-->

Kronik Toggle

Makan dan Belajar Bersama di Angkringan Buku

AngkringanYOGYAKARTA — Balai Belajar Bersama Angkringan Buku diresmikan Kepala Bidang PNFI Dinas Dikpora Propinsi DIY Endro Santoso di Perpustakaan Gelaranibuku, Kraton, Alun-Alun Kidul, Yogyakarta (4/12). Hadir dalam acara peresmian ini Lurah Patehan dan Ketua RT/RW Kelurahan Patehan. Selain itu, hadir juga sejumlah warga dan beberapa komunitas kreatif, di antaranya Taman Bacaan Masyarakat Patehan Kidul, Taman Bacaan Masyarakat Nagan, Rumah Puitika, Cine Book Club, Kelompok Seniman dan santri-santri dari Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari.

“Ini usaha luar biasa dan positif untuk mendekatkan warga masyarakat, khususnya di Patehan. Selain untuk mengembangkan minat membaca, juga menulis dan berusaha mandiri. Apalagi salah satu programnya adalah menulis sejarah kampung Patehan. Saya menyambutnya dengan sangat antusias,” kata Lurah Patehan Risdodo.

Kepala Bidang PNFI Dinas Dikpora Propinsi DIY Endro Santoso dalam sambutannya mengharapkan Balai belajar Bersama Angkringan Buku Yayasan Indonesia Buku ini bisa menjadi contoh bagi Yogyakarta dan sekaligus perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta dalam hal inovasi dalam dunia literasi.

“Di Indonesia baru ada 51 lembaga Rintisan Balai Belajar. Di Yogyakarta ada dua. Salah satunya adalah Angkringan Buku,” harap Endro di hadapan warga yang menghadiri acara peluncuran Angkringan Buku.

Literasi Berbasis Angkringan

Balai Belajar Bersama Angkringan Buku adalah konsep balai belajar yang digagas Yayasan Indonesia Buku bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat. Balai ini bertujuan mendekatkan serta mengembangkan tradisi keberaksaraan di masyarakat dengan model pendekatan baru, yaitu pendekatan melalui tradisi angkringan (traditional cafe).

Angkringan Buku bukan berarti gerobak/warung angkringan yang berisi buku. Angkringan buku tetap menyajikan kuliner khas angkringan, tapi dengan tampilan beda. Fisik angkringan didesain perupa Dipo Andy, sekaligus menjadi karya instalasi seni publik yang bergerak yang ditempatkan di tiga titik, yaitu di Patehan, di Kampung Cyber/Taman Sari, dan di Ngadisuryan. Semuanya di seputaran Kraton Yogyakarta.

Pengelola umumnya diambil dari kelompok muda-mudi/Balai Taruna. Indonesia Buku hanya melakukan tugas koordinatif.

“Dengan adanya kegiatan ekonomi angkringan ini diharapkan bisa menumbuhkan sikap kemandirian dan wirausaha di kalangan generasi muda,” kata Nurul Hidayah, ketua program Rintisan Angkringan Buku Indonesia Buku.

Nurul menambahkan, bersama Balai Taruna di Kelurahan Patehan, Indonesia Buku juga akan menggagas program bersama, di antaranya Seminar Pengelolaan Angkringan yang rencananya akan digelar pada tengah Desember ini.

Selain makanan khas angkringan,  di Angkringan  Buku juga dijual buku dengan harga angkringan, yaitu berkisar Rp 1.000 sampai Rp. 2000. Buku kecil di bawah bendera penerbitan Indonesia Buku Kecil/[i:boecil] yang meliputi tema di antaranya Humor, Sastra, Sejarah, dan Tokoh.

“Angkringan Buku juga dilengkapi dengan Televisi dan CD Player. Kedua perangkat ini diharapkan bisa mendukung kegiatan keaksaraan,” ujar Nurul.

Menulis Sejarah Kampung

Sebelumnya, Balai Belajar Bersama Angkringan Buku bersama muda-mudi Kelurahan Patehan sudah melaksanakan kegiatan Belajar Bersama “Menulis Sejarah Kampung Patehan”.  Hasil dari Belajar Bersama ini nantinya menjadi sebuah buku Sejarah Kampung Patehan yang ditulis angkatan muda Kelurahan Patehan. Kegiatan ini dimulai pada awal Bulan November 2010 dan saat ini sedang dalam proses transkrip wawancara dan penulisan.

“Kegiatan menulis Sejarah Kampung Patehan adalah sebuah ikhtiar untuk memberikan makna baru bagi Kampung Patehan dengan semangat dan inisiatif dari warga Kampung Patehan sendiri. Harapannya, warga bisa lebih mengenal diri dan lingkungan dimana mereka tinggal serta  dekat dengan dunia literasi,” kata pendamping penulisan M Faiz Ahsoul.

Balai Belajar Bersama ini juga meluncurkan Radio Buku. Radio pertama yang fokus innformasinya pada dunia buku ini menggunakan jaringan internet atau biasa juga disebut radio streaming. Ada Berita Buku, ada pembacaan puisi, cerpen, cerita, juga sastra kanon. Ada diskusi buku, ada temu penulis dan program-program lain yang kesemuanya tidak akan jauh dari buku. Radio Buku: Suara Buku Indonesia begitulah jargonnya, akan on air setiap hari dari jam 16.00 WIB sampai jam 00.00 WIB.

“Kalau  radio yang mengupas buku sudah banyak, tapi sifatnya hanya merupakan bagian dari program. Paling-paling hanya seminggu sekali. Tapi radio yang setiap hari bicara tentang buku belum ada,” terang Ria Panhar yang sekaligus menjadi produser Radio Buku.

Jadi, jika Anda jalan-jalan atau melintas di Alun-alun Kidul Yogyakarta, sempatkanlah untuk singgah di Angkringan Buku. Jaraknya hanya 50 m arah tenggara Alun-Alun Selatan. Jika kebetulan hari masih pagi atau siang dan warung angkringan belum buka, Anda bisa membaca buku-buku koleksi perpustakaan Gelaran Ibuku sembari berinternet gratis, karena Gelaran Ibuku juga menyediakan WiFi.

Tapi, jika senja sudah menjelang, cukup banyak pilihannya. Mau makan, minum, nongkrong atau sekadar titip parkir, internetan, baca, semuanya bisa. Atau kalau malam Minggu bisa ikut nonton film hal-ihwal buku, proses kreatif dalam menulis di beranda Indonesia Buku yang tempatnya bersebelahan dengan angkringan. Kegiatan terakhir ini dilaksanakan oleh Cine Book Club. (GM/IBOEKOE)

3 Comments

bambang haryanto - 06. Des, 2010 -

Saya bersyukur, bisa ikut hadir. Mewakili Epistoholik Indonesia, yang jauh-jauh datang dari Wonogiri. Sambil nyeruput 2 gelas jahe panas,mengganyang bakwan, bisa ketemu sama Shola dari JojonCenter Yogyakarta ngobrolin komedi (ia bawa oleh-oleh cerita dari Bangkok, ikut konferensi akademisi membahas “Comedy in Asia”)), plus ngobrolin ide anak-anak pengguna perpustakaan sebagai petugas akuisisi/belanja buku bareng-bareng (“perwujudan mashab Perpustakaan 2.0”)sama Gus Muh, sayang rada terganggu. Listrik mati. Semoga langkah pertama ini sukses, sehingga bisa di-kloning segera di tempat lain.

Alam - 13. Apr, 2011 -

perlu dicoba.. TKP :mrgreen:

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan