-->

Kronik Toggle

Ani Yudhoyono, Putri Prajurit

Jakarta – Ketika da’i kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menikah kembali November 2006, sebagian anggota masyarakat ada yang menumpahkan pendapatnya melalui Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono). Ada yang mendukung pernikahan tersebut dan meminta Ani tidak berkomentar yang merugikan mereka. Sebaliknya tak sedikit yang kecewa dan menolak poligami.

Ani sendiri tak secara lugas menyatakan sikapnya. Ia hanya berkomentar, “”Aa Gym yang menikah, aku yang diomeli banyak orang.” Pernyataan itu tertuang dalam biografi “Kepak Sayap Putri Prajurit” halaman 430. Buku yang ditulis Alberthiene Endah itu sebetulnya telah diterbitkan Gramedia pada 30 Juli lalu. Tapi baru beredar luas di toko-toko buku pertengahan November lalu.

Seperti halnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merilis nomor telepon untuk menampung pengaduan masyarakat, Ani pun mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah melalui telepon genggam pribadinya. Setiap hari ratusan SMS pun mengalir kepadanya.

Pesan yang masuk biasanya dia lanjutkan kepada pejabat terkait untuk ditindaklanjuti. Tapi ada kalanya Ani mengaku menelepon balik si pengirim pesan. Ketika seorang isteri menyarankan agar suaminya yang tentara dikirim ke daerah konflik, misalnya, Ani spontan menelepon si isteri pengirim pesan. Dari pembicaraan terungkap bahwa si isteri kesal dengan ulah suaminya yang kerap melakukan kekerasan. Akhirnya melalui ajudan presiden, Ani menghubungi pimpinan si tentara, dan memintanya membantu menyelesaikan masalah rumah tangga mereka.

Terhadap bergai pesan yang masuk, putri Jenderal Sarwo Edhie Wibowo itu mengaku tak hepi saat dibanding-bandingkan dengan ibu Tien Soeharto. “Bukan karena aku tidak menghargai Bu Tien, tapi karena aku yakin, setiap Ibu Negara memliki karakter berbeda.”

Dari total 550 halaman, buku ini terbagi ke dalam sembilan bab. Antara lain menceritakan bagaimana Ani kecil diasuh oleh Sarwo Edhie dan ibunya Sunarti Sri Hadiyah untuk mendapatkan nilai-nilai dalam keluarga yang terus dipegang teguh hingga saat ini. Juga diceritakan bagaimana dia mendampingi SBY saat suaminya itu masih aktif dinas militer hingga kemudian menjadi Presiden RI. ak lupa juga dipaparkan bagaimana Ani kemudian membesarkan kedua putranya, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro.

Kemahiran Alberthiene yang telah menulis biografi sejumlah selebritas dan tokoh lain, tak terlalu terasa dalam buku ini. Membaca buku ini terasa datar, seolah Alberthiene hanya bertindak selaku pencatat ulang dari segenap kata yang dituturkan Ani Yudhoyono.

Sudrajat

*) Tempointeraktif, 2 Desember 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan