-->

Kronik Toggle

Lestarikan Bahasa Bali

DALAM pertemuan warga Tionghoa Singaraja (Bali), kental nuansa khasnya. Itu terjadi bukan karena yang datang mengenakan pakaian adat atau atribut khas dari Bali. Tapi karena mereka sering menggunakan bahasa Bali.

Meski telah lama tinggal di Surabaya, mereka melafalkan bahasa daerah tersebut dengan sangat fasih. “Salah satu tujuan kami juga melestarikan bahasa Bali,” jelas Made Nuryadi, ketua umum Peguyuban Perantauan Singaraja.

Ketut Suryawan yang kala itu dipercaya memandu acara menggunakan bahasa Bali. Setidaknya, ketika berbicara, logatnya sangat kental. Hal tersebut menunjukkan identitas mereka sebagai warga Tionghoa Singaraja. Atau, setidaknya mereka pernah bersekolah Tionghoa di Bali. “Masih bisa kan berbahasa Bali?” sapa Ketut kepada tamu yang datang.

Dengan tujuan mulia melestarikan bahasa, komunitas yang baru terbentuk akhir bulan lalu itu tidak hanya mengutamakan kegiatan antarwarga. Mereka juga mengajak kaum muda dengan garis keturunan dari Singaraja agar mereka mampu menjadi generasi penerus kelompok tersebut. Dengan begitu, diharapkan budaya tidak hilang begitu saja. (may/c9/nda)

*) Jawapos, 9 September 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan