-->

Kronik Toggle

2011, Tak Ada Pungutan Buku Teks

JAKARTA — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, di tahun 2011 tidak ada lagi celah bagi guru atau kepala sekolah untuk memungut iuran buku teks pelajaran SD/SMP. Sebab, tahun 2011 baik lembar kerja siswa (LKS) untuk SD maupun kelompok kerja siswa (KKS) yang untuk SMP semua gratis dari pemerintah pusat.

Untuk itu, Kemendiknas menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 9,3 triliun untuk mendukung program pendidikan dasar. Sebanyak Rp 3,7 triliun dikucurkan di jenjang SMP untuk bangunan fisik, alat peraga dan buku. Di jenjang SD, kucuran DAK senilai Rp 5,6 triliun untuk bangunan fisik dan buku.

“Jika masih ada yang memungut akan dikenakan sanksi, karena pemerintah berharap siswa yang tengah sekolah tidak akan terbebani dengan pembayaran buku-buku teks pelajaran”, kata Mendiknas Mohammad Nuh di sela penerimaan Tim Robot Indonesia di Jakarta, Jumat (17/9).

“Memang, tahun ini masih ada buku teks yang belum bisa di-cover dari dana bantuan operasional sekolah atau BOS. Tapi tahun depan, soal buku teks di pendidikan dasar sudah harus selesai. Semua buku teks pelajaran di SD dan SMP sudah bisa dipenuhi. Jadi, harus gratis. Ini terutama untuk sekolah di bawah pemerintah. Yang swasta, pemerintah tidak bisa terlalu intervensi,” tegasnya.

Diakui, sampai saat ini masih ada dua dari sembilan mata pelajaran yang belum bisa didanai di jenjang SD.   Sedang di jenjang SMP, tiga dari sepuluh mata pelajaran belum bisa didanai.

* Kedaulatan Rakyat, 18 September 2010

1 Comment

js kamdhi - 22. Sep, 2010 -

Proyek yang luar biaaaaaaaaaaaaasa!
Kami-kami, para penulis yang kebetulan guru, pelan tapi pasti AKAN MATI..

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan