-->

Kronik Toggle

Terry Jones: Tuhan Memerintahkan Saya untuk Berhenti

Pendeta Terry Jones yang menjadi sorotan dunia telah membatalkan rencananya membakar Al-Quran. Dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC, Jones mengatakan Tuhan telah memerintahkannya untuk menghentikan rencananya tersebut.

“Tidak, kami tidak akan membakar Al-Quran,” kata Jones. “Tidak hari ini dan tidak akan pernah.”

Sejak menyatakan akan membakar Al-Quran, Terry Jones terus menjadi pusat perhatian dunia. Pria 58 tahun ini adalah pendeta di Dove World Outreach Center, sebuah gereja kecil di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, sejak 1996.

Di masa muda dia pernah bekerja sebagai manajer hotel, lalu banting stir menjadi penceramah berkeliling Eropa selama 30 tahun. Pendeta bergaris wajah keras, dengan rambut dan kumis putih, ini menggemari film Braveheart karya Mel Gibson.

Mengambil inspirasi film perang Skotlandia-Inggris yang berlatar agama itu, dia meluncurkan seri video dalam jaringan dengan semangat anti-Islam. Dampaknya, ceramah-ceramah SARA-nya menjangkau audiens luas, melewati 50 keluarga jemaat gerejanya.

Pendeta Jones juga mengarang buku “Islam sama dengan Iblis”. Frase yang sama dipampang di lingkungan gerejanya. Kampanye negatif ini dia luncurkan sejak 2002, setahun setelah serangan 11 September.

Sejumlah protes dan aksi menentang rencana Jones merebak di penjuru dunia. Umat muslim di Somalia, Afghanistan dan Indonesia menentang Jones.

BBC I PGR

*)Tempointeraktif 12 September 2010

4 Comments

dwi nurdianto - 13. Sep, 2010 -

Alhamdulillah akhirnya pembakaran alqur’an batal dilaksanakan,semoga rencana sinting pendeta terry jones tidak akan terulang lagi kedepan.

Widya Haryani - 13. Sep, 2010 -

semoga Allah memberi hidayah kepada anda ! atau kutukan?

Arib - 17. Sep, 2010 -

dia memang tidak jadi membakar Al-qur’an,
namun Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah tua dan Mereka dan tetap melakukan tindakan terkutuk itu dan menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan.
tindakan itu menggabarkan bahwa tindakkan mereka adalah cermian ketidak mampuan mereka dalam menafsirkan arti sebuah kebebasan beragama dan menghormati agama lain seperti yg di junjung di negara AS. dan itu sama halnya mereka tidak mengiginkan perdamain antar umat beragama.
secara hukum mereka telah melanggar undang-undang As dan semoga mereka dapat hukuman yang setimpal, secara agama semoga mereka mendapat hidayah dan sadar akan tindakan mereka sampai mereka merasa malu untuk hidup didunia ini.

tamizuliarzt - 22. Jan, 2011 -

alhamdullilah tdk trjadi, seandai nya trjadi mungkun kita akan mngadapi perang dunia ke III

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan