-->

Kronik Toggle

Dewi Hughes Berantas Buta Aksara

RAMADAN tahun ini, presenter Dewi Hughes tidak berhenti berkampanye. Duta anti perdagangan manusia tersebut sibuk membantu Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memberantas buta aksara.

”Senang bisa ngasih semangat mereka (warga yang buta aksara atau buta huruf, Red) untuk terus belajar,” ujar Hughes di Jakarta kemarin (6/9).

Pemilik nama lengkap Desak Made Hugheshia Dewi tersebut mengungkapkan, sedikitnya seminggu sekali dirinya keluar kota untuk mengunjungi peserta didik di sekolah informal pengentasan buta aksara. Selain membaca, Hughes mengajar keterampilan. Salah satunya adalah keterampilan memasak.

”Nah, ya itu. Saya jadi bisa buka bareng makanan khas daerah. Itu asli masakan bikinan peserta didik lho,” terang wanita kelahiran Tabanan, Bali, 2 Maret 1971, tersebut.

Hughes mengungkapkan, selama Ramadan, dirinya sudah tujuh kali mengunjungi sekolah informal hingga ke luar pulau. ”Saya terharu lihat mereka yang enggak bisa baca sampai akhirnya bisa mengeja,” ucap perempuan bertubuh subur tersebut.

Hughes menyatakan, keinginannya menuntaskan buta aksara itu tidak hanya termasuk bagian dari tugasnya sebagai duta anti penjualan manusia. Lewat program tersebut, dirinya juga ingin meningkatkan kualitas manusia pada usia produktif. ”Ini jadi tugas berat kita semua ya,” tuturnya. (nuq/c5/dwi)

*) Jawapos, 7 september 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan