-->

Kronik Toggle

Jurnalistik Enggak Melulu Jadi Wartawan

FORUM MUDA
Jurnalistik Enggak Melulu Jadi Wartawan
Sabtu, 30 Oktober 2010 | 04:23 WIB
SMA YPPI
Pertanyaan ini memenuhi benak banyak siswa-siswi kelas XI SMA YPPI 1 sebelum pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Universitas Surabaya dan Kompas dimulai. Sesi pertama, acara dibuka dengan perkenalan kru Warta Ubaya dan Kompas Muda. Materi yang dikupas setelah itu antara lain penjelasan dasar tentang jurnalistik dan berita, serta teknik fotografi, khususnya fotografi jurnalistik.
”Menjadi fotografer itu harus jeli menunggu momen, dan juga pandai mengarahkan model sehingga terlihat bagus di depan kamera,” urai Pak Bendot, Penanggung Jawab Warta Ubaya yang didapuk menyampaikan materi fotografi. ”Jadi, gambar itu sendiri harus sudah bisa bercerita, sekalipun tanpa tulisan,” tuturnya.
Usai sesi pertama, acara dilanjutkan dengan materi tentang layout dan design cover yang disampaikan Vincent, salah satu ilustrator Warta Ubaya. Enggak lama berselang, materi langsung disusul teknik wawancara yang disampaikan oleh perwakilan Kompas, Kris RM.
”Wawancara itu bertujuan untuk menguatkan informasi, entah itu untuk berita, maupun untuk riset ilmiah. Kebanyakan tugas paper di universitas nantinya akan membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana cara mengumpulkan informasi dari narasumber,” tuturnya.
Beberapa siswa tampak langsung mencatat penjelasan berikutnya. ”Mungkin berguna buat besok-besok, kalau sudah kuliah,” jawab Coryvian, anak XI IPS 2, ketika ditanya kenapa sibuk banget nyatet.
Semua siswa kelihatan antusias dan bersemangat sepanjang kedua sesi karena banyaknya pengetahuan baru yang selama ini belum pernah diperoleh. Bahkan, beberapa siswa ikut berpartisipasi dengan mempertunjukkan bakat saat sesi ice breaking. “Ya, anggaplah memberi hiburan biar temen-temen yang lain semangat lagi,” ucap Edwin Andrew, siswa XI IPS 3 yang menunjukkan keahliannya menari.
Pelatihan yang diadakan pada tanggal 26-27 Oktober 2010 tersebut ditutup dengan tugas membuat majalah dinding yang memuat artikel berita feature dan profil. Siswa-siswi SMA YPPI 1 langsung tenggelam dalam kesibukan mengaplikasikan ilmu yang baru diperoleh, menghasilkan berbagai karya yang kreatif dan menarik.
Beberapa kelihatan sibuk menulis artikel, sedangkan sisanya merancang desain serta foto yang akan disertakan. ”Waktunya enggak kerasa, satu jam rasanya lewat gitu aja. Yang penting artikelnya udah selesai. Untung kerjanya berkelompok,” ucap Cindy, anak XI IPS 3, sambil menempel hiasan di majalah dindingnya.
”Buat artikelnya memang agak sulit, tapi sempat lihat contoh dari yang IPS juga, jadi masih nutut. Seru kerja bareng semuanya,” tambah Priscillia Michel dari XI IPA 1.
Semua pertanyaan terjawab tuntas setelah pelatihan diakhiri dengan foto bersama.
Mengapa perlu belajar jurnalistik? Ternyata, dunia jurnalistik bukan hanya melulu tentang menjadi wartawan atau reporter. Ini juga mencakup berbagai bidang menarik yang akan banyak dibutuhkan siswa SMA YPPI 1 untuk masa kuliah di masa depan, antara lain teknik dasar fotografi dan wawancara, apa pun jurusan yang akan diambil nantinya. ”Acara macam ini harus diadakan di tiap sekolah, bagus untuk menambah pengetahuan siswa di masa muda,” tutur Denny dari XI IPS 2.
Ekky, Shafira, Felicia, Cindy Kelas XI IPS SMA YPPI 1 Surabaya
http://cetak.kompas.com/read/2010/10/30/04231592/jurnalistik.enggak.melulu..jadi.wartawan

SURABAYA — Pertanyaan ini memenuhi benak banyak siswa-siswi kelas XI SMA YPPI 1 sebelum pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Universitas Surabaya dan Kompas dimulai. Sesi pertama, acara dibuka dengan perkenalan kru Warta Ubaya dan Kompas Muda. Materi yang dikupas setelah itu antara lain penjelasan dasar tentang jurnalistik dan berita, serta teknik fotografi, khususnya fotografi jurnalistik.

”Menjadi fotografer itu harus jeli menunggu momen, dan juga pandai mengarahkan model sehingga terlihat bagus di depan kamera,” urai Pak Bendot, Penanggung Jawab Warta Ubaya yang didapuk menyampaikan materi fotografi. ”Jadi, gambar itu sendiri harus sudah bisa bercerita, sekalipun tanpa tulisan,” tuturnya.

Usai sesi pertama, acara dilanjutkan dengan materi tentang layout dan design cover yang disampaikan Vincent, salah satu ilustrator Warta Ubaya. Enggak lama berselang, materi langsung disusul teknik wawancara yang disampaikan oleh perwakilan Kompas, Kris RM.

”Wawancara itu bertujuan untuk menguatkan informasi, entah itu untuk berita, maupun untuk riset ilmiah. Kebanyakan tugas paper di universitas nantinya akan membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana cara mengumpulkan informasi dari narasumber,” tuturnya.

Beberapa siswa tampak langsung mencatat penjelasan berikutnya. ”Mungkin berguna buat besok-besok, kalau sudah kuliah,” jawab Coryvian, anak XI IPS 2, ketika ditanya kenapa sibuk banget nyatet.

Semua siswa kelihatan antusias dan bersemangat sepanjang kedua sesi karena banyaknya pengetahuan baru yang selama ini belum pernah diperoleh. Bahkan, beberapa siswa ikut berpartisipasi dengan mempertunjukkan bakat saat sesi ice breaking. “Ya, anggaplah memberi hiburan biar temen-temen yang lain semangat lagi,” ucap Edwin Andrew, siswa XI IPS 3 yang menunjukkan keahliannya menari.

Pelatihan yang diadakan pada tanggal 26-27 Oktober 2010 tersebut ditutup dengan tugas membuat majalah dinding yang memuat artikel berita feature dan profil. Siswa-siswi SMA YPPI 1 langsung tenggelam dalam kesibukan mengaplikasikan ilmu yang baru diperoleh, menghasilkan berbagai karya yang kreatif dan menarik.

Beberapa kelihatan sibuk menulis artikel, sedangkan sisanya merancang desain serta foto yang akan disertakan. ”Waktunya enggak kerasa, satu jam rasanya lewat gitu aja. Yang penting artikelnya udah selesai. Untung kerjanya berkelompok,” ucap Cindy, anak XI IPS 3, sambil menempel hiasan di majalah dindingnya.

”Buat artikelnya memang agak sulit, tapi sempat lihat contoh dari yang IPS juga, jadi masih nutut. Seru kerja bareng semuanya,” tambah Priscillia Michel dari XI IPA 1.

Semua pertanyaan terjawab tuntas setelah pelatihan diakhiri dengan foto bersama.

Mengapa perlu belajar jurnalistik? Ternyata, dunia jurnalistik bukan hanya melulu tentang menjadi wartawan atau reporter. Ini juga mencakup berbagai bidang menarik yang akan banyak dibutuhkan siswa SMA YPPI 1 untuk masa kuliah di masa depan, antara lain teknik dasar fotografi dan wawancara, apa pun jurusan yang akan diambil nantinya. ”Acara macam ini harus diadakan di tiap sekolah, bagus untuk menambah pengetahuan siswa di masa muda,” tutur Denny dari XI IPS 2. (Ekky, Shafira, Felicia, Cindy Kelas XI IPS SMA YPPI 1 Surabaya)

Sumber: Kompas Jatim, 30 Oktober 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan