-->

Kronik Toggle

Museum Radyapustaka Selamatkan 164 Naskah Kuno

Museum Radyapustaka Selamatkan 164 Naskah Kuno
Kamis, 14 Oktober 2010 12:29 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 830 kali
Solo (ANTARA News) – Sebanyak 164 naskah kuno carikan (tulisan tangan) yang kondisinya sudah memprihatinkan koleksi Museum Radyapustaka Solo diselamatkan dengan cara digitalisasi dan sebagian dikonservasi dan penjilidan ulang.
“Ya kami beserta rombongan datang ke sini tujuannya tidak lain untuk menyelamatkan naskkah-naskah kuno ini,” kata Kasubdid Micro Film PNRI Muhammad Kodir di sela-sela acara konservasi naskah kuno tersebut di Museum Radyapustaka, Solo, Kamis.
Kegiatan itu dilakukan museum itu bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dalam memperingati 120 tahun Museum Radyapustaka.
Radyapustaka, yang merupakan museum tertua di Indonesia itu memiliki koleksi naskah-naskah kuno dan kondisinya pada umumnya sudah memprihatinkan.
“Untuk itu yang kami digitalisasi adalah naskah yang sudah rusak parah, memiliki nilai informasi tinggi, banyak dicari masyarakat dan ini yang kami utamakan,” kata Muhammad Kodir.
Menyinggung masalah biaya digitalisasi dan konservasi, Muhammad Kodir mengatakan, untuk sementara itu belum bisa dikatakan karena pekerjaan sedang dimulai.
“Biaya digitalisasi ini tergantung kondisi naskah itu sendiri, mungkin kalau kerusakannya sudah parah ya pasti akan lebih mahal,” katanya.
(U.J005/S018/P003)
http://www.antaranews.com/berita/1287034197/museum-radyapustaka-selamatkan-164-naskah-kuno

SOLO – Sebanyak 164 naskah kuno carikan (tulisan tangan) yang kondisinya sudah memprihatinkan koleksi Museum Radyapustaka Solo diselamatkan dengan cara digitalisasi dan sebagian dikonservasi dan penjilidan ulang.

“Ya kami beserta rombongan datang ke sini tujuannya tidak lain untuk menyelamatkan naskkah-naskah kuno ini,” kata Kasubdid Micro Film PNRI Muhammad Kodir di sela-sela acara konservasi naskah kuno tersebut di Museum Radyapustaka, Solo, Kamis.

Kegiatan itu dilakukan museum itu bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dalam memperingati 120 tahun Museum Radyapustaka.

Radyapustaka, yang merupakan museum tertua di Indonesia itu memiliki koleksi naskah-naskah kuno dan kondisinya pada umumnya sudah memprihatinkan.

“Untuk itu yang kami digitalisasi adalah naskah yang sudah rusak parah, memiliki nilai informasi tinggi, banyak dicari masyarakat dan ini yang kami utamakan,” kata Muhammad Kodir.

Menyinggung masalah biaya digitalisasi dan konservasi, Muhammad Kodir mengatakan, untuk sementara itu belum bisa dikatakan karena pekerjaan sedang dimulai.

“Biaya digitalisasi ini tergantung kondisi naskah itu sendiri, mungkin kalau kerusakannya sudah parah ya pasti akan lebih mahal,” katanya.

Sumber: Antara, 14 Oktober 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan