-->

Resensi Toggle

Atala, Sebuah Epos untuk Nusantara | Totto Arahato

derma buku, GELARANIBUKU, IBOEKOEREDAKSI: Buku ini masih sebuah draft novel. Dibahas pertama kali di halaman Perpustakaan Indonesia Buku (10/02/2011) sebagai bagian dari proses pengayaan dan pengujian proses kreatif. Bahkan sejak naskah masih berada dalam sapihan. Berikut ini adalah sekilas rangkuman isi (draft) novel karya Totto Arahato.

Latar Belakang

Novel ini dilatar-belakangi oleh rasa prihatin penulis atas kondisi bangsa Indonesia yang sudah 65 merdeka namun tak kunjung berdaulat secara politik, ekonomi, dan budaya.

Menimbang bahwa SDM Indonesia yang cerdas sesungguhnya melimpah dan SDA yang meruah, tentunya ada yang keliru dalam pengelolaan negara.

Dalam hal ini penulis melakukan riset. Ia merumuskan permasalahan, solusi-solusi, dan akhirnya menyusunnya dalam bentuk novel.

Sebagai ungkapan cintanya kepada Ibu Pertiwi, penulis memaksudkan novel Atala ini sebagai prototipe (baca: wacana alternatif) sebuah negara yang berdaulat secara politik, ekonomi, dan budaya. Melalui Atala penulis menawarkan solusi-solusi atas permasalahan mendasar negara ini. Atala membangun rasa optimistis dan mengajak pembaca untuk tergerak membangun negara ini.

Sinopsis

Republik Atala gonjang-ganjing. Dari pemerintahan presiden pertama hingga terakhir, ke-10, tak satu pun mampu mewujudkan nuansa kemerdekaan yang senyatanya. Sistem pemerintahan runyam; birokrasi ber-KKN ria; negara ricuh dalam konflik-konflik internal; moral bangsa amburadul; rakyat sengsara.

Puncaknya, tindakan makar dikobarkan oleh Empati, Empat Perwira Tinggi, pada 17 Agustus 2033. Meski kudeta berdarah tersebut mampu diredam, Presiden Ali Wiratama stroke; Wapres Junaedi gagal jantung. Dalam situasi kenegaraan yang karut-marut, Jagadama, komandan Paspampres, ditunjuk oleh Presiden untuk menjalankan Pemerintahan Darurat hingga pilpres berikutnya digelar.

Pasangan Jagadama–Putritama yang dijagokan oleh Partai Jaminan Rakyat (PIJAR), partai terbesar di Atala, memenangi pemilu. Namun belum genap satu hari pelantikan Presiden RA ke-11, Istana Nagara diduduki oleh Gerakan Bersih-bersih Atala (GABA), sebuah organisasi gelap binaan Empati. Istana Nagara dapat direbut kembali, para pelaku makar pun dibekuk, namun mesti dibayar dengan nyawa sang Wakil Presiden.

Energi kesedihan dan kemarahan Jagadama alihkan dalam upaya mati-matian membangun negara. Berpedoman pada program-program pilpres ia menggelar pemerintahan bersama wapres baru, Tetuka Harimurti, beserta sepuluh genius-gila alumni RSJ Merah-Putih yang duduk dalam Kabinet Perubahan. Mereka juga dibantu oleh ilmuwan Imam Adyawarman yang berotak Edison dan Laksamana Nikola Domingo yang tegas nan pedas, bersatu-padu mewujudkan negeri yang mandiri dan makmur.

Dalam kurun waktu 25 tahun Jagadama mengelola negara, bangsanya mampu bangkit dari keterpurukan, bahkan menjadi bangsa yang maju, bangsa unggul yang disegani bangsa-bangsa lain.

Proses Kreatif

Penulis memilih genre epos berupa naskah politik-utopia yang termasuk gres dalam pasar novel Indonesia. Novel Atala dikemas dalam 9 bab yang berisi riwayat para tokoh dengan gaya penuturan yang kocak dan alur yang mengalir. Dengan demikian, penulis berharap Atala mempunyai pangsa pasar yang luas, enak dibaca oleh kalangan remaja maupun dewasa, jelata maupun akademisi.

Khazanah Pustaka

Dalam proses kreatifnya, penulis terinspirasi oleh buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found karya Prof. Arysio Santos dan artikel Sejarah Majapahit dari berbagai sumber. Untuk memperkaya data, penulis memanfaatkan terutama Wikipedia (entri: Majapahit; Gajah Mada; Pemberontakan Kuti; Sistem Politik RI; dll) dan kolom Opini Tempo dan Kompas.

Daftar Isi Novel Atala

Peta Republik Atala ~ 6
Pembuka ~ 7

1. Restorasi Atala
Dengan percaya, kita bisa! ~ 8

2.Republik Atala
Bukan romantisisme, bukan utopia ~ 18

3. Sang Putri Jelita dan Pengawal Ca’em
Pengulangan, penghalusan, pembebasan ~ 32

4. Vila Hantu
Hantu superiorisme membayangi dunia ~ 48

5. 10 Asas Skeptisisme
Lumba-lumba di matamu ~ 104

6. Kebun Mawar Kekasih
Alien kiriman dari surga ~ 120

7. Bagus di bulan Agustus
Hantu homoseksual ~ 129

8. Padam
Hitam-putih-pelangi negeriku ~ 142

9. Homo orgasmos spiritualis
Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh Negara ~ 159

Penutup ~ 172

(Fairuzul Mumtaz a.k.a Virus)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan