-->

Kronik Toggle

Buku SBY Diduga untuk Diskreditkan Presiden

Jakarta – Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil menduga penyebaran buku tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sekolah-sekolah sebagai bentuk pendiskreditan Presiden.

“Jangan-jangan dilakukan sekelompok orang yang ingin menghantam SBY karena seolah-olah ingin menaikkan pamor,” kata Nasir, usai diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, hari ini, Sabtu 5 Februari 2011.

Karena itu, ia mendesak agar aparat penegak hukum menindaklanjuti penyebaran buku tersebut. “Harus dicari tahu siapa dan motifnya apa. Lacak kemudian ungkapkan ke publik,” ujar Nasir.

Tindakan tersebut harus tetap dilakukan meskipun pihak Kementerian Pendidikan Nasional telah mengatakan peredaran buku dan penetapannya sudah sesuai dengan prosedur. “Menteri kan sebagai pembantu Presiden, jadi wajar mengatakan itu,” katanya.

Seperti diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu menemukan beredarnya buku yang berisi profil Presiden Susilo Bambang Yudoyono di sejumlah sekolah yang menerima Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat.

Buku profil Yudhoyono itu didistribusikan ke sekolah sebagai penerima bantuan sejak Desember  2010 lalu. Buku itu diterbitkan oleh PT Media Tama Surakarta sebagai pemenang lelang dana alokasi khusus pada 87 sekolah menengah pertama di Kabupaten Tegal, dengan nilai anggaran masing-masing Rp 45,5 juta.

RIRIN AGUSTIA

*) Tempointeraktif, 5 Februari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan