-->

Kronik Toggle

Lelang Pengadaan Buku Dimainkan

Pemenang proyek pengadaan buku SD senilai Rp 5,8 miliar di Gresik justru yang mengajukan penawaran tinggi

GRESIK – Tender proyek pengadaan tiga model buku untuk Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gresik senilai Rp 5,8 miliar diduga “dimainkan” oleh panitia lelang dan pimpinan proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Alasan penunjukan PT Alfath Putra sebagai pemenang lelang pun hingga sekarang belum jelas.

Dalam berita acara penawaran Nomor 027/1876/437.53.2/2010 tentang daftar simak kelengkapan administrasi dokumen terlihat peserta lelang yang menawar lebih rendah dikalahkan dengan peserta penawaran tinggi, meskipun dokumen peserta lelang tersebut sama-sama lengkap.

Saat dikonfirmasi Selasa (4/1), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Wanda Metini Hariadji membantah ada konspirasi dalam proses lelang pengadaan buku tersebut. “Jika memang ada ‘permainan’ tolong tunjukkan bukti-buktinya. Jika memang benar ada, akan kita adakan tender ulang,”  jawabnya singkat.

Penawaran PT Alfath Putra yang memenangkan tender  adalah Rp 5.183.200.000. Perusahaan ini berhasil mengalahkan PT Panca Karya yang mengajukan penawaran lebih rendah, sebesar Rp 4.653.100.000. PT Panca Karya dalam berita acara disebutkan ranking kedua.

Direktur PT Panca Karya, Jhoni Baskoro, menduga ada “permainan” dalam lelang pengadaan Buku Pengayaan, Buku Referensi dan Buku Panduan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut. Sebab, hingga sekarang belum ada jawaban dari sanggahan yang dia kirimkan kepada ke panitia lelang. “Ketika kami meminta klarifikasi ke panitia lelang, mereka mengaku sudah memberikan jawaban. Anehnya, ketika kami meminta bukti jawabannya, tidak ada.  Dan tiba-tiba panitia lelang meminta maaf kepada kami karena keteledorannya,” ungkapnya, Selasa. Bukti lain yang memunculkan adanya dugaan “permainan” yakni anggaran proyek tersebut sudah dicairkan. Padahal proses lelang masih belum tuntas, sebab sanggahan dari Jhoni belum mendapatkan jawaban.

“Lima hari kerja setelah muncul pemenang adalah adalah masa sanggahan. Tapi sanggahan kami tidak dijawab. Dan kabarnya dana tersebut sudah dicairkan. Padahal panitia tidak melakukan meknisme pelelangan. Kesalahan ini tidak cukup hanya untuk minta maaf karena maeyangkut aturan main proyek yang menggunakan anggaran negara” ungkap Jhoni.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam sanggahannya Jhoni meminta agar panitia lelang mengadakan tender ulang. Alasannya, proses tender dianggap telah menyimpang dari ketentuan.

Jhoni mengaku akan melaporkan panitia lelang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. “Kami yakin sekali ada “permainan” antara panitia lelang, pimpinan proyek, dan pemenang lelang,” tandasnya.sep

*) Surabaya Post, 5 Januari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan