-->

Kronik Toggle

AM Saefuddin Luncurkan Buku Biografi 70 Tahun

AM Saefuddin Luncurkan Buku Biografi 70 Tahun
Minggu, 31 Oktober 2010 14:39 WIB | Hiburan | Buku/Novel | Dibaca 779 kali
Bogor (ANTARA News) – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Mantan Menteri Pangan dan Hortikultura pada era Presiden BJ Habibie (1998-1999), AM Saefuddin, meluncurkan buku biografi perayaan 70 tahun kelahirannya di Bogor, Minggu.
Peluncuran buku biografi dengan judul “Antara Jerman dan Mekkah” tersebut dihadiri ratusan kolega, handai taulan serta rekan seperjuangan Prof Dr AM Saefuddin.
“Peluncuran buku ini sebagai rasa syukur saya, karena diberikan usia yang panjang hingga 70 tahun,” kata AM Saefuddin dalam sambutannya.
Peluncuran buku tersebut dipusatkan di Gedung IPB International Convention Center (IICC), Branangsiang, Kota Bogor.
Prof AM Saefuddin dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat pada 1940. Namun sebagian besar hidupnya dihabiskan di Bogor, Jawa Barat.
Selain dikenal sebagai politisi PPP, AM Saefuddin juga merupakan sosok akademisi yang mengabdikan diri pada sejumlah lembaga, yaitu Instutut Pertanian Bogor, Universitas Ibn Khaldun serta Universitas Djuanda.
Sejak 1962 hingga 1995, Prof AM Saefuddin tercatat sebagai staf pengajar IPB.
Pada 1983-1986 ia dipercaya menjadi rektor Universitas Ibn Khaldun, Bogor, dan sejak 2000 hingga sekarang dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Djuanda, Bogor.
Sejumlah tokoh menyampaikan kesaksiannya dalam buku biografi 70 tahun AM Saefuddin yaitu Anggota Watimpres Prof Dr Jimly Ashshiddiqie yang menilai AM Saefuddin sebagai figur yang unik, karena memiliki pendidikan doktor di Barat, namun sangat mumpuni dalam wacana kesilaman.
Guru Besar IPB Prof Dr E Roekasih Adiratma mengatakan, meski usia AM lebih muda dari usianya, namun ia selalu mendorongnya aktif di organisasi dan gerakan.
Ketua Umum Baznas Prof KH Didin Hafidhuddin mengatakan, AM Saefuddin merupakan sosok tokoh yang memiliki visi kuat perjuangan keislaman. Salah satu andilnya adalah mengembangan budaya isamisasi sains dan kampus saat menjabat sebagai rektor UIKA Bogor, 1983-1986.
(ANT/P003)
http://www.antaranews.com/berita/1288510767/am-saefuddin-luncurkan-buku-biografi-70-tahuBOGOR – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Mantan Menteri Pangan dan Hortikultura pada era Presiden BJ Habibie (1998-1999), AM Saefuddin, meluncurkan buku biografi perayaan 70 tahun kelahirannya di Bogor, Minggu.

BOGOR –Peluncuran buku biografi dengan judul “Antara Jerman dan Mekkah” tersebut dihadiri ratusan kolega, handai taulan serta rekan seperjuangan Prof Dr AM Saefuddin.

“Peluncuran buku ini sebagai rasa syukur saya, karena diberikan usia yang panjang hingga 70 tahun,” kata AM Saefuddin dalam sambutannya.

Peluncuran buku tersebut dipusatkan di Gedung IPB International Convention Center (IICC), Branangsiang, Kota Bogor.

Prof AM Saefuddin dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat pada 1940. Namun sebagian besar hidupnya dihabiskan di Bogor, Jawa Barat.

Selain dikenal sebagai politisi PPP, AM Saefuddin juga merupakan sosok akademisi yang mengabdikan diri pada sejumlah lembaga, yaitu Instutut Pertanian Bogor, Universitas Ibn Khaldun serta Universitas Djuanda.

Sejak 1962 hingga 1995, Prof AM Saefuddin tercatat sebagai staf pengajar IPB.

Pada 1983-1986 ia dipercaya menjadi rektor Universitas Ibn Khaldun, Bogor, dan sejak 2000 hingga sekarang dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Djuanda, Bogor.

Sejumlah tokoh menyampaikan kesaksiannya dalam buku biografi 70 tahun AM Saefuddin yaitu Anggota Watimpres Prof Dr Jimly Ashshiddiqie yang menilai AM Saefuddin sebagai figur yang unik, karena memiliki pendidikan doktor di Barat, namun sangat mumpuni dalam wacana kesilaman.

Guru Besar IPB Prof Dr E Roekasih Adiratma mengatakan, meski usia AM lebih muda dari usianya, namun ia selalu mendorongnya aktif di organisasi dan gerakan.

Ketua Umum Baznas Prof KH Didin Hafidhuddin mengatakan, AM Saefuddin merupakan sosok tokoh yang memiliki visi kuat perjuangan keislaman. Salah satu andilnya adalah mengembangan budaya isamisasi sains dan kampus saat menjabat sebagai rektor UIKA Bogor, 1983-1986.

Sumber: Antara, 31 Oktober 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan