-->

Kronik Toggle

Novel Tentang PSK Dolly Dibedah di PBIC

SURABAYA, I:BOEKOE – Tidak semua perempuan yang masuk ke dunia prostitusi didasari oleh perasaan senang. Banyak perempuan yang terpaksa menjajal dunia prostitusi dengan alasan kebutuhan hidup dan penipuan perdagangan manusia.

Mereka ingin keluar, namun terkendala oleh lingkaran setan mucikari dan desakan kebutuhan hidup. Masalah klasik ini membuat penutupan daerah lokalisasi prostitusi menjadi tidak mudah karena menyangkut konsekuensi psikologi, ekonomi, dan sistem yang saling terkait.

Isu ini mengemuka dalam diskusi dan bedah novel Exixtere karya Sinta Yudisia yang digelar TBM @ Mall Surabaya Membaca di Pusat Buku Indonesia Cerdas, Kapas Krampung Plaza, Surabaya siang ini (4/12).

Hadir dalam diskusi ini Yoris dari Yayasan Hotline Surabaya dan Milla (nama samaran) seorang mantan pekerja seks komersial (PSK) yang memberikan testimoni tentang pengalamannya bergelut dengan dunia prostitusi.

Existere berasal dari kata eksis atau eksistensi, yang berarti ada atau keberwujudan. Sinta mengartikan existere sebagai orang yang mengorbankan diri sendiri untuk orang lain. Sebagaimana salah satu tokoh dalam novelnya yang menjadi PSK karena harus menghidupi anaknya yang ditinggalkan suami dan juga orangtuanya.

Sinta menulis novel ini berdasarkan pengamatan dan cerita dari para mantan PSK baik di lokalisasi Dolly maupun tempat-tempat lain di beberapa kota. Kebetulan SInta banyak berkecimpung dalam organisasi yang fokus pada hak perempuan, pencegahan HIV dan perdagangan manusia. Butuh 3 tahun untuk menyelesaikan Existere.

“Saya ingin mempersembahkan sesuatu bagi saudara-saudara kita di Dolly lewat karya ini. Bahwa sekejam apapun yang terjadi di dunia ini, masih ada tempat untuk kembali.” ungkap Sinta saat ditanya tujuannya menulis novel ini.(DS)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan