-->

Kronik Toggle

Nuzulina: “Ketimbang mie instan, makanan di angkringan lebih sehat”

Nuzulina (Foto: Bajang/IBOEKOE)

Nuzulina (Foto: Bajang/IBOEKOE)

YOGYAKARTA — “Kalau mau beli makanan di Angkringan, kita harus bijak memilih. Yang katakanlah standar kebersihannya harus lebih baik,” kata Nuzulina pada Sarasehan Angkringan di  Perpustakaan gelaranibuku, Alun-Alun Kidul, Kraton, Yogyakarta (12/12).

Menurut pakar gizi dan tataboga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu,  angkringan bukan lagi saatnya dihindari karena identik dengan kuliner Yogyakarta. Namun yang penting untuk disoroti adalah kandungan gizi, tempat, kesehatan, dan juga piranti pada angkringan itu.

Bagi Nuzulina, ketimbang makan mie instan, jenis makanan di angkringan sudah memenuhi standar gizi, seperti nasi yang mengandung karbohidrat, tempe  dan sate usus yang mengandung banyak protein. Tinggal bagaimana kesan angkringan yang jorok itu dihindari.

“Kalau bapak-bapak mungkin nggak terlalu peduli. Yang penting sudah lapar, tinggal ambil-ambil-ambil. Lha, kalau ibu-ibu biasanya mikir-mikir. Kan nggak ada ruginya jika angkringan itu bersih,” katanya dalam sarasehan bertema “Sehat, irit ragat tur payu”..

Oleh karena itu, penjual angkringan paling tidak memiliki serbet dan menyediakan air yang bersih untuk cuci tangan. Di sini, konsumen, khususnya ibu-ibu, tak boleh pasif.

“Saya sangat anjurkan memilih angkringan yang bersih dan tertutup makanannya, apalagi di pinggir jalan. Karena banyak debu ataupun lalat yang hinggap pada makanan yang dijual. Dan untuk menghindari penyakit tentunya, misalkan kolera, diare, disentri, dan lebih bahayanya bisa terkena hepatitis dari tempat-tempat yang kurang bersih,” lanjut Nuzulina.

Misalkan kita membeli minuman di angkringan. Kita tidak tahu bahwa orang yang minum dari gelas yang sama itu punya penyakit tertentu. Karena itu, sudah menjadi kewajiban pengusaha angkringan seminggu sekali disikat sampai kerak-kerak yang ada pada gelas hilang dan bersih. Begitu pula dengan sedotan yang daur ulang.

“Saya kira pengusaha angkringan memperhatikan kebersihan itu agar konsumennya tetap sehat mengonsumsi. Kan kita punya tanggung jawab moral menjaga kepercayaan para pembeli,” katanya.

Acara yang diselenggarakan Balai Belajar Bersama Angkringan Buku itu juga menampilkan pembicara lain seperti seniman Bondan Nusantara dan pengusaha angkringan Eni Suprihatin. (Iffah Karimah/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan