-->

Kronik Toggle

Asep Sambodja Wafat (OBITUARI)

Asep Sambodja1Kabar kematian sastrawan muda itu beredar di twitter dan facebook, sepagi-pagi setelah waktu kematiannya, Bandung, 9 Desember, pukul 09.55, menyebar. Banyak yang kaget. Sangat cepat. Padahal baru kemarin-kemarin berjumpa. Padahal baru kemarin-kemarin mendoakan agar cepat sembuh.

“Saya kaget baca beritanya. ini masih gemeteran… masih inget ngajak kang asep datang ke acara goodreads untuk menolak pelarangan buku. duh… kudoakan kang Asep bahagia di sisi-Nya,” tulis Amang Suramang  dari Goodreads Indonesia di wall facebook milik Asep.

“Iya, sy jg kaget, dulu waktu masih aktif di milis apsas kita suka diskusi soal sastra, walau ilmunya segudang dia pribadi yg rendah hati,” tambah pembaca buku Hernadi Tanzil.

Ratusan ucapan belasungkawa kemudian mengalir deras kepada Asep yang tak mampu menanggungkan kanker usus yang menyerangnya dua tahun belakangan ini.

Mahrus Ali misalnya, menulis: “innalillah: Kang Asep Samboja, dosen FIB UI, penyair, penulis dan mantan wartawan di Kejaksaan Agung RI:::teman sekantor selama di Arcadia Office Park, Jl TB Simatupang::tersentak sejenak:selamat jalan, kawan…Allahummaghfirlahu warhamhu… rest in peace di sisi Allah yaaa,…”

Atau Ilenk Rembulan yang seakan melambaikan tangan dan melepas kepergian Asep ke haribaan-Nya: “Selamat jalan penyair yg menjadi inspirasi dalam karyaku Asep Sambodja, selamat bertemu dengan KEKASIH ABADIMU juga kekasih kita semua, damailah dalam pelukannYA dalam ranjang abadiNYA di ARZ……semoga kau berbaring dengan tenang dan damai…tunggu aku ya kang di halte terakhir, pada waktu nanti yang telah ditentukan…..”

Asep saat sakit. Foto: Dwi Siti Aisyah (inioke dot com)

Asep saat sakit. Foto: Dwi Siti Aisyah (inioke dot com)

Penekun Sastra

Asep S. Sambodja, sastrawan Indonesia yang lahir di Solo, 15 September 1967 adalah kritikus sastra, dan dosen bahasa Indonesia UI. Di situs inioke.com dituliskan, ia aktif berkegiatan di dunia jurnalistik, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus sejak 1988. Dulunya, ia pernah menjalani magang di Tabloid Monitor yang dipimpin Arswendo Atmowiloto. Selanjutnya, resmi menjadi wartawan tabloid Bintang Indonesia (1990-1994), Majalah Berita Mingguan Sinar (1995-1997), Majalah Ummat (1997-1998), Satunet.com (1999-2001), dan Majalah Fokus Indonesia (2002-2003).

Kemudian, dia beralih profesi menjadi dosen di Program Studi Indonesia FIB UI sejak 2005. Karya-karya Asep Sambodja di antaranya adalah Menjelma Rahwana (1999), Kusampirkan Cintaku di Jemuran (2006), Ballada Para Nabi (2007), dan Berhala Obama dan Sepatu buat Bush (2010) yang dimaktubkan sebagai karya sendiri.

Di samping itu, juga menyebar di antologi bersama. Ada Graffiti Gratitude (2001), Cyberpuitika: Antologi Puisi Digital (2002), Bisikan Kata, Teriakan Kota (2003), Dian Sastro for President! (2005), Les Cyberlettres: Antologi Puisi Cyberpunk (2005), Nubuat Labirin Luka: Antologi Puisi untuk Munir (2006), Mekar di Bumi (2006), Jogja 5,9 Skala Richter (2006), Legasi: Antologi Puisi ASEAN (2006).

Di jejering facebook, Asep mengumumkan secara berkesinambungan hasil pembacaannya terhadap situasi sastra tahun 60-an. Jadilah buku “Historiografi Sastra Indonesia 1960-an” (Bukupop, 2010).

Buku ini merupakan bukti keseriusan Asep menggeluti dunia sastra. Juga sikapnya, bagaimana sejarah sastra tak boleh putus rantai.

Ia kini tiada. Ia berangkat pada kereta pagi. (GM/IBOEKOE)

3 Comments

hidayat raharja - 10. Des, 2010 -

innalillahi wa inna ilaihi rojiuunn! bulan juni kemarin aku behadapan dengannya. beliaunya sebagai juri penulisan buku pengayaan untuk SD di Pusat Perbukuan dan aku sebagai pesertanya. Semoga amal baiknya diterima disisi Nya dan diampuni segala dosanya. Amin.

Hj Suhaimi Hj Khalid - 11. Des, 2010 -

Innalillah… dan Al-Fatihah. Saya benar-benar terkejut besar. Meskipun saya jauh di Malaysia, namun saya dekat sekali dengan almarhum lewat puisi-puisinya. Semoga roh almarhum dicucuri rahmat-Naya. Dan kepada keluarga almarhum, semoga kalian bersabar.

eko riswanto - 20. Des, 2010 -

innalillahi wa inna ilaihi rojiuunn……….smg dttma di ssinya…amin

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan