-->

Kronik Toggle

32 SMP di Cirebon Juga Terima Buku SBY

Jakarta – Sebanyak 16 Sekolah Dasar (SD) dan 32 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cirebon dapatkan buku tentang Susilo Bambang Yudhoyono. Saat ini buku-buku tersebut masih belum akan ditarik dari sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Abdul Haris, saat mengumpulkan buku-buku tentang SBY di SMP 18 Kota Cirebon, Rabu (2/2). “Seluruh sekolah yang mendapatkan buku yang alokasinya berasal dari Dana Alokasi Khusus mendapatkan buku-buku SBY tersebut,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, untuk tingkat SMP ada 8 judul buku yang dibagikan, antara lainnya berjudul “Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan” dan buku “Jalan Panjang Menuju Istana”. Masing-masing judul terdiri dari 2 buku sehingga setiap SMP mendapatkan 16 buku.

Sedangkan untuk tingkat SD ada tiga judul buku yang dibagikan, antara lainnya buku berjudul “Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil” dan buku “Menata Kembali Kehidupan Bangsa”. Masing-masing terdiri dari 5 buku sehingga ada 15 buku yang dibagikan di setiap satu SD di Kota Cirebon. Di pojok kanan atas buku, ada gambar kecil SBY yang di bawahnya bertuliskan “lebih dekat dengan SBY’.

Menurut Haris, total anggaran untuk pengadaan buku drop-dropan dari Kementerian Pendidikan Nasional itu, dananya mencapai  Rp 1,5 miliar. “Semua bersumber dari DAK,” kata Haris.

Haris menambahkan, buku-buku tersebut ada dalan Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Dalam RAB ada 3 kategori buku, yaitu buku pegangan guru, buku pengayaan dan buku referensi,” katanya. Buku-buku tentang SBY tersebut masuk dalam buku pengayaan.

Namun, lanjut Haris, dalam RAB tidak dicantumkan serial buku mengenal lebih dekat SBY. “Yang ada hanya judul bukunya saja,” katanya.

Jadi, kata dia, Dinas Pendidikan Cirebon sama sekali tidak tahu jika buku-buku tersebut mengisahkan tentang SBY. Mereka baru tahu setelah mendapatkan laporan dari pihak sekolah jika buku-buku pengayaan tersebut ternyata berkisah tentang SBY.

Menurut Haris, buku drop-dropan dari pusat itu tidak akan ditarik dari sekolah. Karena jika ditarik, maka akan mengurangi nilai DAK itu. “Sampai ada petunjuk lebih lanjut dari pusat, buku-buku itu masih akan tetap disimpan di sekolah,” katanya.

IVANSYAH

*) Tempointeraktif, 2 Februari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan