-->

Kronik Toggle

Dari Citayam ke Gunung Kidul [PUISI IN MEMORIM ASEP SAMBODJA] #2

Oleh Rama Prabu

dari citayam ke gunung kidul
membentang ruang dan waktu
ketika jalanan lengang
ketika pagi menjelang

dari berhala obama di tengah kota
kau lempar pula sepatu buat bush
karena kau dulu tak kebagian bus
jalan kaki ke salemba

kau bilang: kematian adalah kawan yang paling menenangkan
di luar itu, wajah-wajah yang mirip drakula *)

dan aku menerka-nerka siapa yang hendak kita jaga selain kemanusiaan

dulu kita bersama berkirim doa bagi gus dur
agar ingatan anak bangsa tak kendur
agar nalar tak tidur
kehilangan kemanusiaan

hari ini, ketika negara dan kita merayakan ketidaksenangan pada korupsi
kau pergi, tapi aku mencatat suaramu
dalam gema kau pernah berujar:
aku cuma seorang anjing
bukan hakim
dan hukum harus ditegakkan **)
semua demi kemanusiaan

dari citayam ke gunung kidul
cahaya doa memantul selepas tiga bulan haul
kepergian itu diiringi kata-katamu yang kau ambil dari pramoedya ananta toer
dalam baris menghantar tangis bayi
karena puisi-puisimu itu adalah anak-anak rohanimu. Sama seperti proses kelahiran seorang anak manusia, penulisan tanggal kelahiran adalah ketika anak itu keluar dari rahim ibu, bukan saat sel telur dibuahi oleh sperma.
dan kini kau buktikan rasa indah dipeluk ibu
ketika saat-saat menulis tanggal kematian

note:
*) dari puisi Misalkan Kita Gaza, Asep Sambodja
**) puisi Kepada Kakao, Semangka, Jagung, dan Kapuk Randu, Asep Sambodja

Bandung, 9 Desember 2010

1 Comment

sri ruswanti - 27. Feb, 2011 -

nice,sukses

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan