-->

Kronik Toggle

Jelang Jogja Book Fair 2010

YOGYAKARTA – Pasar buku di Indonesia dinilai mulai mengalami kejenuhan. Hal ini disebabkan terlalu banyak pasokan buku bertema seragam yang melebihi permintaan dan kemampuan pasar. Akibat hadirnya kejenuhan ini, pendapatan sejumlah penerbit turun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dikatakan Sekretaris Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DIY Sholeh UG di Yogyakarta, Kamis (30/9). “Kejenuhan ini terjadi pada beberapa jenis buku, yaitu sosial, politik, agama, psikologi, dan buku-buku praktis. Sejak setahun lalu terjadi booming penerbitan buku bertema ini,” katanya.

Sholeh mengatakan, sejak setahun terakhir, jumlah buku baru yang diterbitkan berlimpah, namun jumlah permintaan tetap. Secara nasional, jumlah buku yang diterbitkan mencapai 1.500 judul tiap bulan. Sebagian besar buku bertema sama dan membuat pembelian buku untuk tema tersebut berkurang.

Yogyakarta stabil

Meskipun secara nasional mengalami kejenuhan, di Yogyakarta, kondisi penjualan buku masih stabil. Kondisi stabil ini didukung banyaknya pelajar, mahasiswa, akademisi di Yogyakarta yang memang memerlukan banyak buku. Awal tahun ajaran baru ini, angka pembelian buku pelajaran di sejumlah penerbit Yogyakarta meningkat sekitar 10 persen.

Akan tetapi, kejenuhan buku secara nasional ini ikut menurunkan pendapatan sejumlah penerbit di Yogyakarta karena area pemasaran mencapai sejumlah daerah di Indonesia. “Penjualan buku sastra, agama, dan sosial politik saat ini mulai turun. Kalaupun terjadi kenaikan pembelian, lebih banyak pada buku-buku teks bagi pelajar dan mahasiswa sekitar 10 persen,” tuturnya.

Kondisi ini diperparah kenaikan harga kertas beberapa waktu terakhir dan membuat penerbit kesulitan mematok harga jual buku.

Pameran buku

Bersamaan dengan kejenuhan itu, Ketua Panitia Jogja Book Fair (JBF) 2010 Sobirin Malian mengatakan, di sejumlah daerah, minat warga berkunjung ke pameran buku pun turun. Hal ini terlihat di beberapa pameran buku di Jakarta, Bandung, dan Solo. “Penurunan pengunjung dan pembelian bisa sampai 30 persen,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal ini, panitia JBF 2010 membagikan kupon diskon (voucer) buku sebesar Rp 40 juta. Kupon diskon senilai Rp 50.000 setiap lembar tersebut akan dibagikan kepada sekolah, perpustakaan, taman bacaan masyarakat, dan pusat kegiatan belajar masyarakat melalui pemerintah kabupaten dan kota setempat.

Kupon itu dapat dimanfaatkan untuk membeli buku di JBF 2010 yang akan digelar di Jogja Expo Center, 13-18 Oktober. JBF tahun ini mengangkat tema “Inspiring Your Life”.

Acara ini akan menghadirkan sejumlah penulis dalam acara bedah buku, salah satunya Wisnu Nugroho, penulis tetralogi sisi lain SBY, “Pak Beye dan Istananya” dan “Pak Beye dan Politiknya”. Meskipun masuk kategori sosial politik, penjualan buku ini di atas rata-rata dan menduduki posisi terlaris dalam sebulan terakhir.

Bekerja sama dengan Balai Bahasa Yogyakarta, pameran akan memberi penghargaan karya sastra kepada penulis. (IRE)

Sumber: Kompas Yogyakarta, 1 Oktober 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan