-->

Kronik Toggle

Anas Minta Dinas Pendidikan Tegal Jelaskan Buku Yudhoyono

Kediri -Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal diminta menjelaskan kronologis beredarnya buku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sejumlah sekolah. Hal ini untuk membersihkan citra Presiden dan keluarganya yang tidak pernah memerintahkan pembagian buku itu.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyusul peredaran buku berisi profil Susilo Bambang Yudhoyono  di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. “Dinas Pendidikan harus bisa menjelaskan hal ini agar tidak berkembang kemana-mana,” kata Anas kepada Tempo di Kediri, Selasa (1/2).

Pembagian buku tersebut, menurut Anas, tanpa sepengetahuan Presiden maupun keluarganya. Dia juga membantah hal itu sebagai bagian pencitraan keluarga Yudhoyono untuk menghadapi Pemilu 2014 mendatang.

Lebih jauh, Anas menjelaskan, Partai Demokrat memang tengah melakukan pencitraan politik saat ini. Pencitraan tersebut penting untuk menarik simpati masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan. “Hanya saja pencitraan kami berbasis kinerja, bukan asal omong,” katanya.

Disinggung persiapan Partai Demokrat menghadapi Pemilu 2014, Anas menolak menjawab. Namun dia juga tidak membantah tentang wacana pencalonan Ani Yudhoyono sebagai Presiden. “Kami memang melakukan persiapan, tapi kan tidak harus saya katakan,” katanya tertawa.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Blitar, Kediri, dan Tulungagung ini juga menyambut baik rencana organisasi Nasional Demokrat pimpinan Surya Paloh yang akan berubah menjadi partai politik. Hal itu akan menumbuhkan iklim demokrasi di Indonesia secara sehat. “Biar masyarakat yang memilih,” ujarnya.

HARI TRI WASONO

*) Tempointeraktif, 1 Februari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan