-->

Kronik Toggle

Perpustakaan UII Kelilingi Candi

SLEMAN – Pembangunan perpustakaan terpadu Universitas Islam Indonesia Yogyakarta akan dibangun pertengahan Oktober 2010. Bangunan perpustakaan akan mengelilingi Candi Pustakasala yang ditemukan 11 Desember 2009 lalu.

Meskipun potensi temuan susulan di wilayah sekitar candi masih dimungkinkan, luas lahan untuk area candi yang dihibahkan UII tersebut tidak akan ditambah. Adapun luas tanah yang dihibahkan UII sebagai area lokasi candi itu seluas 1.386 meter persegi.

Luasan tersebut tidak akan ditambah lagi karena kesepakatan UII dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta sudah dibuat. “Desain gedung perpustakaan pun sudah rampung dan kini tinggal dibangun,” ujar Ketua Pengurus Badan Wakaf UII Lutfi Hasan, Minggu (3/10).

Sebelumnya, terkait temuan-temuan menarik selama penggalian di candi itu, Staf Teknis BP3 Dulrahman memperkirakan, mungkin saja ada temuan di sekitar area yang sekarang. Pekan lalu ditemukan lagi mangkuk perunggu di kompleks Candi Pustakasala (BP3 menyebut Candi Kimpulan).

Nantinya, pihak BP3 diberi ruangan khusus di gedung baru perpustakaan empat lantai itu. “Kantor untuk BP3 nanti ada di lantai bawah perpustakaan. Ini untuk memudahkan karena candi akan menjadi obyek wisata yang didatangi banyak orang. Pengelolaan dilakukan bersama. Namun, teknis pemeliharaan BP3,” kata Lutfi.

Menurut dia, keberadaan candi di sekitar perpustakaan akan menjadi obyek wisata menarik. “Kami hanya meminta di candi itu tidak untuk peribadatan,” ujarnya.

Dulrahman mengemukakan, ia percaya candi itu akan menarik banyak orang. Candi juga akan dijadikan sumber penelitian yang menarik pemerhati budaya dari luar negeri.

“Salah satu keunikan candi itu, struktur candi saat ditemukan dalam kondisi cukup utuh, tidak berserak. Hal itu berbeda dengan Candi Prambanan maupun Candi Sambisari yang saat ditemukan agak berserak. Fragmen (serpihan) yang kami temukan terkubur di tanah area Candi Kimpulan ini juga beragam,” katanya.

Selama 7-30 September lalu, di candi induk maupun perwara, tim BP3 menemukan puluhan fragmen emas, perak, manik-manik, hingga mangkuk perunggu. Ditemukan juga mata uang perak dan lempeng emas.

“Ada 12 umpak atau landasan atap candi yang kami jumpai, dan 11 umpak di antaranya pada bagian bawah ditemukan mangkuk perunggu. Mangkuk-mangkuk perunggu sudah kami bawa dan sedang dibuka. Penggalian akan diteruskan karena kami yakin ada banyak temuan lain di bagian candi ini,” ujar Dulrahman.

Sumber: Kompas Yogya-Jateng,  4 Oktober 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan