-->

Tokoh Toggle

Julian Assange, Sang Pembocor

Julian Assange dan situs “whistleblowers” Wikileaks jadi topik hangat. Setelah membocorkan dokumen perang Afghanistan, pada Senin lalu dia kembali membocorkan sebanyak 251.187 dokumen yang berasal dari kawat diplomatik Kedutaan Amerika Serikat.

Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder langsung bereaksi. Dia mengatakan pemerintah Amerika sedang aktif dalam penyelidikan kriminal terkait WikiLeaks. Dua minggu lalu, pemerintah Swedia mengeluarkan “red notice” bagi Julian Assange kepada seluruh interpol.
Assange, pendiri situs pembocor dokumen negara, Wikileaks, kini menjadi buronan nomor satu dunia. Julian dituduh melakukan perkosaan, pelecehan seksual di Swedia. Tuduhan yang dibantah oleh Assange.
Meski dimusuhi banyak orang, Assange tak gentar. Dalam sebuah wawancara dengan Forbes pada 11 November lalu di London dia mengatakan tidak akan berhenti mengeluarkan dokumen rahasia. “Target berikutnya adalah bank-bank besar Amerika,” kata Assange.
Julian Paul Assange adalah seorang wartawan Australia dan aktivis internet. Dia juga seorang hacker, ahli matematika dan programmer komputer. Assange mendirikan Wikileaks pada 2006. Dia mendirikan situs itu untuk menjadi “whistleblower”  yang memerangi korupsi dan ketidakadilan yang dilakukan pemerintah atau perusahaan.
Wikileaks digambarkan sebagai wikipedia ranpa sensor yang membocorkan dokumen serta analisis. Wikileaks menjadi media untuk mengungkap informasi rahasia ke publik.
Oktober lalu, Wikileaks mempublikasikan 400 ribu dokumen, antara lain berisi laporan penyiksaan dan pemerkosaan oleh tentara Amerika di Irak. Enam bulan sebelumnya, situs itu juga mempublikasikan 90 ribu dokumen yang sama yang berkaitan dengan perang di Afganistan.
Assange, 39 tahun, lahir dan besar di Australia. Orang tuanya bertemu saat mereka sedang demontrasi menentang perang Vietnam. Ketika kecil, Assange pindah-pindah sekolah sampai 37 kali, dia kerap pindah kota karena orang tuanya menjalankan bisnis teater keliling.
Julian meninggalkan rumah pada usia 17 tahun, dia sempat kuliah di jurusan matematika dan fisika. Namun internet menjadi “cinta sejatinya”, di akhir masa remajanya dia mulai belajar membajak email.
Akibat “hobinya” ini, pada 1992, Assange berurusan dengan hukum. Assange dinyatakan bersalah atas 24 tuduhan peretasan dia pun diwajibkan membayar denda US$ 2100.
Bagi orang-orang yang pernah bekerja dengannya, Assange dikenal sebagai orang yang sangat cerdas, bersemangat dan mampu memecahkan kode-kode komputer yang rumit. Menurut reporter majalah New Yorker, Raffi Khatchadourian yang sempat plesir bareng, Assange bisa bekerja sampai lupa makan dan kurang tidur.
Assange pernah diganjar beberapa penghargaan di antaranya pada 2009 Amnesty International Media Award, majalah Inggris New Statesman juga menempatkannya sebagai 50 orang paling berpengaruh pada 2010.
Assange yang terkenal dengan rambut peraknya hidup nomaden. Dia hidup tanpa memiliki alamat rumah dan jarang tampil ke publik. Assange kadang muncul di Swedia atau Islandia, negara yang melindungi kebebasan berinternet.
“Ketika pemerintah berhenti membunuh dan menyiksa, perusahaan tidak lagi merusak sistem hukum, itulah saatnya mempertanyakan data kami,” kata Assange.
TELEGRAPH | BBC | NEW YORKER | POERNOMO GR
*) Tempointeraktif, 1 Desember 2010Julian Assange

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan