-->

Kronik Toggle

Dua Buku Mbah Maridjan Selamat dari Amuk Merapi

SLEMAN – Dua buah buku tamu Mbah Maridjan yang selamat dari awan panas Merapi akan dimasukkan ke dalam koleksi Museum Gunungapi Merapi (MGM).

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menyatakan diselamatkannya buku tamu tersebut patut disyukuri karena akan menjadi bukti autentik kesejarahan tentang juru kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan.

“Sangat tepat dokumen asli tersebut nantinya diserahkan ke Museum Gunungapi Merapi (MGM) yang memang berisi tentang fenomena kegunungapian dan seluk beluknya termasuk sejarah letusan Gunung Merapi yang merupakan salah satu salah satu gunung api paling aktif di dunia,” kata Evi panggilan akrab Shavitri di kantornya, Jum’at (29/10/2010).

Menurut Evi, dua buku tamu Mbah Maridjan mulai Juni 2007 hingga Mei 2009 ditemukan oleh Darmadi dari Desa Wisata Brayut yang turut menjadi relawan yang melakukan evakuasi korban pada Rabu pagi 27 Oktober 2010.

Kondisi buku tersebut 95 persen utuh, hanya sedikit terbakar dan kotor berdebu. Saat ini buku tamu tersebut masih disimpan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman untuk kemudian nantinya akan diserahkan ke Museum Gunungapi Merapi (MGM) yang terletak di kawasan wisata Kaliurang.

Seperti diketahui, rumah Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbul Harjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, rata dengan tanah setelah dilewati wedhus gembel Merapi pada 26 Oktober lalu.

Anggota Tim Evakuasi Korban Merapi Dompet Dhuafa, Iman Surahman, menyebut tempat tinggal Mbah Maridjan terlihat seperti terkena bom atom. “Hancur semua, perkampungan itu hancur seperti terkena bom atom, seperti kejadian Hirosima,” ungkap Iman beberapa waktu lalu.

*)Okezone, 29 10 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan