-->

Kronik Toggle

Lebih dari 50 Al-Quran Dibakar di Cisalada

BOGOR — Lebih dari 50 Al-Quran dibakar di Kampung Cisalada, Desa Ciampea, kawasan pemukiman jama’ah Ahmadiyah. Al-Quran yang dibakar sama seperti Al-Quran yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kejadian itu terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa itu tidak mendapatkan perhatian dari media-media arus besar. Padahal sebelumnya, media-media arus besar memberitakan besar-besaran wacana pembakaran Al-Quran di Amerika. Tidak lama, wacana itu mendapat reaksi dari banyak kelompok Islam di dunia, termasuk di Indonesia.

Pembakaran Al-Quran merupakan bagian dari aksi penyerangan yang dilakukan sekitar 30 remaja ke arah Masjid At-Taufiq, pusat peribadahan jama’ah Ahmadiyah di Kampung Cisalada. Masjid itu pun tidak luput dari pembakaran.

Satu orang remaja yang tertangkap saat membakar Al-Quran mengaku berasal dari Kampung Pasar Selasa, berdekatan dengan Kampung Cisalada. Pelaku mengatakan disuruh oleh orang-orang dewasa di daerahnya. Menurut remaja itu, yang mengorganisir mereka berinisial LUK alias KOP.

Dua jam kemudian penyerangan kedua berlangsung. Sekitar 300 remaja dan dewasa dari beberapa kampung menyerang lebih beringas. Sekitar 32 rumah dirusak dan dijarah. Sebagian rumah habis dibakar. Termasuk gedung Madrasah Al-Munawaroh dan tempat tinggal Mubaligh. Sebelumnya, pelaku memadamkan listrik, membuat penerangan di kampung padam total.

Warga yang sebagian besar petani itu lari ke tengah sawah dan tanah makam saat terjadi penyerangan. Mereka hanya mengenakan pakaian seadanya. Harta benda mereka raib dijarah dan dirusak. Di dalam pelarian, mereka begitu tertekan dan kelelahan. Beberapa perempuan berusia lanjut pingsan. Sebagian dari meraka masih berada di dalam rumah dengan berlindung di bawah ranjang di tengah umpatan para pelaku. Pasrah dengan nasib mereka.

Penyerangan kedua terjadi karena adanya isu soal penusukan ke salah satu pelaku yang dituduhkan ke jama’ah Ahmadiyah saat penyerangan pertama. Hal itu dibantah oleh salah seorang pengurus Jama’ah Ahmadiyah Cabang Cisalada, Rahmat Ali. Rahmat mengatakan isu itu seakan sengaja dibuat untuk memprovokasi warga lainnya agar melakukan penyerangan dengan jumlah massa yang lebih banyak.

“Saat penyerangan pertama tidak ada dari jama’ah kami yang melakukan penusukan. Kami hanya menangkap satu remaja yang tertinggal saat membakar Al-Quran di dalam masjid. Itu pun langsung kami amankan untuk menghindari penganiayaan dari massa”, tutur Rahmat.

“Isu penusukan itu justru semakin mendiskriminasi kami sebagai korban”, lanjutnya.

Bahkan, enam warga Kampung Cisalada, termasuk seorang tokoh bernama Mubarak Ahmad, sempat diperiksa sewenang-wenang. Di dalam pemeriksaan, mereka mendapatkan perlakuan diskriminatif, intimidatif, pemaksaan agar mengaku, dan pelecehan terhadap agama yang mereka yakini. Mereka akhirnya dilepaskan karena tidak ada bukti.

Warga menyesalkan keterlambatan pengamanan dari pihak kepolisian atas kejadian itu. Padahal, pengurus sudah meminta pengamanan kepada pihak kepolisian setengah jam sebelumnya. Begitu pun setelah penyerangan pertama. Pihak kepolisian belum juga datang.

Modus penyerangan yang dilakukan pelaku mengarah ke aksi terorganisir. Menurut beberapa saksi, saat kejadian berlangsung, para pelaku memilih target rumah yang akan dirusak dan dibakar, menjadikan masjid sebagai sasaran utama, memobilisasi massa dengan bayaran uang, dan telah menyiapkan perangkat dan perlengkapan aksi.

Isu yang berkembang, aksi penyerangan diorganisir oleh Tim 40. Tim itu digerakan oleh ulama-ulama di luar Kampung CIsalada yang tidak suka kehadiran jama’ah Ahmadiyah. Mereka sejak dulu ditengarai melakukan beberapa upaya pembatasan beragama dan beribadah kepada jama’ah Ahmadiyah dengan cara menghasut warga dengan anggapan-anggapan buruk.

Tidak semua terhasut. ulama-ulama dan sebagian warga lain menepis hasutan itu dan masih bertoleransi kepada warga Ahmadiyah. Mereka ikut membantu jama’ah Ahmadiyah di dalam menyelesaikan persoalannya.

Atas kejadian itu banyak warga mengalami trauma, terutama anak-anak. Mereka yang rumahnya habis terbakar mengungsi ke rumah kerabatnya.

Basyirudin Ahmad, Ketua JAI Cabang Cisalada, mengatakan tidak akan ada serangan balasan kepada kelompok penyerang.

“Meski kami diperlakukan tidak adil, tetapi kami tidak akan pernah membalas kekerasan dengan kekerasan. Prinsip kami, Love for all. Hatred for no one, akan terus kami pegang”, tegas Basyirudin.

Meski demikian, warga Ahmadiyah mengharapkan adanya penegakan hukum atas kasus itu dan jaminan kebebasan dalam beribadah. Sebab, sejak tahun 2000 orang-orang yang melakukan penghinaan dan perusakan berbasis agama di Kampung Cisalada belum pernah ditindak tegas secara hukum oleh pemerintah.

Kasus gangguan beribadah terakhir terjadi pada Juli lalu. Tiang-tiang bangunan Masjid Al Taufiq dipotong paksa oleh aparat pemerintah dan sekelompok orang beserta ancaman. Kemudian menyusul penyegelan Madrasah Al Munawaroh oleh pemerintah setempat.

Rentetan dari perlakukan diskriminatif yang dialami jama’ah Ahmadiyah selama ini di berbagai tempat di Indonesia tidak mendorong pemerintah membuat kebijakan khusus untuk melindungi mereka sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi dan Pancasila.

Love for all. Hatred for no one, seharusnya juga diimani oleh pemerintah di dalam penyelenggaraan kebebasan beragama. Sehingga, dapat menjadi prinsip bagi semua orang di dalam kehidupan bermasyarakatnya. Kelak, kekerasan berbasis entitas sosial dan budaya hanya menjadi angin lalu. (bfs)

Sumber: Bingkai Merah Indonesia, 4 Oktober 2010

51 Comments

M. Faizi - 05. Okt, 2010 -

Astaghfirullahal Adhim… Apa-apaan ini….

Saut Situmorang - 05. Okt, 2010 -

AYO, SBY, MANA SUARAMU! CISALADA JAUH LEBIH DEKAT KE CIKEAS DIBANDING NEW YORK KAN!

aitowap - 05. Okt, 2010 -

jikalau Akhmadiyah gk pake kitab Alqur’an punya Islam aswaja, mk prktek ibadahnya tdk akan terusik. Jd ada kata kiasan ‘Rebutan Alqur’an’

akiem - 05. Okt, 2010 -

Jadi menurut anda sebaiknya Ahmadiyah jangan pake Al Quran sebagai kitab sucinya gitu…?? jadi anda nyuruh orang Ahmadiyah murtad dong…

jimy - 05. Okt, 2010 -

Rebut sm bakar jauh beda om, klo rebut bisa aja artinya kita mengamankannya, klo bakar itu kita menghanguskannya ….. apapun itu membakar kitab suci orang lain adalah perbuatan biadab…

Abu-jamal - 06. Okt, 2010 -

Lebih baik kontroL diri dari pada berpura-pura baik…..

mercury - 06. Okt, 2010 -

kita tidak boleh bakar kitab suci agama apapun…tetapi kalau al-quran ada yg di rubah kemudian mengklaim bahwa itu adalah kitabnya umat islam ataupun menyamakannya, maka ini namanya pemalsuan dari pada yg asli, atau penipuan terhada[ umat. dan ini tidak mengapa kalau di bakar, kearena telah menyimpang dari yang asli..seperti syiah punya quran tapi qurannya orang syiah. padahal orang syiah mengkafirkan sahabat kecuali beberapa org saja dan tidak sampai 10 org, mutawtir qurannya org syiah..ajarannya ahmadiyah jelas seperti apa, walaupun org ahmadiyah indonesia meng elak kalau si mirza mengaku sebagai nabi..tapi pengelakan ini di sebabkan oleh berbagai tekanan masyarakat atau instansi ormas islam lainnya, atau untuk mencari simpatisan umat islam lainnya. ajaran ahmadiyah teteplah ajaran ahmadiyah seperti yang di bawa pendirinya. seandainya ahmadiyah kelompok mayoritas saya yakin mereka akan berani mengatan bahwa mirza adalah nabinya…la wong mereka sudah berabi menyalah artikan makna al-quran.. dlm al-quran banyak yg menegaskan bahwa mumhammad nabi terakhir (khotamun nabiyiin) ee ee ee mereka artikan khotamun nabi itu adalah cincin nabi..kelewatan…! banyak ajaran sesat lainnya yg barangkali org yang pro ahmadiyah ini tidak mengetahui..atau barang kali uda tau tapi ada kepentingan tersembunyi…saya dari teologi dari ajaran ahmadiyah saya sangat tidak setuju…tetapi rakyat yang menghukim ahmadiyah juga tindakan yg tidak tepat, karena ini mengganggu stabilitas negara..saya harap jangan mengganggu mereka tapi kita terus menuntut pemerintah untuk membubarkan mereka..kita tuntut terus sampe bubar..walaupun ahmadiyah bersebrangan pemahaman dengan kita tapi secara kebangsaan mereka adalah saudara kita…!

Yusasa - 06. Okt, 2010 -

saya meragukan pendapat anda tentang AlQuran yang dirubah. Di rubah apanya di berita ini jelas AlQurannya sama dengan AlQuran di seluruh dunia… Tolong anda lebih teliti sebelum berkomentar panjang lebar…

Rozali Yasin Ali - 05. Okt, 2010 -

Kejadian ini membuktikan akan ketidak pedulian Pemerintah atas masalah Ahmadiyah, seharusnya keadaan ini sdh bisa diantisipasi sebelum terjadi, apa guna ada badan inteligen negara?

Naila Hamadah Mas’ud - 05. Okt, 2010 -

Saya sangat prihatin dan miris mndengar berita ini,kenapa orang2 mpermasalahkan pbedaan padahal psamaan kita jauh lebih bnyak daripada pbedaannya. Dan kenapa Al-Qur’an yg tak ada salah yg mjadi objek?? Al-Qur’an adalah pnuntun kita dlm mjalani hidup bmasyarakat,bbangsa dan bnegara yg smestinya dg santun. Buka,baca dan fahami maka kalian akan mnemukan kdamaian disana (Al-Qur’an)

ahmad munib - 05. Okt, 2010 -

kita harus adil melihat dan menangani masalah ini. pembakar alQuran dan jamaah Ahmadiyah adalah 2 hal berbeda yang penyikapannya jg berbeda. mainstream umat islam adalah Sunni yang hanya mengakui Nabi Muhammad sbg nabi terakhir. lain dengan agama Ahmadiyah.

Darisman Broto - 05. Okt, 2010 -

Maaf meluruskan, tidak ada yg namanya agama Ahmadiyah. Inilah salah satu fitnah yg dihembuskan. Warga Ahmadiyah percaya kpd Rukun Iman dan Rukun Islam. Masalah penafsiran tentang kenabian dapat didialogkan. Apakah anda tdk berfikir mgapa org Ahmadiyah yg dibilang sesat kok baca Al Qura’an, pdhal Al Qur’an petunjuk jalan org2 yg lurus ?

kacung - 06. Okt, 2010 -

ya terus Ahmadiyah apaan dong boss?? dalam Islam SUDAH JELAS BAHWA RASULULLAH SAW ADALAH RASUL TERAKHIR DAN PENUTUP PARA NABI DAN RASUL…jadi dimana letak benarnya Ahmadiyah?? Masya Allah kesesatan kok dilindungi dan dibela….

Darisman Broto - 06. Okt, 2010 -

Ahmadiyah hanyalah suatu gerakan dlm Islam spti halnya NU,Muhammadiyah,Persis dll. Masalah kenabian, yg jg dikatakan bung Mercury ttg berbedaan penafsiran “Khotamannabiyiin” anda baca dulu di Tafsir Al Qur’an Jemaat Ahmadiyah secara lengkap, jadi jgn sepotong-sepotong memahaminya, setelah itu baru berkomentar. Yg byk umat Islam tdk mengerti dan salah dlm pengertian kenabian adalah menganggap bahwa setiap Nabi itu membawa syariat/ajaran baru dan kitab baru. Pdhl tdk demikian, sbgai contoh Nabi Harun as beliau itu cuma nabi pembantu Nabi Musa as,jd Nabi Harun as itu punya syariat/ajaran yg sama persis dgn Nabi Musa as. Nah demikianlah persamaannya dgn Hz Mirza Ghulam Ahmad as beliau hanya Nabi pembantu Nabi Besar Muhammad SAW khatamannabiyin. Mengenai paham adanya Nabi lagi stlh Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya klaim warga Ahmadiyah tetapi warga NU juga percaya akan datang lagi nanti diakhir zaman Nabi Isa as.
Menjadi pertanyaan mengapa warga NU yg juga percaya akan dtg lg Nabi tdk dimusuhi ?

fani fayfay - 05. Okt, 2010 -

pembakaran quran oleh umat islam sendiri, APAPUN alasannya, hanya menunjukkan kejauhan ummat dari quran, dan ketidak tahuan mereka akan esensi islam.
Sunni, syiah, ahmadiyah, bahkan kristen yang menyimpan al Quran, apakah al Quran yang salah berada disana sehingga layak dibakar? Apalagi oleh umat islam sendiri? Sungguh menyedihkan dan mengerikan.

Quran oleh umat seharusnya dihormati, dijaga dan dilaksanakan, tidak menjadi simpanan belaka. Dahulu al Quran dicium dan diangkat ke kepala setelah mengaji, kini Quran berdebu di sudut lemari, bahkan bila disimpan yang tak sepaham, dibakar

Masya allah, benar-benar bencana, bencana yang besar!!

Indro Cahyono - 05. Okt, 2010 -

Saya pikir kalaupun Ahmadiyah ‘diresmikan’ sebagai agama baru, masih banyak orang Islam yang akan protes. Lha wong semuanya sama dengan Islam kecuali ada tambahan Mirza Gulam Ahmad…

mohammad ichwan - 05. Okt, 2010 -

wah, benar2 biadab. adanya aparat pemerintah ikut membantu para penyerang, sangat2 menyedihkan. bukannya melindungi atau berbuat adil. jangan-jangan karena gubernurnya,Jabar,berasal dari partai yang sukanya memusuhi umat lain di luar golongannya? Polri harus mengungkap hal ini.

edie - 05. Okt, 2010 -

menurut informasi yang kudapat..Alquran yang di gunakan jamaah Ahmadiyah banyak yang dilakukan perubahan dan tidak sama 100% dari yang di syahkan dan di resmikan oleh menteri agama..mungkin itu alasanya mereka membakarnya seperti yang kita ketahui bahwa Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad AS dan tidak ada nabi lagi setelah itu. Tetapi warga jamaah ahmadiyah membikin Nabi baru yaitu Ahmad Gulam dengan sebutan Nabi ahmad.jadi alquranya ahmadiyah mungkin di sesuaikan dengan nabinya yang baru itu juga…Aku setuju dengan usulan Gusdur agar warga jamaah ahmadiyah membikin agama baru agar umat islam yang sudah jelas siapa rasul dan Tuhannya tidak terganggu,dan terpecah belah dan semoga ada pembaca yang terlibat pembakaran itu dan menjelaskan dengan rinci alasan pembakaran ini agar pembaca semua tidak terfropokasi dengan tulisan di atas

IBOEKOE - 05. Okt, 2010 -

Ya, alqurannya dibawa pulang. Diteliti. Itu lebih terhormat. Gimana kalau Kitab yang dibakar itu bukan seperti yang di-MAKI-kan.

nanang - 05. Okt, 2010 -

informasi hendaknyalah dari sumber aslinya, yakni apakah alquran orang ahmadiyah beda tulisan arabnya apakah berkurang ato malah diubah-ubah… Tapi kalo menilik sejarah dari jaman Rasulullah SAW sampai sekarang kok ga ada pernah ditemukan ayat Al Qur’n yang berubah ayatnya.
Mungkin yang dimaksud adalah penafsirannya. Kalau masalah penafsiran, ada banyak tafsir Al Qur’an dan semuanya banyak kita jumpai.
Jadi sebaiknya dalam menilai suatu info atau berita, yang paling benar adalah langsung dari yang bersangkutan / sumbernya dan jangan hanya katanya, kata di anu, kata di itu yang tidak tahu langsung kebenarannya. Kalo udah kjadi berita salah, malah jadi fitnah dan provokasi. Kita tentunya tidak pengin kan disebut PEMFITNAH dan PROVOKATOR….

nanang - 05. Okt, 2010 -

oia, koreksi juga buat mas edie, Nabi Muhammad bukan AS tapi SAW. Salam…..

jimy - 05. Okt, 2010 -

itu isyu yg dihembuskan oleh orang2, sy pernah liat Al-qurannya orang ahmadiyah tidak ada perbedaan sama sekali dari Al-Fatihah s.d. An-Nas. Klo emang kita meragukan janganlah dibakar krna Rosulullah saw sendiri melarang umat Islam membakar byble padahal itu punya orang yahudi dan Nasrani, Apalagi ini Al-Quran….?

Yusasaf - 06. Okt, 2010 -

di tulisan ini jelas, sekali lagi saya katakan, jelas AlQuran nya sama dengan AlQuran yang di anut seluruh dunia.. trs AlQuran yang anda bicarakan Alquran yang mana??? kan AlQuran cuma satu dan akan dijaga selamanya dari pemalsuan…

Darisman Broto - 06. Okt, 2010 -

Bung Edie , saya rasa Gus Dur tdk pernah mengusulkan Ahmadiyah membikin agama baru. Emang yg menentukan dan punya Hak Paten agama Islam itu siapa. Siapa yg menentukan kalo ada org Islam mengaku ada Nabi lagi maka Islamnya gugur ? Siapa yg menentukan kalo ada org Islam shalat 5 waktu sehari pake bahasa Indonesia maka dikatakan bukan Islam dan sebagainya. Perbedaan penafsiran , perbedaan amalan dan perbedaan pemahaman itu yg harus didialogkan. Makanya ulama itu harus mengajari umatnya Islam yg benar bukan mempropokasi massa. Jika anda tahu tidak semua Nabi itu membawa agama atau kitab baru. Sebagai contoh Nabi Harun as itu cuma Nabi pembantu Nabi Musa as. Jadi Nabi Harun as itu syariat/ajarannya sama dgn Nabi Musa as. Inilah yg tidak dimengerti oleh ulama atau mungkin pura-pura tidak mengerti. Mereka menganggap jika ada Nabi lagi maka akan membawa agama/ajaran baru dan kitab suci baru pula. Untuk lebih jelasnya sialakan anda datang bersilaturahmi ke Jemaat Ahmadiyah yg terdekat dengan anda.Kami sangat terbuka untuk menjelaskan tentang kenabian.

Lebah Manis - 08. Okt, 2010 -

Mas Darisman, bukannya Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yah, udah ada di Quran? Dan shalat 5 waktu memang dicontohkan memakai bahasa Arab kan?? Sedangkan menjalankan ibadah itu harus sama dengan yang dicontohkan, kalo ga sama, ya artinya ibadahnya ga diterima. Kalo melakukan ibadah ga seperti yg dicontohkan, gimana bisa dibilang Islam dooong.. Kalo soal ibadah, bukannya udah saklak yah, sesuai dengan yang dicontohkan n ga bisa bikin ibadah2 cara baru?? Hmmmm,,,kalo mau membawa nama suatu agama, mestinya sama dengan ajaran agamanya doong, kalo masalah ibadah aja dah beda banget penafsirannya, sedangkan masalah nabi dan metode shalat, dalam Islam kan dah jelas banget… Kalo beda?? Yaa bukan Islam dooong, hihihihi

Dian - 13. Okt, 2010 -

saya orang islam tapi bukan anggota jamaah ahmadiyah. dan, saya menjalankan shalat tidak dengan pake bahasa indonesia. TAPI, setau saya, urusan shalat, ibadah, dan keyakinan itu kan urusan masing-masing individu manusia dengan Tuhannya. karena saya islam, agama saya ya urusan saya sama Allah SWT. tidak ada seorang pun yang berhak mencampuri. JADI, soal ibadah saya diterima oleh Allah SWT ataupun tidak itu bukan urusan manusia. tapi itu urusan Allah SWT. HANYA ALLAH SWT YANG TAHU IBADAH SESEORANG DITERIMA ATAU TIDAK, BUKAN URUSAN MANUSIA. ibadah saya diterima atau tidak, bukan Lebah Manis yang tau, bukan manusia yang tau, tapi Allah SWT lah Yang Maha Tahu. wallahu a’lam bissawab…

Ning - 13. Okt, 2010 -

Mas Edie, saya perlu klarifikasi beberapa hal:
1. seperti koreksinya mas nanang, Nabi Muhammad bukan AS tapi SAW;
2. GusDur tidak pernah mengusulkan agar jamaah ahmadiyah membikin agama baru. bahkan GusDur pernah menyatakan dengan lantang di muka publik bahwa “bagi siapa saja yang akam membunuh ahmadiyah, maka harus berhadapan dengan saya” begitu kata GusDur;
3. saya beragama islam, kebetulan dekat dengan beberapa teman ahmadiyah di surabaya. saya pernah beli al-qur’an di TB Gramedia bersama teman saya yang ahmadiyah. teman saya yang ahmadiyah juga beli qur’an yang sama dengan saya. saya berani jadi sumber asli kalo ahmadiyah menggunakan qur’an yang sama dengan orang islam lainnya. bahkan, jamaah ahmadiyah yang di surabaya juga punya tafsir al-qur’an yang justru dipakai rujukan alqur’an terjemah departemen agama. Salam

Yossy Suparyo - 05. Okt, 2010 -

Bakar buku tak cukup untuk menggoreng mendowan banyumas, jadi pergunakan kayu sengon atau kayu jati saja. Bakar buku hanya menambah produksi karbon yang buruk bagi kesehatan.

Sulaiman - 05. Okt, 2010 -

kepercayaan ahmadyah tentang nabi trakhir (Gulam Ahmad) salah satu pemicu sulitnya diterima ahmadyah dalam konteks keislaman, memang sejauh ini yang difahami umat Islam tidak pernah ada nabi setelah Muhamad SAW.
keyakinan tetaplah kenyakinan karena nyawapun dpertaruhkan untuk melindunginya, namun satu hal bahwa umat islam sekarang dtemukan pada permasalahan dmana keyakinannya selama ini terusik dengan adanya penafsiran ahmadyah. satu jalan solusi adalah ditemukan antara ahli agama yang benar-benar faham dari kedua belah pihak sehingga ada jalan penyelesaian karena jika tidak maka penyelesaiannya hanya lewat anarkis dan itu bukanlah ajaran agama manapun..

Darisman Broto - 06. Okt, 2010 -

Ass wr wb. Maslahnya bung Sulaiman, org baru punya ilmu Islam sedikit sdh diangkat jadi Kiai.Spti yg bung Sulaiman katakan “sejauh ini yang difahami umat Islam tidak pernah ada nabi setelah Muhammad SAW”. Inilah krn kurangbnya ilmu, para ulama terdahulu meyakini nanti diakhir zaman akan turun Nabi Isa Almasih Akhir zaman. Dalam Muktamar NU yg ke-3 di Surabaya juga dikatakan wajib percaya akan datangnya Nabi Isa Akhir zaman. Dalam suatu seminar mantan ketua PB NU Gus Dur berkata, Mirza Ghulam Ahmad itu kan Nabinya Nabi mengapa dipermasalahin. Itulah Abdurahman Wahid yg keilmuan Islamnya yang sangat mendalam. Kalau kita mencari perbedaan antara NU dan Muhammadiyah juga banyak perbedaan, tinggal bgmn kita sbgai warga negara yg dewasa dan beriman mau memperuncing perbedaan tsb atau menjernihkannya dgn menghormati keyakinan yg berbeda.

musuh nya kafir - 05. Okt, 2010 -

akhirnya… tujuan orang kafir untuk membakar al-Qur’an tercapai juga… sementara seluruh umat islam didunia memprotes pembakaran al-qur’an yg akan dilakukan oleh amerika… sadarkah kita siapa musuh kita sesungguhnya??? ingat!!! islam itu pecah karenA ISLAM itu sendiri… semoga allah swt menjauhkan kita semua dari kesesatan…

erlangga - 05. Okt, 2010 -

Kasihan sekali orang2 ahmadiyah,,, semoga mrk diberi hidayah oleh Allah swt. shg mrk mengimani bhw Muhammad saw. adlh nabi dan rasul trakhir. aamiin.

Darisman Broto - 06. Okt, 2010 -

Saudara Erlangga , kami orang Ahmadiyah sudah mengimani Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir pembawa syariat Islam. Demikian juga Mirza Ghulam Ahmad as beriman kpd Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir pembawa syariat. Jika anda tahu sejarah Nabi Musa as dan Nabi Harun as itu adalah dua orang Nabi yang masih dalam satu syariat dan Kitab. Nabi Harun as hanya sebagai Nabi pembantu Nabi Musa as. Demikian juga Mirza Ghulam Ahmad as hanya sebagai Nabi pembantu Nabi Muhammad SAW tanpa merubah, mengurangi atau menambah syariat Nabi Muhammad SAW.

Lebah Manis - 08. Okt, 2010 -

lhooo, jadi menurut anda Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai nabi ato tidak?? Karena kalo dari ajaran Ahmadiyahnya, bukannya beliau mengaku sebagai nabi yaa?? Kalo beliau mengaku sebagai nabi pembantu (dan anda menjadikan Nabi Harun AS sebagai contoh), artinya statement anda bertentangan dooong, diantara pengakuan beliau atas kenabiannya dan pengakuan beliau bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Nah lho! Jadi yg mana iniiii?? Ato jangan2 dalam ahmadiyah terjadi perpecahan prinsip esensial gini juga lagi??

boegie - 05. Okt, 2010 -

pada gak ada otaknya kali ya..
ini cerminan bangsa kita yg kurang terpelajar..
kekuatan otot sama emosi jauh lebih tinggi daripada logika..

pemerintah ada yg bergerak gak si? kejadian seperti ini masih bisa aja terjadi ya.. emang pada kemana para petinggi negara ini ya?

sammy - 06. Okt, 2010 -

Dapat ditemukan dalam ayat Quran Suci bahwa merusak masjid, gereja, kinasah-kinasah yang di sana “disebut asma Allah” adalah MENENTANG ajaran Islam. Tidak ada pengecualian. Gereja dan Kinasah saja DILARANG untuk dirusak, apalagi masjid? Biarpun yang menyebut asma Allah adalah orang-orang Islam, orang-orang Ahmadiyah, orang-orang Kristen atau Yahudi. Semoga segera bertobat.

Abu-jamal - 06. Okt, 2010 -

awas PROVOKATOR….!!!

percaya sama apa yang kalian fikirkan….

sudara keciL - 06. Okt, 2010 -

lebih baik KONTROL diri dari pada BERPURA-PURA baik…..

krempeng - 06. Okt, 2010 -

ingat!!! islam itu pecah karenA ISLAM itu sendiri…
saya kira ini pernyataan yang tidak benar, dan tanpa pemikiran yg panjang (klo yg pendek ga bisa)…dulu pernah islam bersatu dan berjaya tuch…ini artinya apa? artinya bahwa islam bisa jaya dan satu..! tetapi muslimnya yang sudah banyak teracuni oleh pemahaman islam lain nya, yang sebenarnya itu bukan dari islam..! belajar islam ngaca ke barat..tau apa mereka? adanya (kebanyakan) mereka ingin merusak islam..coba belajar filosofinya wartawan..kalau wartawan ingin mencari sumber berita yang valid, kira2 sapa yg harus dia tanya? begitulah islam! kitab kita dan agama kita ini mutawatir, ga pernah terputus musnah termakan kekejaman zaman..quran kita di tulis sejak org yg di turunkan quran itu ada! mau di rubah apanya aja pasti ketahuan, tidak seperti kitab lainnya…orang yg katanya islam ini banyak yg aneh2, banyak perbuatannya yg menyimpang dari agama atau bahkan dari budaya dan peradaban umat dunia, tp seharusnya tidak di pahami bahwa islam seperti ini, perbuatan satu org itu cerminan org banyak, saya kira ini salah sekali…! (untung aku mengenal islam dari islamnya bukan dari muslimnya)

Gembul - 13. Okt, 2010 -

iya ya, Peng! sekarang ini…orang yg katanya islam ini banyak yg aneh2! masak pake bakar al-quran?!

Haidar Ahmad - 06. Okt, 2010 -

sungguh tragis…. berteriak lantang ketika ada umat non-muslim ingin membakar Al Quran, tp hanya dengan beberapa rupiah, DIRINYA DENGAN SEMANGAT MEMBAKAR AL QURAN…..

mursal - 06. Okt, 2010 -

yA aLLAH…..pertanda apakah ini semua…Ampuni mereka dan sadarkanlah mereka ya Allah……..
aku blum membayar hutang, apakah kiamat akan Kau percepat ya Allah…….

Jhellie - 06. Okt, 2010 -

saya dekat dengan orang-2 ahmadiyah NTB, saya bahkan pernah mengaji sama mereka. Alqur’annya tak ada beda dengan alqur’an orang luar ahmadiyah. Mereka beli di tempat yang sama dengan orang luar ahmadiyah. Yang lebih menohok, ahmadiyah bahkan punya tafsir alwur’an yang justru menjadi rujukan alqur’an terjemah departemen agama. Sangat-sangat ironis.

vantyfijayani - 06. Okt, 2010 -

Aduh orang2 sibuk terus cari yg benar, dan yg salah hanya Allah yg tau… Jadi cobalah belajar saling menghargai perbedaan mau islam, kristen, budha, hindu, konghucu, atau kepercayaan kita kan negara pancasila dan berbhineka tunggal ika “LOVE FOR ALL, HARTED FOR NONE”…..

hamba - 06. Okt, 2010 -

Apapun alasanya bagi warga ahmadiyah semoga apa yang selama ini anda pahami semoga kembali lurus seperti islamnya Nabi Muhammad SAW berikut ini penjelasan mengapa ahmadiyah sesat?
Fatwa Liga Muslim Dunia – Ahmadiyah Sesat

TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :

Liga Muslim Dunia melangsungkan konferensi tahunannya di Makkah Al-Mukarramma Saudi Arabia dari tanggal 14 s.d. 18 Rabbiul Awwal 1394 H (6 s.d. 10 April 1974) yang diikuti oleh 140 delegasi negara-negara Muslim dan organisasi Muslim dari seluruh dunia.

Deklarasi Liga Muslim Dunia – Tahun 1974

(Rabita al-Alam al-Islami)

Qadianiyah atau Ahmadiyah : adalah sebuah gerakan bawah tanah yang melawan Islam dan Muslim dunia, dengan penuh kepalsuan dan kebohongan mengaku sebagai sebuah aliran Islam; yang berkedok sebagai Islam dan untuk kepentingan keduniaan berusaha menarik perhatian dan merencanakan untuk merusak fondamen Islam.

Penyimpangan-penyimpangan nyata dari prinsip-prinsip dasar Islam adalah sebagai berikut :

1. Pendirinya mengaku dirinya sebagai nabi.

2. Mereka dengan sengaja menyimpangkan pengertian ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur�an.

3. Mereka menyatakan bahwa Jihad telah dihapus.

Qadianiyah semula dibantu perkembangannya oleh imperialisme Inggris. Oleh sebab itu, Qadiani telah tumbuh dengan subur dibawah bendera Inggris. Gerakan ini telah sepenuhnya berkhianat dan berbohong dalam berhubungan dengan ummat Islam. Agaknya, mereka setia kepada Imperialisme dan Zionisme. Mereka telah begitu dalam menjalin hubungan dan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan anti-Islam dan menyebarkan ajaran khususnya melalui metode-metode jahat berikut ini :

Membangun mesjid dengan bantuan dari kekuatan anti Islam di mana pemikiran-pemikiran Qadiani yang menyesatkan ditanamkan kepada orang.

Membuka sekolah-sekolah, lembaga pendidikan dan panti asuhan dimana didalamnya orang diajarkan dan dilatih untuk bagaimana agar mereka dapat lebih menjadi anti-Islam dalam setiap kegiatan-kegiatan mereka.

Mereka juga menerbitkan versi Al-Qur’an yang merusak dalam berbagai macam bahasa lokal dan internasional.

Untuk menanggulangi keadaan bahaya ini, Konferensi Liga Muslim Dunia telah merekomendasikan dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

Seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia harus tetap mewaspadai setiap kegiatan-kegiatan orang-orang Ahmadiyah di masing-masing negara dan membatasi sekolah-sekolah dan panti-panti asuhan mereka. Selain itu, kepada seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia, harus dapat menunjukkan kepada setiap Muslim di seluruh dunia tentang gambaran asli orang Qadiani dan memberikan laporan/data tentang berbagai macam taktik mereka sehingga kaum Muslim di seluruh dunia terlindung dari rencana-rencana mereka.

Mereka harus dianggap sebagai golongan Non-Muslim dan keluar dari Islam juga dilarang keras untuk memasuki Tanah Suci.

Tidak berurusan dengan orang-orang Ahmadiyah Qadiani, dan memutuskan hubungan sosial, ekonomi, dan budaya.

Tidak melakukan pernikahan dengan mereka, serta mereka tidak diizinkan untuk dikubur di pemakaman Muslim serta diperlakukan seperti layaknya orang-orang non-Muslim yang lainnya.

Seluruh negara-negara Muslim di dunia harus mengadakan pelarangan keras terhadap aktivitas para pengikut Mirza Ghulam Ahmad. Dan harus menganggap mereka sebagai minoritas non Muslim dan melarang mereka untuk jabatan yang sensitif dalam negara.

Menyiarkan semua penyelewengan Ahmadiyah yang mereka lakukan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an disertai inventarisasi terjemahan-terjemahan Al-Qur’an yang dibuat oleh Ahmadiyah dan memperingatkan umat Islam mengenai karya-karya tulis mereka.

Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan sama seperti Ahmadiyah.

http://ahmadiyah.20m.com/fatwa/RAI_IND.HTM

ENGLISH TRANSLATION :

World Muslim League held its annual conference at Makkah Al-Mukaramma Saudi Arabia from 14th to 18th of Rabiul Awwal 1394 H (April 1974) in which 140 delegations of Muslim countries and organizations from all over the world participated

1974 Declaration by World Muslim League

(Rabita al-Alam al-Islami)

Qadianism or Ahmadiyyat: It is a subversive movement against Islam and the Muslim world, which falsely and deceitfully claims to be an Islamic sect; who under the guise of Islam and for the sake of mundane interests contrives and plans to damage the very foundations of Islam. Its eminent deviations from the basic Islamic principles are as follows:

1. Its founder claimed that he was a Prophet.

2. They deliberately distort the meanings of the verses of the Holy Quran.

3. They declared that Jehad has been abolished.

Qadianism was originally fostered by the British imperialism. Hence it has been flourishing under her flag. This movement has completely been disloyal to and dishonest in affairs of the Muslim Ummah. Rather, it has been loyal to Imperialism and Zionism. It has deep associations and cooperation with the anti Islamic forces and teachings especially through the following nefarious methods:

Construction of mosques with the assistance of the anti Islamic forces wherin the misleading Qadiani thoughts are imparted to the people.

Opening of schools institutions and orphanages wherein the people are taught and trained as to how they can be more anti Islamic in their activities. They also published the corrupted versions of the Holy Quran in different local and international languages.

In order to combat these dangers, the Conference recommends the following measures:

All the Muslim organization in the world must keep a vigilant eye on all the activities of Qadianis in

their respective countries; to confine them all strictly to their schools, institutions and orphanages

only. Moreover he Muslims of the world be shown the true picture of Qadianism and be briefed of their various tactics so that the Muslims of the world be saved from their designs.

They must be declared non Muslims and ousted form the fold of Islam. And be barred to enter the Holy lands.

There must be no dealings with the Qadianis. They must be boycotted socially , economically and culturally Nor they be married with or to Nor they be allowed to be buried in the Muslims graveyards. And they be treated like other non Muslims.

All the Muslim countries must impose restrictions on the activities of the claimant of Prophethood Mirza Ghulam Ahmed Qadiani’s followers; must declare them a non Muslim minority must not trust them with any post of responsibility in any Muslim country.

The alterations effected by them in the Holy Quran must be made public and the people be briefed of them and all these be prohibited for further publication.

All such groups as are deviators from Islam must be treated at par with the Qadianis

hamba - 06. Okt, 2010 -

Fatwa MUI – Ahmadiyah Qadiyan Sesat

Faham Ahmadiyah dinyatakan sesat karena beranggapan bahwa Nabi Muhammad bukanlah Nabi yang terakhir dan menganggap Ghulam Mirza Ahmad sebagai Nabi.

Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional II tanggal 11-17 Rajab 1400 H/26 Mei – 1 Juni 1980 M. di Jakarta memfatwakan tentang jama’al Ahmadiyah sebagai berikut :

Sesuai dengan data dan fakta yang diketemukan dalain 9 (sembilan) buah buku tentang Ahmadiyah, Majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah jama’ah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.

1. Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah hendaknya Majelis Ulama Indonesia selalu berhubungan dengan Pernerintah. Kemudian Rapat Kerja Nasional bulan 1- 4 Jumadil Akhir 1404 H./4 7 Maret 1984 M., merekomendasikan tentang jama’ah Ahamdiyah tersebut sebagai : berikut :

2. Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah Negara Republik Indonesia berstatur sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara: tangga131-3-1953 No. 26), bagi ummat Islam menimbulkan :

1. Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam

2. Perpecahan, khususnya dalam hal ubudivah (shalat), bidang munakahat dan lain-lain.

3. Bahaya bagi ketertiban dan keamanan negara.

Maka dengan alasan-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI JA/22/ 13, tanggal 31-3-1953 (Tambahan Berita Negara No. 26, tanggal 31– – 1953).

Menyerukan :

3. Agar Majelis Ulama Indonesia, Majelis Ulama Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, para ulama, dan da’i di seluruh Indonesia, menjelaskan kepada masyarakat tentang sesatnya Jema’at Ahmadiyah Qadiyah yang berada di luar Islam.

4. Bagi mereka yang telah terlanjur mengikuti Jema’at Ahmadiyah Qadiyah supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar.

5. Kepala seluruh ummat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya, sehingga tidak akan terpengaruh dengan faham yang sesat itu

hamba - 06. Okt, 2010 -

PRINSIP DASAR ISLAM – Muqaddimah (Oleh: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah)

Posted by: admin In: Umum

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali ‘Imran, QS 3: 102)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisaa’, QS 4: 1)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab, QS 33: 70-71)

Amma ba’du:

Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (As-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

Setiap muslim yakin sepenuhnya bahwa karunia Allah yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Seorang muslim wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang telah memberikan hidayah ke dalam Islam. Allah menyatakan bahwa nikmat Islam adalah karunia yang terbesar, Dia berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu….” (Al Maa-idah, QS 5: 3)

Sebagai bukti syukur seorang muslim atas nikmat ini adalah dengan menjadi muslim yang ridha Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Nabinya. Seorang muslim harus menerima agama Islam dengan sepenuh hatinya dan meyakininya. Arti menerima Islam adalah seseorang harus dengan sepenuh kesadaran dan keyakinan menerima apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengamalkan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau. Jika seseorang ingin menjadi muslim sejati, pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang setia, maka ia harus meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang haq (benar), belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh dan mengamalkan Islam dengan ikhlas karena Allah dan mengikuti contoh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kondisi umat Islam yang kita lihat sekarang ini sangat menyedihkan, mereka mengaku Islam, Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka Islam, mereka semua mengaku sebagai muslim, tetapi mereka tidak mengetahui tentang Islam, tidak berusaha mengamalkan Islam, bahkan ada sebagian ritual yang mereka amalkan hanya ikut-ikutan saja. Penilaian baik dan tidaknya seseorang sebagi muslim bukan dengan pengakuan dan KTP, tetapi berdasarkan ilmu dan amal. Allah tidak memberikan penilaian berdasarkan keaslian KTP yang dikeluarkan pemerintah, juga tidak kepada rupa dan bentuk tubuh, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,”Telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, tidak juga kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.”

Seorang muslim wajib belajar tentang Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih menurut pemahaman para Shahabat radhiyallahu ‘anhum. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah agar dibaca, dipahami isinya dan diamalkan petunjuknya. Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan pedoman hidup abadi dan terpelihara, yang harus dipelajari dan diamalkan. Seorang muslim tidak akan sesat selama mereka berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat.

Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, penawar, penyembuh, rahmat dan sumber kebahagiaan. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.” (Yunus, QS 10: 57-58)

Dalam buku kecil ini penulis menjelaskan prinsip-prinsip dasar Islam yang wajib diketahui oleh setiap muslim dan muslimah. Mudah-mudahan dengan membaca buku ini pembaca akan bertambah iman, ilmu yang bermanfaat, wawasan tentang Islam dan mudah-mudahan Allah memberikan hidayah taufiq kepada kita untuk dapat melaksanakan syari’at Islam dan istiqomah (konsekuen dan konsisten) di atas ‘aqidah dan manhaj yang benar.

Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah cetakan kedua setelah mengalami revisi, editing dan penambahan beberapa pembahasan yang penulis anggap perlu dari cetakan pertamanya. Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amal shalih yang bermanfaat pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, selain orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para Shahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti jejak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai hari kiamat.

[Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Psutaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan ke 2]

Darisman Broto - 07. Okt, 2010 -

Ass wr wb,Yth Sdr hamba, Rabithah Alam Islami atau MUI dalam menentukan siapakah Islam dan bukan Islam tdk berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Apa kata Nabi org yg disebut Muslim itu ? “Jika dia Shalat seperti kita dan menghadap kiblat serta memakan sembelihan seperti yg kita makan, maka dia adalah Muslim.” sangat simple sekali tdk perlu penjelasan yg panjang lebar. Untuk membuktikan org Ahmadiyah shalatnya seperti apa silakan datang ke mesjid Ahmadiyah, dan jangan lupa bawa gule kambing atau sate untuk dibagikan ke anggota Ahmadiyah, dan lihat mereka mau makan atau tidak.

hambaAllah - 07. Okt, 2010 -

yang posting tulisan ini kayaknya ga pernah baca kitab Tadzkirohnya Ahmadiyah, jd seolah-olah ingin menyamakan Alqur’an kalamullah dg karangan si Mirza Ghulam…

ISU BASI…!

Klo masalah kekerasan, ini mah ulah PEMERINTAH yg kalian pilih dalam pemilu yg GA PERNAH PEDULI THD RAKYATNYA!

GANTI REZIM GANTI SISTEM !

Lebah Manis - 08. Okt, 2010 -

setujuuuu!! kita butuh diktator yang amanah!! hahahahaha

Ning - 13. Okt, 2010 -

diktator?! iiiiih….. ngeriiiii…
kapan kita menentukan nasib/hak otonom atas diri sendiri kalo kita dipimpin diktator?!

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan