan, buku tentang profil dan kiprah SBY telah beredar di 87 sekolah menengah pertama di Tegal, Jawa Tengah. Namun ia mempersilakan jika ada sekolah yang ingin memesan buku yang dibiayai dari dana alokasi khusus itu.

“Tidak masalah menurut saya, buku itu untuk mengetahui pimpinannya kenapa nggak boleh,” kata Wahyudin saat dihubungi Kamis (27/1). Setiap sekolah bisa memakai tergantung kebutuhannya. Lagi pula, ujar Wahyudin, buku-buku tentang SBY itu sudah lolos seleksi di Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional.

Sementara itu, penerbit Rosda Karya Bandung menyatakan punya 10 judul tentang SBY. Seluruh buku yang disusun sejak 3-4 tahun lalu itu semula dicetak dan diterbitkan untuk kalangan umum pada 2009. Seluruhnya berjumlah 3.000 eksemplar.

Setelah lolos dari saringan di Kementerian Pendidikan Nasional dan masuk daftar buku yang boleh dipakai siswa, ke-10 judul buku tentang SBY itu siap masuk ke sekolah-sekolah sesuai pesanan pemenang tender buku pengayaan di berbagai daerah. “Sekarang sudah ada 3-6 judul buku yang dipesan vendor,” kata Toni Kurnia, juru bicara PT Rosda Karya di Bandung, Kamis (27/1). Soal berapa banyak pesanan buku itu dan daerah edarannya, ia kini belum memiliki data lengkapnya.

Toni berkisah, gagasan awal penulisan buku SBY sepenuhnya datang dari penerbit. Setelah mendapat persetujuan penulisan dari Presiden, penerbit mengajukan beberapa orang untuk dijadikan penulis. “Para penulis itu sebagian besar wartawan senior dari beberapa media cetak nasional. Mereka dipilih karena terbiasa menulis dengan baik berdasarkan data, referensi, dan nara sumber,” ujarnya.

Penerbit kemudian mengajukan 10 judul buku itu bersama judul buku lainnya ke Pusat Perbukuan Kemendiknas sebagai buku pengayaan dan buku penunjang di sekolah SD,SMP, dan SMA sederajat. “Ternyata ke-10 buku ini lulus dan layak diterbitkan sesuai dengan Surat Keputusan Kemendiknas No.3610/A8.2/LL/2009,” katanya.

Gagasan utama penulisan buku SBY, ujar Toni, agar rakyat Indonesia perlu mengetahui gerak langkah, kebijakan, program, dan kerja nyata yang dilaksanakan pemerintah. Bahan-bahan tulisannya diperoleh sesuai dengan data dan fakta dari berbagai sumber referensi seperti buku, majalah, dan koran. “Tidak benar buku tentang SBY tidak mendidik. Banyak informasi dan pengetahuan yang patut dicontoh dan diketahui pembaca yang berkaitan dengan nilai, humanis, perilaku, serta sosial dan budaya,” katanya.

Sebelumnya, Rosda Karya menyatakan telah menerbitkan buku-buku tokoh lainnya untuk pembaca umum, misalnya tentang sosok mantan Presiden Soekarno, Muhamad Hatta, Megawati, Abdurahman Wahid, Soeharto, Hamka, dan KH Ilyas Ruhyat.

ANWAR SISWADI

*) Tempointeraktif, 27 januari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan