-->

Kronik Toggle

Penyewa Rumah Teroris Tulis Buku '99 Alasan Soeharto Masuk Neraka'

Medan – Siapa Khairul Ghajali, 47 tahun, warga Jalan Sehat, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai? Warga sekitar mengenalnya adalah ustad dan ahli bekam. Namun, Ghajali semasa tahun 1990-an pernah menerbitkan buku soal figur Presiden Soeharto, dengan titel buku, 99 Alasan Soeharto Masuk Neraka.

Sosok ayah dari empat anak ini menggegerkan warga, Ahad 19 September 2010. Belasan anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Republik Indonesia, pukul 17.30 WIB, menggerebek rumah Ghajali di Jalan Sehat, Lingkungan 2, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. . Ia disangkakan sebagai jaringan teroris.

Namun, Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam keterangan pers, Senin, 20 September, di Markas Kepolisian Dasar Sumatera Utara Jalan Sisingamangaraja Kilometer 10,5 Medan, tak menyebut kapasitas Ghajali dalam jaringan teroris di Medan yang dipimpin Mustofa alias Abu Tholut.

Adik kandung Ghajali, Ahmad Sofyan, dalam perbincangan melalui telepon kepada Tempo, menyebutkan kakak keduanya dari empat bersaudara itu adalah penulis buku. Kebanyakan buku menyoal agama yang dipasarkan dan diterbitkan penerbit di Malaysia. “50 judul buku sudah diterbitkan, dua di antaranya oleh penerbit Mizan, saya lupa judulnya,” kata Ahmad.

Aktivitas menulis Ghajzali, lanjut Ahmad, cukup mengejutkan. Sebab, Ghajali hanya menamatkan pendidikan hingga sekolah dasar. “SMP dia pernah tinggal kelas 2 kali. Dan, tidak melanjutkan pendidikan karena protes celana seragam sekolah yang dianggap tidak menutup aurat,” kata Ahmad.

Meski tidak lulus sekolah, Ahmad menceritakan, Ghajali mulai aktif menulis cerita-cerita remaja untuk media lokal. Menginjak usia 18 tahun, Ghajali menghilang pada 1980-an dan keluarga tidak mengetahui keberadaannya. Keberadaan Ghajali baru diketahui pada 1996. “Dia ke Malaysia, dan 1996-2000 menetap di Medan,” kata Ahmad.

Empat tahun kemudian, Ghajali kembali ke Malaysia. “Di sana dia sempat bekerja sebagai penulis. Dan 2004-2010 kembali dan menetap di Tanjung Balai,” ujar Ahmad. Selama tinggal di sana, Ahmad menyebutkan, Ghajali juga membuka praktik perobatan tradisional. “Berprofesi sebagai bekam,” kata Ahmad.

Dua buku yang ditulis Ghajali, diterbitkan di Indonesia di antaranya mengenai mantan Presiden Soeharto. “Di antaranya, 99 Alasan Soeharto Masuk Neraka,” kata Ahmad.

SOETANA MONANG HASIBUAN

*) Tempointeraktif, 24 September 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan